Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud


Saraswatichandra episode 202 203 42

Di teras atas, Kumud memeluk Kusum yang masih saja menangis seperti orang yang merasa dirugikan, karena merasa haknya sudah diambil selama ini, dan dia sudah sampai dibatas kesabarannya, #tshaah (Ini, contoh anak muda yang dibutakan sendiri oelah perasaan yang dirasakannya, sibuk membangun mimpi dengan itu, tanpa melihat realita yang ada di depan mata 😛 ).

Kusum masih saja merengek di bahu kakaknya, “Aku tidak bisa melupakannya, Kak. Aku tidak bisa”. Kumud melepas rangkulannya, memegang pipi Kusum lagi supaya menatapnya, “Sudah, sudah, cukup. Lihat aku, berhenti menangis. Kusum, aku bisa mengerti, aku bisa mengerti apa yang kau rasa, aku bisa memahaminya. Kita tidak bisa menghentikan perasaan cinta untuk seseorang. Tapi kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaimu. Kusum, ia peduli padamu, dia bisa membantumu, tapi dia tidak mencintaimu, Kusum. Kalau kau terus mengharapkannya seperti ini, kau akan terluka nanti”. Kumud mencoba memasukkan kebenaran pada pikiran Kusum yang sudah tertutup cinta.

Saraswatichandra episode 202 203 43

Kusum sambil menangis tetap yakin, “Saras tidak bisa menyakiti siapapun”. Guniyal yang baru muncul menemui kedua anak gadisnya itu bertanya, “Bagaimana denganmu Kusum. Kau menyakiti semua orang”. Kumud berusaha mencegah ucapan tajam ibunya itu, dengan mengangkat jari ke mulutnya. Guniyal tetap meneruskan ucapannya, “Kakakmu, orangtuamu dan juga menyakiti Saras!”.

Mendengar nama Saras ikut sakit, Kusum baru bersikap mendengar ucapan ibunya itu, dari tadi hanya sibuk meratapi nasibnya tanpa menerima sepatah pun masukan kenyataan yang dipaparkan Kumud.

Guniyal berkata lagi, “Ingat, lamaran ini datang dari keluarga Chandrika, ini tentang martabat keluarga. Kenapa kau yang harus terganggu”. Kumud berusaha menghentikan ucapan ibunya itu dengan memegang lenagnnya, “ibu, sudah”. Guniyal menatap Kusum dengan menahan emosi. Kusum tetap aja menangis seperti orang yang telah menjadi korban. Kumud buka suara, “Kalau aku tidak disini, maka,, “.

Guniyal geleng-geleng kepala menatap Kusum, “Sampai saat ini, ibu mencoba memahamimu. Tapi sekarang, kau tidak layak”. Kusum tersentak kaget, Kumud heran menatap ibunya. Guniyal meneruskan ucapannya, “Hanya karena kau keras kepala, lihatlah, apa yang telah keluarga kita lalui. Di bawah, Saras meminta ayahmu untuk menikahkanmu dengan Danny”. Kusum terpana, Kumud tersentak heran,”Apa?!!”. Guniyal memberitau, “Iya”.

Kumud panik, “Aku, aku, akan bicara dengan Saras”. Guniyal mengangkat tangannya meminta Kumud berhenti, “Jangan. Tidak ada yang bicara dengan siapapun”. Kumud mau bicara menjelaskan. Guniyal menatap Kusum, “Ibu akan lakukan apapun yang harus dilakukan”. Kumud masih berniat diskusi dengan ibunya. Terdengar teriakan bernada marah dari lantai bawah, “Kusummm!!!!!”. Ibu dan dua putrinya itu kaget. Guniyal berbicara, “Saumiku”, ia langsung bergegas turun di ikuti Kumud dan Kusum.

Saraswatichandra episode 202 203 44

Sampai di bawah, di tengah keluarga, di hadapan Vidya, Guniyal berdiri di antara dua putrinya. Kusum menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Vidyachatur memberitau, “Kusum, mereka semua berpikir (Saras Pramad) kalau kau tidak senang dengan pernikahan ini. Saras dan Pramad mengatakan kalau kau ingin menikah dengan Danny, apa ini benar”. Kusum masih menarik nafas menerima pertanyaan itu.

Saras menunggu jawaban Kusum dengan wajah tegang, keluarga lain juga, hanya Kalika yang seperti menonton ‘drama’ yang memang sudah diperkirakannya sebelumnya. Kumud mencoba memberi tau ayahnya. Ayahnya melarang Kumud berbicara. Ia malah mengomelinya, “Kau tau ini, harusnya kau katakan ini pada ayah sebelumnya. Tapi tidak sekarang, sekarang ayah bertanya padanya”, sambil menunjuk Kusum. Kumud melihat Kusum yang masih sibuk menenangkan diri, Kumud tetap berbicara, “Ma’af ayah, tapi Kusum tidak bisa menikah dengan,,”.

Kusum tanpa menoleh ke ayah dan kakaknya menjawab, “Aku ingin menikah Mohan”. Kumud menatap Kusum tak percaya mendengar keputusan yang diambil adiknya itu. Saras yang menunggu dengan wajah cemas juga tak menyangka dengan sikap Kusum yang dia kira telah mengabaikan cinta adiknya, Danny. Pramad ternganga mendengar keputusan Kusum. Dugba, Guniyal Chandrika, juga kaget, ini anak sebenarnya maunya apa. Kalika sampai mengernyitkan dahinya.

Saraswatichandra episode 202 203 45

Kusum dengan tetap tak menatap siapapun berbicara lagi, “Aku menerima lamaran itu”. Saras langsung bereaksi mendekatinya, “Apa yang kau lakukan Kusum. Kau telah membuat kesalahan dengan tetap diam. Sekarang jangan buat kesalahan dengan berbohong”.

Dugba menghampiri Kusum, “Kau tidak ada dibawah tekanan, katakan dengan jujur. Apa yang kau inginkan!”. Kusum melihat ke arah ibunya. Kumud berbicara, “Kusum, jangan melihat seperti itu”. Kusum mulai mengeluarkan air mata, tapi tetap berusaha tegar, “Aku mengatakan yang sebenarnya. Ku pikir aku harus menikah dengan Mohan”.

Saras mencoba mengingatkan, “Dengar Kusum, tidak ada yang memintamu untuk melakukan apa yang harus kau lakukan. Katakan saja pada kami apa yang kau inginkan”. Kumud menatap Kusum dari tempatnya berdiri. Kusum melihat Saras, “Apa yang harus aku katakan, kau selalu bilang kalau kita hanya menjalani apa yang sudah ditakdirkan”. Keluarga yang mendengar terdiam, Saras menatap kesekelilingnya yang lebih memilih diam dengan repon yang diberikan Kusum.

Saras terlihat menahan emosi dan bertanya pada Kusum, “Bagaimana dengan Danny. Bagaimana dengan Danny, Kusum!”. Kusum tak mau dimintai pertanggung jawaban untuk itu, “Dia sudah salah paham padaku. Hari ini semua akan dijelaskan”. Saras seperti tak percaya dengan jawaban yang diberikan Kusum.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.