Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud


Kusum melepaskan pegangan Kumud dari pipinya dengan kasar, “Tapi aku ingin bersamanya, Kak”. Kusum kemudian berdiri menyamping, “Apa kau ingat waktu lamaran itu datang! Dan kau menolaknya. Tapi, aku setuju, bahkan tanpa melihatnya. Aku bahkan dihadapkan padanya sebelum dirimu, dan dia telah melihatku”.

Saraswatichandra episode 202 203 33

Kusum yakin dengan cinta yang dirasakannya dan Saras itu seharusnya miliknya bukan mencintai Kumud, “Kakak, apa kau tidak ingat, bahkan mertuamu berpikir kalau dia jatuh cinta padaku”. Kumud hanya tertunduk mendengarnya. Kusum dengan mata penuh air mata dan merasa sudah tersakiti selama ini birbicara lagi, “Kau tau Kak, Kenapa? Karena dia datang kesini untukku dan aku diciptakan memang untuknya”.

Kumud memegang kedua pipi Kusum lagi dengan kedua tangannya dan berbicara lembut sebagai seorang kakak, “Kusum, aku mengerti apa yang kau alami saat ini. Karena aku juga mencintai orang yang sama, tapi bedanya, cintamu hanya bertepuk sebelah tangan. Dan itu tidak akan pernah bisa lengkap. Dia tidak mencintaimu Kusum”. Kusum meradang, “Saras harus melengkapinya, apapun taruhannya. Harus, Kak!”.

Saraswatichandra episode 202 203 35

Kusum yang diselimuti cinta buta, pikirannya tumpul, tak bisa lagi berpikir jernih, ia menyimpulkan dengan sudut pandangnya, tetap menangis, dan dengan marah memberitau Kumud, “Itulah alasannya Pramad kembali, itulah alasannya kenapa kau melakukan ritual dengan Pramad bukannya dengan Saras”. Kumud mengingatkan adiknya, yang sudah dibutakan cinta sepihak itu, “Sama seperti kau melakukannya dengan Mohan, Kusum. Tanpa perasaan”.

Kusum dengan penuh keyakinan memberitau lagi, “Aku melakukannya dengan Saras. Saras memulai ritual sebelum orang lain melakukannya. Saat itu, aku memahami, itulah tanda dari Tuhan. Tidak ada yang bisa mengubah, ataupun Saras sendiri”. Kumud mengernyitkan jidatnya melihat kondisi Kusum.

Dugba yang baru muncul di pintu keluar rumah menuju teras atas melihat kedua kakak beradik itu sedang bersitegang. Kusum masih berteriak meyakinkan Kumud, “Kakak, Pramad adalah takdirmu, kak!”. Dugba sampai berpegangan pada tiang saat mendengar teriakan Kusum di dua kalimat terakhir, yang diucapkan pada Kumud kakaknya. Kumud tertunduk dengan sedih mendengar kesimpulan adiknya itu.

Saraswatichandra episode 202 203 37

Di dapur, saat bersamaan, Guniyal bertanya pada Saras, “Tapi, bukankah itu salah Saras”. Saras tertunduk, mau menjelaskan, terdengar teriakan Vidyachatur dari ruang tengah, “Pramaaaddd!!!!, Berani sekali kau!”. Dugba yang berdiri di lantai atas melihat Kumud dan Kusum bersitegang, juga mendengar suara Vidya yang masih melanjutkan kalimatnya, “Jika kau diijinkan tinggal disini, itu bukan berarti kau bisa mencampuri urusan keluarga kami!!”.

Saras dan Guniyal saling pandang mendengar teriakan Vidyachatur. Guniyal bergegas membersihkan tangannya dan berjalan keluar dapur diikuti Saras. Dugba yang juga mendengar teriakan Vidyachatur, kembali melihat ke arah Kusum yang masih mewek, meratapi cintanya. Dugba memilih menuju lantai bawah melihat Vidyachatur.

Saraswatichandra episode 202 203 41

Vidyachatur melanjutkan ucapannya, “Kalau kau mengerti arti permintaan, aku meminta padamu, *angkat kedua telapak tangan yang terkatup di dada*, Itu pernikahan putriku. Demi Tuhan aku mohon padamu, jangan membuat masalah dirumah ini Pramad”. Semua annggota keluarga dengan wajah terkejut, muncul di ruangan itu. Guniyal, Saras, Dugba, Kalika diikuti Yash, Chandrika, Ibunya Yash dan Kumari, semua muncul dengan tanda tanya dikepala.

Pramad mengatupkan kedua tangannya di dada dan dengan tenang berbicara, “Aku datang hanya untuk minta ma’af padamu Paman”. Vidyachatur menatap Pramad, Kalika begitu melihat Pramad ‘beraksi’ mulai menghias wajahnya dengan senyum. Pramad meneruskan ucapannya, “Begini, setelah apa yang sudah kulakukan pada Paman, aku tau, tidak mudah bagi Paman untuk percaya lagi padaku”. Vidyachatur mendengar, Guniyal terlihat bingung, Saras mendengar dengan serius, yang lain juga.

Pramad dengan tetap tenang menjelaskan, “Tapi jika ini bukan menyangkut kehidupan Kusum, aku tidak akan mengatakan pada Paman. Karena itulah, aku mengumpulkan semua keberanianku untuk bicara dengan Paman, sisanya, terserah pada Paman saja”. Vidyachatur terlihat seperti berpikir. Guniyal bertanya pada suaminya, “Apa yang terjadi”.

Vidyachatur mengangkat tangannya ke arah Pramad sambil memberitau Guniyal, “Dia pikir bahwa, Kusum tidak senang dengan pernikahan ini”. Vidyachatur geleng-geleng kepala dengan dada turun naik. Guniyal melirik Saras yang berdiri di sebelahnya. Pramad menunduk. Guniyal yang telah melihat dan mendengar ‘teriakan Kusum’ di lantai atas hanya bisa menunduk. Yash melirik Kumari sama-sama bingung.

Vidyachatur berkata lagi, “Dengar Pramad, berpikirlah dengan jernih, kau mengatakan itu, tapi mulai sekarang dan seterusnya jangan ucapkan itu lagi”. Pramad menunduk sambil menarik nafas dalam. Saras buka suara, “Paman, yang dia katakan itu benar”. Semua keluarga kaget, serempak menoleh ke arah Saras berdiri. Hanya Kalika yang wajahnya tersenyum, yang lain dengan tatap heran dengan mata setengah melotot.

Saraswatichandra episode 202 203 39

Saras melihat Guniyal. Guniyal mencoba menghentikannya dengan wajah memohon, “Tidak Saras”. Saras udah kepalang tanggung, “Bibi, akan terlambat kalau aku tidak bicara sekarang, *Guniyal cemas*, Dengar, ini tentang tiga nasib kehidupan, khususnya Kusum”. Keluarga lain tak mengerti maksud ucapan Saras. Guniyal semakin cemas, ia melangkah ke dekat Dugba berdiri yang langsung memegang pundaknya.

Saras melangkah ke dekat Vidyachatur, menggenggam sebelah tangan Vidya dengan kedua tangannya, mengangkatnya ke dekat dadanya, “Paman, bisakah Paman menikahkan Kusum dengan pria pilihannya, yaitu Danny”. Vidyachatur menatap Saras kaget. Guniyal dan Dugba lebih kaget lagi, Kumari setengah terbuka mulutnya. Chandrika, Yash dan Ibunya terpana, Kalika tersenyum, Pramad heran. Saras menunggu jawaban Vidyachatur, yang terlihat masih mencoba menganalisa apa yang baru saja didengarnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan