Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud


Saraswatichandra episode 202 203 24

Di kamar, Kumud masih gelisah sambil mengeluarkan air mata. Ia duduk di pinggir tempat tidur, terbayang ucapan Kusum yang mengatakan jatuh cinta pada Saras, selanjutnya ia yang menampar Kusum. Dada Kumud semakin sesak saat terbayang ucapan Saras sebelumnya bahwa Kusum harus mendapatkan orang yang dicintainya.

Kumud membathin, “Sebelum terlalu rumit, kita harus memilahnya secepatnya, Kusum harus sadar apa yang dirasakannya pada Saras bukan cinta, tapi pengabdian. Dia merindukan seseorang seperti Saras tapi bukan Saras”. Kumud melihat ‘patung dewa’ pemberian Saras di tangannya dan berdoa, “ya Tuhan tolong bantu aku. Tolong bantu aku”. Kumud menengadah dengan mata berair.

Saraswatichandra episode 202 203 25

Di kamar tempat Pramad, Kalika sedang menata bunga di meja tamu yang ada disitu. Pramad masuk, “Kau, apa yang kau lakukan disini”. Tanpa berdiri dan menoleh Kalika, “Penyakit ini telah membuat hidupmu menderita. aku berpikir untuk mendapatkan kecerahan kedalamnya”, jawab Kalika tersenyum. Pramad merespon, “Kau hanya membawa kegelapan dalam hidupku. Pergilah dari sini”.

Kalika berdiri sambil menggenggam beberapa tangkai bunga, “Ini sangat menarik, aahak. Aku bukan bahagia dengan permainanmu”. Kalika membalikkan badannya menghadap Pramad berdiri, “Apa kau tau, siapa saja yang ada dalam permainan ini?”. Pramad hanya menatap Kalika. Kalika meneruskan ucapannya, “Biar ku beritau”.

Kalika kembali membelakangi Pramad. Ia mengambil setangkai bunga warna kuning di tangannya, mengangkatnya, agar terlihat Pramad yang berdiri tak jauh di belakangnya, “Ini adalah kau. Kau inginkan Kumud”. Kalika ambil setangkai bunga lagi dari tangan satunya, “Ini adalah Kumud, dia menginginkan Saras”. Ambil setangkai bunga lagi, “Dan yang ini adalah Saras, dan dia menginginkan Kumud”. Kalika menunjukkan bunga terakhir yang ditangan sebelahnya, “Dan yang ini, kau tau yang ini siapa. Ini adalah Kusum, dia menginginkan Saras”. Mulut Pramad sampai terbuka saat mendengar ucapan Kalika. Kalika menoleh ke arahnya lagi, “Dengarkan aku baik-baik, bahkan Kusum pun menginginkan Saras”. Mata Pramad seperti berpikir.

Saraswatichandra episode 202 203 27

Kumud berlari ke teras luar rumah, matanya melihat ke halaman, “Kau dimana Saras, aku tidak tau betapa banyak sudah aku menyakitimu”. Kumud turun ke halaman, “Kusum, aku tidak melihat Kusum”.

Sementara di teras atas, Kusum berdiri dengan sisa air mata, sambil melihat ikat pinggang rantai pemberian Kumud sambil terbayang dimatanya potongan peristiwa, saat Saras salah pasang ikat pinggang yang dikira diikatkan kepinggang Kumud sambil berujar ‘kali ini aku akan mengikatnya dengan sangat kuat, sehingga tak ada apapun yang memisahkannya’. Kusum menaroh ikat pinggang rantai itu di bandul pagar teras atas. Ia mengangkat pergelangan tangannya.

Saraswatichandra episode 202 203 28

Di teras bawah, dihalaman, Kumud juga mengangkat tangan yang sebelumnya sempat menampar Kusum sambil berbicara sendiri, “Ini adalah pertamakali aku menamparnya”. Ikat pinggang rantai yang ditaroh Kusum di bandul teras atas terjatuh tak jauh dari tempat Kumud berdiri.

Kumud menoleh dan melihat yang jatuh itu ikat pinggang rantai miliknya yang sebelumnya berpindah tangan kepemilikan ke Kusum, ia mendongak, di teras atas ia melihat Kusum berdiri sambil mengangkat pergelangan tangan sementara tangan satunya memegang silet. Kumud panik dan berteriak, “Kusum!”.

Saraswatichandra episode 202 203 29

Kumud berbalik, terburu berlari ke dalam rumah, menuju teras atas. Kumud berlari dengan dada sesak, sesampainya di teras atas ia menepis dengan keras tangan Kusum yang memegang silet, hingga siletnya terlempar, sementara tangan Kumud sebelahnya memegang lengan Kusum dengan kuat sambil berteriak, “Apa yang kau lakukan”. Kusum tanpa menatap mata Kumud menjawab, “Membuat Keputusan”.

Kumud dengan wajah masih kaget, “Apa?!”. Kumud yang menunduk dengan air mata mengalir menjawab, “Keputusan terakhir”. Kemudian dengan mata berlinang menatap Kumud, ” Ibu memintaku memilih antara kau dan Saras, dan aku memilih, tapi aku tidak bisa hidup tanpa Saras”. Kusum menangis tersedu, “aku juga bisa mati tanpa dia, hiks. Kenapa kau menghentikanku, seharusnya kau biarkan saja Kak, Kenapa?!”. Kumud mendengar dan melihat Kusum dengan ekspresi, kasihan, kaget, tapi belum tau cara menyadarkan adiknya itu.

Saraswatichandra episode 202 203 30

Di dapur, Guniyal sedang memasak dengan wajah tak bersemangat, ketika Saras masuk, “Bibi, aku harus pulang. Tolong beritau Kumud”. Guniyal menjawab dengan tatap terpana, agak sedih, rasa ga enak, menjawab, “Baik”. Saras mau melangkah keluar, saat Guniyal memanggilnya dan Saras membalikkan badannya lagi, “Saras, apa Kumud mengatakan sesuatu”. Saras menjawab, “Iya, Bi. Tapi ini masalah perasaan seseorang. Dia pasti melakukannya tanpa sengaja. Jadi tolong, aku mohon, ma’afkan Kusum”. Guniyal menarik nafas melihat Saras yang tetap tenang.

Saraswatichandra episode 202 203 32

Di teras atas, Kumud memegang kedua pundak Kusum yang tetap menangis marah, “Kenapa kau menghentikan aku, Kak!”. Kumud memegang pipi Kusum, “Dengarkan, aku, lihat aku”. Kusum tetap aja menangis menggelengkan kepalanya dan menutup mata, “Kenapa??”.

Kumud dengan nada agak tinggi, “Kusum lihat aku! Ini bukan cinta Kusum, Saras tidak mencintaimu”. Kusum menangis dengan membuang pandangannya dari Kumud. Kumud memegang pipi Kusum lagi supaya melihat ke arahnya, “Kusum dia tidak bermaksud untuk bersamamu. Tapi aku, aku ingin bersamanya Kusum”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.