Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud


Kumud yang dari tadi menatap mata Kusum untuk mencari kebenaran, semakin nanap menatapnya, kerut penasaran di keningnya hilang, berganti dengan bengong, berkerut lagi, belum merespon. Kumud masih berdiri terpaku, dunianya seperti berhenti berputar. Kusum akhirnya memeluk Kumud sambil menangis, “Kakak aku jatuh cinta pada Saras”. Kusum menangis terisak di pundak Kumud.

Saraswatichandra episode 202 203 06

Kumud melepaskan pelukan Kusum, ia menatap Kusum dengan tatap nanar, matanya mengeluarkan air mata kesedihan bercampur marah, Kumud menarik nafas, mengangkat tangannya, ‘plak’melayangkan tamparan ke pipi Kusum.

Kusum terpana menatap kakaknya sambil memegang pipi. Kumud menatapnya dengan wajah marah bercampur tangis. Syok melihat ke tangannya yang tadi dipakai menampar, nafas Kumud semakin sesak, ia berlari ke dalam.

Kusum berusaha memanggilnya, “Kak, kakak”. Kusum menangis ketakutan, terisak sendiri, kemudian berlari ke dalam sambil menangis dan berkata, “kakak”.

Saraswatichandra episode 202 203 07

Kumud berlari di lorong rumah, naik ke tangga dengan terus berlari, membuka pintu kamar, berhenti di tengah kamar dengan nafas sesak, kembali melihat tangannya yang menampar Kusum. Menggenggam tanganny itu dengan tangan satunya, mendekap di dadanya sambil terngiang ucapaan Kusum ‘kakak, aku jatuh cinta pada Saras’.

Sekonyang, Kumud tertawa sendiri, mengusap air mata di pipinya. Tertawa, walau nafasnya sesak, kemudian bicara sendiri “Kusum?! Ini tidak mungkin, dia selalu bicara sembarangan dan ibu selalu menegurnya. Haa ak, tanpa berpikir dia bilang, dia mencintai Saras?!”. Kumud tertawa bercampur tangis, menghapus air mata di pipinya, mencoba tidak mempercayai ucapan adiknya.

Kumud kemudian membuka laci bufet di kamar itu, dia menemukan bulu merak dan sobekan kertas undangan yang ditulis Kusum sebelumnya dengan nama pria yang dicintainya dan diinginkannya tertulis di undangan bersama namanya “Saras, Saras, Saras, Saras”. Kumud ternganga, terpana tak percaya pada apa dibaca dan dilihatnya di situ.

Saraswatichandra episode 202 203 09

Saras masuk menemuinya. Kumud langsung memasukkan sobekan kertas undangan dan bulu merak yang dipegangnya ke laci dan menutup laci, kemudian berjalan menghampiri Saras, berbicara tergagap, “Kusum,, aaakkk, Kusum,,,”.

Saras langsung merespon, “ia tanggung jawabku, kau jangan khawatir tentang itu”. Kumud kaget mendengar kata ‘tanggung jawab’. Kumud terpana, ia melihat ke mata Saras, kali ini bukan tatap cinta, tapi lebih ke tatap ketakutan tak akan melihat bayangannya lagi di dalam bola mata itu.

Saraswatichandra episode 202 203 10

Di kamar yang lain, Guniyal sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat perhiasan. Kusum masuk, berlari sambil menangis dan berhenti agak jauh dari ibunya itu. Guniyal memanggilnya, “Kusum, kemarilah sayang, lihatlah perhiasan pernikahanmu. Ini khusus di pesan oleh Kumud”.

Tangis Kusum makin jadi, ia berlari ke ibunya, merebahkan kepalanya kepelukan ibunya, tergugu disitu. Guniyal ragu mengusap kepala Kusum, “Jangan sedih sayang, sebentar lagi, kau akan pergi ke rumahmu, kau akan melupakan semua sakitmu”. Kusum makin kencang tangisnya.

Saraswatichandra episode 202 203 11

Jidat Guniyal mulai berkerut, naluri keibuannya mengatakan kalau itu tangis kesedihan lainu. Ia mendudukkan Kusum yang menangis, menatapnya, “Ada apa Kusum?”. Kusum malah menangis makin keras. Guniyal memegang dagunya, “Kau sudah memberitau Kumud?”. Kusum mengangguk. Mata Guniyal terbelalak.

Pramad memanggil Kumud. Kumud dan Saras yang sedang berbicara, serempak menoleh ke arahnya. Pramad yang berdiri di pintu berbicara lagi, “Kumud aku butuh bantuan”, Pramad mau menunjukkan gulungan kertas yang dibawanya. Kumud menjawab dengan perasaan masih gugup oleh ‘syok Kusum Saras’ yang baru dialaminya, “jangan sekarang, aku akan menemuimu nanti”. Pramad mengangguk dengan senyum tipis, “Baiklah, kalau begitu, aku akan menunggumu”. Pramad menggenggam gulungan yang dibawa dengan kedua tangannya, melangkah pergi.

Saraswatichandra episode 202 203 14

Kumud dengan dada sesak langsung bertanya pada Saras, “Apa maksudnya dia adalah tanggung jawabmu”. Saras sempat berpikir lama, menarik nafas dalam, menjawabnya, “Maksudku, harus ada seseorang yang akan mengurus semuanya, dan Kusum juga”.

Saras mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, menunjukkannya ke Kumud, “berikan ini padanya dan katakan padanya, setiap kali dia merasa berada di ujung jarum, maka serahkan semua hal itu pada Tuhan. Tuhan akan membawa ke jalan-Nya. Ambillah”. Kumud mendengar jawaban dan penjelasan Saras dengan wajah mendung. Saras memberikan tanpa perasaan curiga. Kumud menerima patung kecil itu dan melihatnya.

Kumud, kemudian mengajukan pertanyaan lagi dengan mata berkaca, “Saras, jika aku dan Kusum, terjebak dalam satu masalah. Pada siapa kau berpihak”. Saras menatap mata Kumud, tapi ia tak membaca ‘ketakutan’ di dalamnya, maka dengan tenang ia menjawab, “Kusum”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.