Saraswatichandra: Siapa Pria Yang Kau Cintai, Kusum!


Sinopsis Saraswatichandra episode sebelumnya, Saras akhirnya mengatakan rasa kesal pada Kumud yang lebih memilih mengurus Pramad yang sakit, dibanding memikirkan perasaannya. Kumud sambil menangis menjelaskan kalau Saraswatichandra adalah sumber kekuatannya, & Pertobatan Pramad itu tidak bisa ia bantu, jika Saras tak mendukungnya.

Saraswatichandra episode 200 201 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 200 dan 201, Kusum duduk di teras atas rumahnya, melihat sebuah undangan pernikahannya sambil menangis, dengan membayangkan ucapan Saras sebagai Krisna di drama yang mereka mainkan di upacara pemanasan tanah sekolah SMU Kumud dulu ‘Cintamu yang tanpa pamrih, seharusnya tidak menjadi korban dengan menutup pintu hatiku’. Kemudian Kusum terbayang saat Saras memeluknya, memberikan rasa aman, saat ketakutan setelah di culik orang suruhan Pramad.

Kusum sambil menangis mencoret nama Mohan dan menulis nama pria yang diinginkannya di undangan pernikahan itu. Kusum menuliskan setiap setiap ruang kertas yang masih kosong dengan nama yang diinginkannya. Ia mendengar ada langkah kaki yang menaiki tangga.

Saraswatichandra episode 200 201 01

Dengan buru-buru Kusum menyobek kertas undangan yang udah di orat oretnya itu. Menghapus air matanya, berdiri dengan terburu, hingga ada satu sobekan yang jatuh, terbang di tiup angin. Dia melihat ke arah sobekan kertas yang jatuh itu, belum sempat mengambilnya, ada suara yang menyapa, “Hei Kusum”. Kusum menyembunyikan sobekan kertas undangan di genggaman tangan, diumpetin dibalik selendangnya. Pramad berjalan mendekat ke arahnya, “Kusum, kau sedang apa disini. Bukannya semua orang berkumpul untuk upacara kunyit”.

Saraswatichandra episode 200 201 02

Di teras bawah, Kumud sedang menunggu gelisah, di ayunan, melihat hpnya, melihat ke halaman. Saras yang baru datang, berjalan menuju teras dengan mengapit kado di tangan dan tangan satunya membawa tas berisi rantang kosong makan malam yang sebelumnya diantar bibinya, Dugba.

Saras berjalan dengan mata terus tertuju ke arah Kumud yang memang menunggu dengan gelisah. Saras tak memperhatikan jalan, bahwa disitu tergeletak sobekan kertas undangan yang ditulis Kusum dengan nama calon yang diinginkannya, yang terbawa angin. Sepatu Saras menginjak sobekan tersebut, sobekan kertas itu tertinggal di lantai dan kotor.

Saras terus melangkah, mendekat ke Kumud yang menunggu, soale mereka berdua habis marahan. Kumud menyambutnya dengan ucapan, “Aku merasa lapar”. Saras melihat tas yang di tentengnya, “Aku juga”.

Saraswatichandra episode 200 201 03

Di teras atas, Pramad heran melihat sikap Kusum yang agak ‘aneh’, “Apa kau baik-baik aja Kusum?”. Kusum tak menjawab, semakin menyembunyikan tangannya di balik selendang, bergegas mau pergi. Saat Kusum melewatinya, Pramad menambahkan ucapannya, “Jika kau sedikit bingung, jangan menikah”. Kusum menghentikan langkahnya sambil bertanya maksud ucapan Pramad.

Pramad menjelaskan ke Kusum yang tetap berdiri membelakanginya, “Maksudku, jika suatu hubungan gagal, itu akan sangat menyakitkan. Sebagai contohnya aku dan Kumud, kami berdua menikah, tapi dia tetap saja menyimpan perasaannya pada Saraswati”. Kusum langsung menyanggah, “Kau salah, kakakku masih tetap ingin berkomitmen denganmu, tapi kau mengalahkannya”.

Pramad tersenyum sedih, “Bahkan aku tidak bisa mengenalnya. Kusum, itu sebabnya aku katakan padamu, jangan pernah memainkan sebuah permainan dimana akan berakhir menjadi pecundang. Tolong kau pikirkan baik-baik dan putuskan, karena kau hidup sekali saja, dan hidup itu sangat berharga”. Kusum menelan ludah mendengar petuah Pramad. Matanya sempat berkaca, kemudian berucap, “semua orang sudah menunggu dibawah, ayo pergi”.

Saraswatichandra episode 200 201 05

Di teras bawah, Saras menaroh tas yang ditentengnya di ayunan sebelah Kumud, membuka tutup kotak kado yang dibawanya, mengusap sari (sari yang sebelumnya sebagai hadiah lamarannya pada Kumud) dengan penuh perasaan, tersenyum tipis. Saras melangkah ke hadapan Kumud, “Ma’afkan aku Kumud, aku tau bahwa hubungan kita abadi. Tapi aku telah mengatakan banyak hal tentang Pramad”.

Kumud menjawab dengan wajah dibuat seperti kesal, “tidak hanya itu, kau juga meninggalkan persiapan pernikahan”. Kemudian Kumud menoleh ke Saras dengan senyum malu-malu, Saras dibuat terkesima untuk kesekian kalinya oelah senyum Kumud yang seperti itu. Saras membalas dengan senyum, ia menyodorkan kado yang dibawanya ke tangan Kumud, “Ini untukmu”.

Kumud menerima kado Saras sambil berucap, “ini juga sangat sulit bagiku Saras, tapi kalau kau marah seperti ini, lalu apa yang akan kulakukan selanjutnya”. Saras menatap Kumud dengan tatapan lugu dan mata teduh. Kumud berucap dengan mimik merajuk, “aku membutuhkan dukunganmu. Jangan pergi dariku, jangan pernah jauh dariku”. Saras sambil terus menatap Kumud berkata, “Kumud, aku akan selalu bersamamu”. Kumud tersenyum mendengarnya, Saras tersenyum menatap senyum Kumud.

Saraswatichandra episode 200 201 07

Di lorong rumah, Guniyal membawa tumpukan pakaian sambil berpikir dan bergumam sendiri, “Aku harus mengurus Kusum, jangan-jangan dia tidak sabar untuk momen terakhirnya”.

Sementara itu, Kusum yang turun dari teras atas, setelah mendengar ‘wejangan’ Pramad, berlari disalah satu lorong rumah sambil menumpahkan tangisnya yang tadi tertunda, ia menabrak Danny, yang langsung memegang tangannya supaya tak terjatuh, “Hei, kau habis menangis?!”. Kusum lari, masuk ke kamarnya, Danny mengikutinya, ‘Kusum, ada apa. Kenapa kau menangis”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Siapa Pria Yang Kau Cintai, Kusum!

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.