Saraswatichandra: Sidang Cerai Kumud, Permintaan Terakhir Pramad & Lamaran Saras


Saraswatichandra episode sebelumnya, Kumud sangat tegang. Kumud berada diantara dua pilihan, sakit Pramad dan Pertunangan Kusum. Karena ga tegaan mendengar permohonan ibu mertuanya, ia mencoba melakoni keduanya, walau Saras mengingatkan. Saat keluarganya tau, semua menyalahkan pilihan Kumud, mana sebelumnya Saras sempat berbohong untuk melindungi tindakan Kumud itu.

Saraswatichandra episode 196 197 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 196 dan 197, Pagi hari, Danny yang sepertinya baru bangun tidur, menemui Saras yang sudah berpakaian rapi di ruang tamu rumah mereka. Ia berdiri agak ragu dihadapan kakaknya itu, “Aku harus mengatakan sesuatu”.

Saras menatap heran adiknya itu, “kau sudah berulang kali mengatakannya. Sejak kemarin, kau selalu ingin mengatakan sesuatu. Sekarang bicaralah”. Danny mengumpulkan keberanian, “Kakak aku,,”, baru sampai situ, terdengar bunyi ketukan di pintu. Mereka menoleh, Kalika nongol dengan mendorong pintu sambil mengangkat tentengan dan tersenyum, “sarapan”. Kalika pun melangkah masuk. Danny tetap aja berdiri di depan Saras.

Saraswatichandra episode 196 197 01

Sambil melangkah masuk Kalika memberitau, “Oh ya Saras, Kumud sudah menunggumu di halaman rumah untuk pergi ke pengadilan”. Saras melihat jam, langsung bangkit, “Danny aku sudah terlambat, aku harus ke pengadilan, nanti kita bicara lagi”. Danny tidak mengiyakan, hanya menatap dengan muka terlihat tak bersemangat. Saras buru-buru keluar rumah.

Danny melirik Kalika tak bersemangat, kemudian akan melangkah melewatinya. Kalika menghadangnya, “Hei. Kau marah. Aku datang kesini untuk membantumu”. Danny melangkah, “Aku tidak butuh”.

Saraswatichandra episode 196 197 02

Kalika kembali menghalangi langkah Danny, “Kau butuh. Kau membutuhkan bantuanku. Kau lihatkan, kau melakukan kesalahan. Kau menyadari kalau Kusum telah menolak lamaranmu. Bagaimana jika kau memberitau kakakmu, lalu ia akan berpikir bahwa kau benar-benar tidak mencintai Kusum, tapi kau tergila-gila”.

Danny tetap dengan wajah tanpa semangatnya, “Letakkan sarapannya dan pergi dari sini”. Danny melangkah ke ruang dalam meninggalkan Kalika di ruang tamu. Kalika membalikkan badannya ke arah Danny masuk sambil berbicara sendiri, “Bagaimana aku meninggalkan tugas penting yang belum selesai. Tidak”. Kalika tersenyum dengan rencananya.

Saraswatichandra episode 196 197 05

Di halaman rumahnya, Kumud mondar-mandir, menengadah, menarik nafas. Saras yang baru sampai, memperhatikan dan menegur, “kumud, kau gugup”. Kumud menoleh. Saras menghampirinya lebih dekat. Kumud menjawab, “sedikit”. Saras bertanya, “Tapi kenapa. Hari ini kau akan memenangkan pertempuran untuk harga dirimu. Hari ini kau harus memiliki rasa percaya diri yang penuh Kumud”.

Kumud menunduk, tangannya saling menggenggam dengan gelisah. Saras menguatkan lewat ucapan dan tatapannya, “Kita akan menempuh jalan bersama-sama, kau tidak akan pernah pergi sendirian. Janji”. Kumud mengangguk tersenyum, “Janji”.

Saraswatichandra episode 196 197 05a

Kumud membuka telapak tangannya ke hadapan Saras, “Kau juga harus janji padaku, kau tidak akan mengambil keputusan apapun sendiri, kau akan bertanya dulu padaku”. Saras menaroh tangannya dengan posisi menutup di telapak tangan Kumud yang terbuka, menggenggamnya erat sambil mengucapkan , “Janji”. Kumud menatap Saras sambil tersenyum manja, “Ingat itu”. Saras mengangguk.

Mata Saras menatap tersenyum, “Tunggu sebentar”, ia mengeluarkan pulpen dari kantong celana, membuat simbol senyum di telapak tangan Kumud. Kumud melihatnya, menggenggam simbol senyum itu erat, membawa genggaman tanagnnya ke dada, menarik nafas dalam seakan ingin mengisi dadanya penuh dengan senyum, menatap Saras. Saras bertanya, “Apa kau masih gugup juga”. Kumud menjawab dengan gelengan kepala.

Saraswatichandra episode 196 197 06

Danny masih berkalung handuk di lehernya, selesai mandi, berdiri heran saat ke ruang tamu, Kalika masih aja disitu, menata makanan yang dibawanya di meja, “kau masih belum pergi juga”.

Kalika tersenyum. Ia langsung berdiri mendengar pertanyaan Danny, “Siapa yang bisa memahamimu lebih baik dariku, sebelum kau mencapai tujuanmu aku tidak akan merasa lega. Aku akan tetap membantumu”. Kalika membungkuk mengambil piring makanan.

Danny membelakangi Kalika, “Ayolah. Aku bisa menangani masalahku sendiri”. Kalika berbicara dengan nada serius, “Kau yakin Kusum jatuh cinta padamu?!”. Wajah Danny terlihat tegang. Kalika menghampirinya, ” Kalau begitu, buktikanlah. Paksa dia untuk mengakuinya, dan setelah itu tidak perlu menjelaskannya. Cinta adalah penyakit menular, dia menyebar dengan cepat”.

Saraswatichandra episode 196 197 08

Danny mulai terlihat memikirkan ucapan Kalika. Kalika semakin ‘mengisinya’, “Kau tau kan, disini semua orang jatuh cinta”. Danny sepertinya mulai terpengaruh, Kalika memperhatikan ekspresinya, kemudian melangkah menaroh piring berisi makanan di meja di hadapan Danny berdiri. Karena posisi Danny berdiri dibelakangnya, saat menaroh makanan di meja itu, Kalika tersenyum. Kemudian membalikkan badan, melewati Danny yang masih berdiri kaku dengan tinju terkepal menandakan semangat.

Di belakang Danny, Kalika berhenti sebentar, menoleh dan membathin ke arah punggung Danny, ‘Semoga kau memikirkan apa yang kukatakan tadi. Supaya kau tidak terluka Danny’. Kalika tersenyum sendiri, ‘permainan ini segera akan dimulai’. Wajah Kalika mendadak serius dan cemas, ‘tapi, apakah Danny akan melakukannya?’. Virus cinta yang merasuki hati Danny akankah tersebar.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Sidang Cerai Kumud, Permintaan Terakhir Pramad & Lamaran Saras

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Sumber Kekuatan Kumud & ‘Pertobatan’ Pramad | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s