Saraswatichandra: Penyakit Pramad & Simbol Cinta Kebahagiaan


Saraswatichandra episode sebelumnya, Kumud selamat dari kecelakaan. Dokter yang memberikan pertolongan sudah menyerah pada kehendak Tuhan, tapi akhirnya Kumud ‘kembali’ dari kematian berkat janji-janji Saras yang diucapkannya sepenuh hati disamping tubuh Kumud yang sudah diambang kematian.

Saraswatichadra episode 188 189 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 188 dan 189, Kusum terlihat kurang senang mendengar informasi lamaran untuknya yang disampaikan Chandrika. Kumud menegurnya, “Kusum kenapa kelihatan wajahmu marah. Kusum berusaha tersenyum, walau senyum yang diperlihatkan tetaplah senyum sumbang. Guniyal terlihat ikut cemas.

Kumud memberi pendapatnya lagi, “Pelamarnya dari keluarga bibi, jadi jangan khawatir. Kami tidak akan menikahkanmu, tanpa berfikir lebih dulu Kusum”. Saras menambahkan ucapan Kumud, “kami tidak hanya akan bertanya, kalau dia memang ingin menikahi Kusum, maka dia harus melewati tes yang benar-benar sulit”. Saras mengucapkan semua itu memposisikan diri sebagai orang terdekat Kumud. Sementara Kusum melihat ke Saras tetap dengan tatapan ke kaguman penuh cinta 😛 .

Saraswatichadra episode 188 189 01

Chandrika yang berdiri di sebelah Kumari, memberi informasi tambahan, “Kusum, mungkin sekarang kau merasa cemas ya. Tapi saat kau bertemu orangnya, aku yakin kau pasti akan merasa senang”. Kusum tersenyum tipis. Chandrika melanjutkan ucapannya, “Pria itu seperti seorang pangeran”. Kusum malah melirik kearah Saras yang ikut tersenyum bahagia mendengar informasi Chandrika.

Chandrika menambahkan informasinya pada Guniyal, “Kakak ipar, dia berasal dari tempatku. Dia memang lebih tua dari Kusum, usianya 29 tahun. Tapi dia itu orang yang sangat baik. Dia pergi keluar negeri untuk meraih gelar dokter. Ia seorang ahli jantung”. Semua keluarga tersenyum senang, Kusum menahan nafasnya dalam liriknya memperhatikan Saras. Kalika mengawasi ekspresinya.

Saraswatichadra episode 188 189 03

Kumari mengomentari lamaran untuk Kusum itu dengan nada ceria, “Kusum, dia dokter jantung, jadi akan mudah bagimu untuk mengobati masalah hati”. Saras tersenyum sangat senang mendengar ucapan Kumari tersebut, Kusum yang dari tadi memang melirik Saras, berharap ada sedikit ekspresi kecewa diwajah itu, justru tidak seperti yang diharapkannya. Kusum kesal dan meninggalkan ruangan.

Kumari bertanya dan membuat kesimpulan sendiri atas sikap Kusum itu, “Mau kemana Kusum. Dia bahkan belum melihat orangnya tapi sudah merasa malu”. Kumud tersenyum mendengarnya. Guniyal kembali terlihat berwajah cemas atas sikap putri keduanya itu.

Saraswatichadra episode 188 189 04

Dugba berkata pada Saras, “Saras, kemejamu ada nodanya *Saras lihat noda di bajunya*, gantilah bajumu dulu, akan kuberikan baju yang lain untukmu”. Saras menatap Kumud, Kumud menunduk memperlihatkan wajah baik-baik saja. Saras mengangguk kemudian keluar ruangan. Kalika terlihat tersenyum sambil berpikir.

Vidyachatur meminta keluarganya untuk membiarkan Kumud istirahat. Guniyal mengiyakan, Keluarga meninggalkan Kumud sendiri di kamar. Kumud mengatur posisi tangannya yang di perban di atas bantal. Menyandarkan kepalanya ke kepala tempat tidur, mencoba memejamkan matanya.

Saraswatichadra episode 188 189 05

Di lorong rumah, Kalika sedang bergegas, “Kusum, rumah ini sangat besar dan aku sangat takjub. Hmm, mau kah kau memberikan baju ini pada Saras, aku harus menyiapkan sup untuk Kumud”. Kusum mengangguk dan menerima baju dari tangan Kalika dengan mata tertunduk. Kalika tersenyum, ‘umpannya’ terpasang ke kail. Kalika jalan dari situ, Kusum memegang baju Saras itu dengan penuh perasaan.

Saras lewat sambil melepaskan kancing baju di lengannya, tak memperhatikan sekitar, menarik baju dari pinggangnya, terus menuju kamar. Kusum yang sedang memegang baju ganti untuk Saras dengan perasaan itu melihatnya. Ia mengikuti Saras dari belakang.

Saraswatichadra episode 188 189 06

Saras masuk kamar sambil tersenyum senang, lega, sambil terus membuka kancing bajunya. Kusum memperhatikan di ambang pintu dengan tatap cinta. Saras membuka bajunya, Kusum mengatur nafasnya sendiri saat melihat otot lengan, punggung Saras dari belakang, ia masuk tanpa mengetuk pintu. Saras tak menyadari keberadaannya.

Kusum sudah berdiri di belakang Saras, ia masih ragu-ragu antara mengikuti kata hatinya. Saat matanya melihat memar dipunggung Saras, tangannya spontan terangkat mau menyentuh memar itu bermaksud memindahkan sakit luka Saras itu ke dirinya sendiri.

Saraswatichadra episode 188 189 07

Saras membalikkan diri dengan kaget, “Kusum!”. Kusum tergagap, “Aaa, punggungmu terluka”. Saras meraih bajunya yang sudah ia lepas dan ditaroh di tempat tidur, mau dipasang lagi, “Iya, aku akan mengurusnya nanti”.

Kusum menyerahkan baju ganti yang dibawanya. Saras mengucapkan terima kasih dan buru-buru memasangnya sambil melirik Kusum dengan risi. Kusum mengambil baju Saras yang kena noda, “aku akan mencuci bajumu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Penyakit Pramad & Simbol Cinta Kebahagiaan

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Pramad Memohon Ma’af Kumud, Danny Mengatakan Cinta | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s