Shakuntala: Panglima Aditya ‘Keras Kepala’ Demi Ma’af


Shakuntala episode sebelumnya, di ashram Rishi Kanva, Panglima Aditya meminta ma’af pada Shakuntala, sementara Gauri mengingatkan Veer untuk memanggilnya Gauri saja tanpa embel-embel Tuan Putri.

Shakuntala episode 42 #41 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 42 #41, Shakuntala datang terburu-buru ke ruang makan dan berbisik pada Pryamvada yang sedang membawa bakul roti, melayani makan siang anggota ashram. Shakuntala berbisik kalau Panglima Aditya datang.
Tapi Pryamvada tidak ngeh dengan bisikan Shakuntala. Ia justru meminta Shakuntala untu berbicara yang jelas. Suara Pryamvada yang agak keras itu justru menarik perhatian Rishi Satanand, Gautami dan Karan untuk melihat ke arah mereka.

Shakuntala episode 42 #41 01

Shakuntala akhirnya ngelesh, “Aku bilang kalau rotinya ini kurang hangat. Pergilah hangatkan lagi”. Pryamvada pun jalan mau menghangatkan roti. Shakuntala kemudian membawa roti lain untuk dia hidangkan. Ia memulai dari urutan Karan duduk, dan mulai berbisik-bisik, “Panglima Aditya”. Karan ga ngeh, justru bertanya, “ada apa”. Shakuntala memberi tau pelan lagi.

Gautami berdiri ke samping duduknya Rishi Satanand dan menyuruh Shakuntala, “Shakuntala tolong ambilkan daun basil untuk Kak Satanand”. Shakuntala menyanggupi. Dia kemudian memutar melayani makan siang anggota ashram lainnya lagi. Sampai di depan Karan, setelah melirik Rishi Satanand dan Gautami, dia berbisik lagi, “Kau pergilah ke kolam”.

Shakuntala episode 42 #41 02

Karan dengan heran bertanya, “kenapa, kau harusnya memberi makan hewan-hewan itu. Jadi kau memberi makanku untuk melakukannya”. Shakuntala berusaha menjelaskan ke Karan dengan mimik minta dipahami.

Rishi Satanand dan Gautami memperhatikan sikap Shakuntala, mereka saling lirik. Karan masih heran, “Kau kan tidak suka kalau orang lain yang memberi makan”. Shakuntala menggerakkan mulut dan mimiknya supaya Karan mengerti.

Rishi Satanand akhirnya bertanya, “Ada apa Shakuntala”. Shakuntala kelihatan takut, ia melirik Karan, Rishi Satanand bertanya lagi, “Ada masalah apa”. Gautami terlihat menunggu jawaban Shakuntala juga.

Shakuntala membuat sikap sewajar mungkin, “Oh, tidak ada masalah. Aku hanya menyuruh Karan untuk pergi ke kolam, *Karan ngelihat Shakuntala dengan mulut ternganga heran*, dan membeli makan bebek”. Karan, Rishi Satanand dan Gautami bingung dengan ucapan Shakuntala.

Shakuntala yang grogi memperbaiki, “tidak, maksudku adalah Karan pergi ke kolam untuk memberi makanan bebek. Aku, aku akan mengambil kue dulu, rasanya enak sekali”. Shakuntala berdiri. Karan yang bingung melanjutkan makannya. Rishi Satanand saling lirik dengan Gautami.

Shakuntala episode 42 #41 03

Di hutan, Gauri dan Veer sedang berjalan. Gauri berjalan sambil menyabet semak-semak di kiri kanan jalan dengan ranting yang dipegangnya, kadang ayunan ranting ditangannya diiringi dengan lompatan kecil.

Ia melakukan itu sambil bercerita, “saat aku kecil, kapanpun aku pergi berjalan-jalan ditaman istana, aku selalu melakukan ini. Tapi setelah aku besar, aku tidak diijinkan untuk melakukannya”. Veer menatap Gauri yang terlihat bahagia dengan tatap senyum.

Gauri menghadap Veer,”Kau pernah melakukannya”. Veer mengatakan tidak pernah. Gauri menyuruhnya mencoba sambil menyerahkan sebatang ranting. Veer pun mulai mengayunkan ranting tersebut dengan keras.

Gauri bersuara lagi, “Saat kecil, anak lelaki tidak pernah dilarang ya, *Veer tersentak*, Saat kita kecil, ayah tidak pernah melarang kakak melakukan apapun, beliau selalu menuruti kemauannya”.

Shakuntala episode 42 #41 04

Veer yang mendengar cerita Gauri, justru terbayang masa kecilnya saat berusaha memohon pada ayahnya, “Ayah jangan tinggalkan aku”. Ayahnya tetap berusaha melepaskan pegangan tangannya, sementara ia sambil menangis mencoba mengejar dan meluluhkan hati ayahnya, “Ayah, aku tidak akan pernah mengganggu ibu tiri lagi. Tolong bawalah aku pulang ayah”.

Ibu tirinya yang sebelumnya berdiri di balik tiang tembok muncul sambil mengatakan, “aku tidak tahan lagi padanya. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Ia anak pembawa sial, pokoknya, aku tidak mau kalau ia ada di rumahku”. Ayahnya langsung melepaskan tangannya dari genggamannya, dan pergi meninggalkannya yang berteriak-teriak memanggil, ayah, ayah.

Shakuntala episode 42 #41 05

Veer meluapkan emosi ingatan masalalunya itu dengan mengayunkan ranting ditangannya dengan kuat. Ia merasa sedikit lega. Baru juga menarik nafas, Gauri sudah menyambung ceritanya lagi, “kau tau, sejak kecil kakak juga pergi ke ashram sepertimu”. Veer menatap Gauri. Gauri menghentikan ayunan rantingnya dan melihat ke Veer dengan wajah senang, “maksudku kami terpisah selama bertahun-tahun. Tapi ashram pasti menyenangkan ya. Tidak ada yang melarangmu. Kau bisa berbuat apapun yang kau suka”.

Veer yang sudah siap mengayunkan ranting ditangannya, jadi terhenti mendengar pernyataan Gauri dengan wajah bahagia itu. Veer mengingat masalalunya di ashram saat kecil, tak ada kenangan bahagia yang bisa diingatnya, sedang ngepel, sambil di intimidasi. Veer mengayunkan ranting ditangannya dan mulai menyabet semak-semak di sampingnya dengan penuh luapan emosi.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Panglima Aditya ‘Keras Kepala’ Demi Ma’af

  1. Ping-balik: Shakuntala: Dua Kekasih Saling Bertemu dalam Dunia Cinta | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.