Shakuntala: Panglima Aditya Meminta Ma’af. Veer, ‘Gauri’, Tanpa Tuan Putri


Sinopsis Shakuntala sebelumnya, Dushyant telat sampai di kuil, ia hanya melihat serakan bunga dari kalung Shakuntala di lantai kuil, menandakan pemiliknya sangat kecewa menunggu. Sementara itu, Gauri memutuskan, selama dihutan ia bukanlah Tuan Putri Gauri & Panglima Veer diminta memperlakukannya seperti gadis biasa.

Shakuntala episode 41 #40 00

Sedangkan sinopsis serial Shakuntala episode 41 #40, Shakuntala yang menangis sambil terduduk memeluk lutut dan mengunci diri di pondoknya, mulai mengangkat wajahnya dan matanya melihat bayangannya di wadah air mawar di depannya.

Shakuntala episode 41 #40 02

“Shakuntala apa yang terjadi padamu, seberapa jauh kau mengenalnya. Dia hanya teman yang baru kau temui, jadi dia datang atau tidak, kenapa menjadi hal yang penting. Memangnya dia itu siapa, sampai kau harus menangis untuknya. Dia bukanlah siapapun, dia tidak berarti apapun bagimu, dia tidak penting, *terisak* Dia tidak penting Shakuntala, dia bukan siapapun”. Shakuntala mengusap air mata di pipinya dan berdiri.

Sementara di gubuk, di hutan. Gauri masih tertawa bersama Veer. Ia senang melihat Veer tertawa untuk pertama kalinya itu. Veer langsung berwajah serius, Gauri mengatakan tak masalah kalau Veer tak bisa selalu tertawa, tapi wajah yang ditunjukkannya jangan terlalu serius.

Shakuntala episode 41 #40 03

Kemudian Gauri meminta Veer untuk bercerita, “Baiklah, bagaimana kalau kau cerita tentang dirimu, sejauh ini yang kutau tentang dirimu adalah, kau ini panglima kepercayaan kakakku, kau sangat bertanggung jawab dan kau tak tau cara membuat tramvoli”. Gauri tertawa, Veer tersenyum melihatnya.

“Katakan darimana asalmu, dimana orangtuamu”, pinta Gauri. Veer langsung kembali berwajah kaku, rahangnya terlihat mengeras, dimatanya terbayang saat kecil tangannya dipukul oleh seorang wanita sambil dikatai, “kau tidak becus melakukan apapun, beginikah caramu mencuci baju, kau merusak semua baju baruku. Hanya ada satu cara untuk menyingkirkanmu, aku akan memberitau ayahmu untuk mengirimmu ke panti asuhan”. Veer kecil saat itu hanya bisa menangis.

Shakuntala episode 41 #40 04

Saat inipun di depan Gauri, matanya berkaca-kaca. Ia tak mendengar Gauri yang sudah memanggilnya berkali-kali, “Panglima Veer, Panglima Veer! Ada apa? Apa yang kau pikirkan. Katakan, dimana orangtuamu”. Veer sempat gelagapan.

Kemudian dengan tatapan kosong Veer memberitau, “mereka sudah tiada”. Gauri tertunduk. Dengan suara serak Veer berkata lagi, “Aku yatim piatu. Tetaplah disini, aku akan mencari prajurit kita. Aku sudah lebih baik sekarang”. Veer melangkah mengambil senjatanya, Gauri sempat terpana dalam sedih begitu tau sedikit tentang Veer.

Shakuntala episode 41 #40 05

Saat Veer sudah di pintu gubuk, Gauri mencegahnya, “tidak! tidak bijak keluar dalam cuaca panas seperti ini. Kita mencari mereka nanti malam saja”. Veer mengingatkan, “tapi saat malam”.

Gauri langsung memotong ucapan Veer yang sedang menatapnya dengan terpana, “saat malam tidak akan sepanas ini. Jikau kau keluar dan nanti kau pingsan, kau tidak akan tau kan, mungkin akan ada singa datang dan memangsamu”. Gauri mengangkat dua tangan yang seperti siap menerkam di samping wajahnya yang juga mencontohkan ekspresi singa mau menerkam sekaligua dengan suara aum-aum.

Shakuntala episode 41 #40 06

Veer tersenyum melihat lelucon yang ditunjukkan Gauri. Kemudian mereka tertawa lagi. Veer menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulah Gauri.

Di ashram, Dushyant terlihat sudah diatas dinding pembatas ashram, ia memperhatikan dengan seksama situasi di sekitarnya. Setelah dirasa aman, dia melompat turun. Kemudian berjalan mengendap ke arah gerbang ashram, tapi kemudian berpikir lagi, matanya melihat ke arah pohon tinggi di depannya.

Ia sepertinya menemukan ide, dan terlihat sudah berada di ketinggian pohon sambil mengawasi situasi ashram dari situ. Matanya mencari.

Shakuntala episode 41 #40 08

Shakuntala muncul di hadapan teman-temannya yang sedang sibuk menyiapkan makan siang. Ia meminta daun yang dipegang Pryamvada biar dia yang mengerjakan, kemudian Shakuntala menaroh dau-daun tersebut di bangku-bangku kecil yang berfungsi sebagai ‘meja’ makan masing-masing orang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan