Shakuntala: Tuan Putri Kerajaan, Gauri & Panglima Veer


Anhusuya mengingatkan Karan, “tidak perlu bersusah payah begitu, Kalau kau berdiri di depan kami saja, kami pasti akan tertawa”. Shakuntala dan Pryamvada ikut tertawa mendengar ucapan temannya itu. Karan ikut tertawa melihat tawa Shakuntala. Tapi setelah itu wajah Shakuntala kembali tertunduk lesu.

Shakuntala episoe 40 #39 21

Saat mau menuju gerbang keluar, terdengar suara tapak kaki kuda menuju arah mereka, ada sedikit harapan di wajah Shakuntala dan teman-temannya. Mereka berdiri dengan sikap menunggu, tapi begitu si penunggang kuda muncul dan melewati merekan, ternyata bukan orang yang mereka harapkan. Shakuntala kembali tertunduk sedih dan kembali berjalan diikuti teman-temannya.

Shakuntala dan teman-temanya memilih belokan jalan yang menuju ashram, Dushyant muncul di gapura gerbang kuil dengan kudanya. Ia memperhatikan sekitarnya, tapi ke arah berlawanan dari yang dituju Shakuntala. Shakuntala sempat menoleh ke belakang saat ia mendengar tapak kuda, tapi Dushyant yang terburu-buru, sudah lewat dari jangkauan penglihatan Shakuntala.

Shakuntala episoe 40 #39 22

Dushyant sampai di kuil, ia melihat ke sekeliling, sudah tak ada siapa-siapa. Ia menaiki tangga, memberi hormat di simbol Shiwa, di area itu juga kosong. Dushyant kembali ke pelataran. Memeriksa setiap sudutnya, tak ada orang yang sangat ingin di temuinya itu. Dushyant tertunduk lemas, tiba-tiba matanya melihat rontokan bunga dilantai, ia tau itu milik Shakuntala yang pasti sudah sangat kesal menunggunya.

Dushyant jongkok, dengan sangat hati-hati, ia mengumpulkan bunga-bunga tersebut satu persatu, kemudian melihat bunga ditangannya itu dengan wajah sedih dan perasaan sesal.

Shakuntala episoe 40 #39 23

Di pondok, Veer dan Gauri selesai makan. Veer beranjak mau mencuci tangannya. Gauri menduhuluinya mengambil air tempat cucian tangan, “ayo, cuci tanganmu”.

Veer merasa tidak enak, “tuan putri kenapa tuan putri”. Gauri dengan tersenyum meminta Veer diam dan ikut aja. Veer pun menyodorkan tangannya, Gauri menuangkan air untuk mencuci tangan Veer sambil berkata, “aku sudah memutuskan, selama kita berada di hutan, aku bukan seorang putri, dan kau bukan panglima ku. Karena itu perlakukan saja aku seperti gadis biasa. Itu perintah dariku”. Veer menoleh ke arah Gauri saat mendengar kalimat terakhir itu. Gauri pun menyadari kekeliruannya, minta diperlakukan seperti gadis biasa, tapi ujungnya tetap ada kata ‘perintah dariku’, gimana bisa. Mereka pun tertawa.

Gauri senang melihat wajah Veer dan memberikan komentarnya, “baru kali ini aku melihatmu tertawa seperti itu”. Gauri kemudian membasuh tangannya sendiri, “kau harus selalu seceria ini”. Wajah Veer kembali kaku. Gauri bingung dan berkata, “tapi kalau tidak pun, itu tidak masalah, tapi janganlah seserius itu”. Veer tersenyum tipis, ia menatap Gauri.

Shakuntala dan teman-temannya sudah sampai di ashram. Anhusuya berkata, “apa kau tau kenapa Panglima Aditya tidak datang ke kuil”. Karan heran, “kenapa”. Anhusuya memberitau, “karena Pangeran Dushyant memberinya banyak pekerjaan”. Karan tersenyum, Shakuntala menyimak dengan mimik serius.

Shakuntala episoe 40 #39 25

Anhusuya melangkah ke depan temannya, menirukan gaya oranga-orang kerajaan, “kadang-kadang, ambilkan aku air hangat. Kemudian ia memintanya mengambilkan air mawar dari dalam hutan”.

Shakuntala tersenyum mendengarnya, melihat itu Karan semangat menambahkan cerita Anhusuya, “dan ketika Panglima Aditya sudah bersusah payah untuk memenuhi keinginan dari Pangeran Dushyant, permintaannya malah ditambah dari permintaan dari putri Kalki,dan katanya seperti ini, *Karan menirukan desahan sok seksi Kalki*, Panglima Aditya pergilah, ambilkan gaun sutraku dan perhiasanku, sekaligus sandal dan sepatuku”. Teman-temannya langsung tertawa melihat aksi kocak Karan. Shakuntala tersenyum. Karan menambahkan, “Dan Panglima Aditya yang malang itu, pasti tidak menyadari bahwa matahari telah terbit”.

Shakuntala episoe 40 #39 26

Shakuntala berkata, “lebih baik sekarang kalian siapkan makanan dulu, nanti aku akan menyusul”. Shakuntala ke pondoknya, menutup pintunya, memasang palang pintu dari dalam, dan langsung tersedu, terduduk mengeluarkan tangis yang sudah tertahan dari tadi.

Satu respons untuk “Shakuntala: Tuan Putri Kerajaan, Gauri & Panglima Veer

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.