Shakuntala: Tuan Putri Kerajaan, Gauri & Panglima Veer


Karan terpikir sesuatu, “Hei, kenapa kau marah, tadi kau sendiri yang bilang, mungkin saat ini Dushyant sedang memberinya sebuah pekerjaan. Apa bedanya kalau kita menunggu sebentar lagi, tidak masalah”.

Shakuntala episoe 40 #39 09

Shakuntala membantah ucapan Karan, “itu berbeda, sangat berbeda Karan. Kita takkan bisa pergi ke lembah biru, karena sudah tidak ada waktu untuk pergi ke sana, dan darimana kita dapatkan daun apel hutan. Bukankah kita juga harus segera kembali ke ashram, kita harus tiba sebelum makan siang”.

Karan mendengar semua ucapan Shakuntala, awalnya sedikit tersenyum, kemudian memaklumi, terakhir kaget saat melihat Shakuntala sambil menangis mengatakan, “kalau dia tidak mau datang, kenapa dia harus berjanji palsu padaku”.

Karan menawarkan solusinya, “kau benar Shakuntala, kau tunggu disini, aku akan memohon kepada dewa Shiwa”. Shakuntala mengusap air matanya.

Shakuntala episoe 40 #39 10

Di tenda, Kalki dan Mritunjay menerima sungkeman dari masyarakat yang berkunjung ke perkemahan Dushyant. Wajah Kalki terlihat cemberut di sebelah Mritunjay.

Dua teman Dushyant tersenyum menyaksikannya. Kalki menggerutu, “tanganku sampai pegal mengucapka selamat berpisah pada mereka, saat mengagumi diriku sendiripun tidak selama ini”. Dua teman Dushyant semakin tertawa mendengar gerutuan Kalki.

Kepala Desa mengucapkan terima kasih untuk jamuan makan siang, “Sampaikan rasa terima kasih kami pada Pangeran Dushyant, kami sangat senang. Sampaikan salamku padanya, kami akan datang kembali untuk bertemu dengannya”. Kepala desa pamit.

Kalki semakin cemberut, “kita yang memberi makan, kita yang memberi salam pada mereka. Tetap saja mereka menyampaikan terima kasih kepada Dushyant, ngghuahhh”. Dua teman Dushyant ngakak. Kalki dan Mritunjay langsung melirik mereka. Dua teman Dushyant memilih masuk tenda, dari pada kena tumpahan kekesalan.

Kalki langsung merepet ke kakaknya, “Kau yang bertanggung jawab atas semua ini kak. Kau bilang akan menghentikan Dushyant, tapi dia malah pergi untuk menemui anak Rishi itu. Dan dia menyuruh kita menerima penduduk desa”.

Shakuntala episoe 40 #39 11

Mritunjay tak terima, ia berkata, “aku sudah berusaha, tapi dia membalikkannya, bagaimana lagi”. Kalki berkata tegas, “Kakak, aku mohon, berhentilah membuat rencana. Setiap kau berusaha membuat rencana, selalau berbalik mengenai kita”.

Mritunjay memberitau prediksinya, “tidak seperti itu juga, Dushyant pergi sudah sangat telat, saat Dushyant sampai disana, Shakuntala pasti sudah pergi”.

Kalki malah meradang, “jangan menganggap dia seperti itu. Dia pasti akan menunggu Dushyant sampai kapanpun. Setibanya disana, dia pasti akan merayu Dushyant habis-habisan. Dan dushyant, pasti akan jatuh ke dalam rayuannya, dan akan termakan oleh pesona gadis itu, iihhhhh”.

Mritunjay memberikan pendapatnya, “dibandingkan dirimu, aku lebih tau gadis itu. Gadis itu sombong, aku yakin, dia takkan menunggu lama disana”. Kalki heran, “kenapa, apa dia tidak tau, bahwa pria yang menyukainya adalah calon raja Hastinapura. Hanya orang bodoh saja yang melepaskan kesempatan sebesar itu”.

Mritunjay menenangkan adiknya itu, “yang sudah berlalu biarkan berlalu, kita lupakan”. Kalki masih meradang, “bagaimana aku bisa lupa Kak, ini tentang masa depanku. Aku tidak akan membiarkan kisah cinta ini berlanjut”.

Shakuntala episoe 40 #39 12

Dushyant masih memacu kudanya.
Di kuil sudah mulai sepi, Shakuntala masih berdiri ke arah pintu masuk kuil, sambil terus mencari dengan matanya, berharap Panglima Aditya muncul. Dua temannya menghampirinya dan memberikan pendapat :

Anhusuya: “Aku rasa dia tidak akan bisa datang, aku rasa dia sibuk akan sesuatu”.
Pryamvada: “aku rasa dia sengaja tidak datang, karena dia hidup dengan seorang pangeran, gaya hidupnya pasti sama dengan gaya orang-orang di istana. Mana mungkin dia mau bersusah payah untuk orang-orang biasa seperti kita. Di perayaan Holi, dia sedikit akrab dengan kita, sifat sebenarnya bukan seperti kita, aku yakin sekali. Sifat aslinya sudah muncul hari ini”.

Shakuntala episoe 40 #39 13

Anhusuya langsung menyikut Pryamvada dan menyuruh berhenti berbicara dengan isyarat tangan, “husst”. Shakuntala diam aja sambil terlihat berpikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Shakuntala: Tuan Putri Kerajaan, Gauri & Panglima Veer

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.