Shakuntala: Tuan Putri Kerajaan, Gauri & Panglima Veer


Shakuntala episode sebelumnya, Dushyant akhirnya selesai bersiap untuk menepati janji pada Shakuntala, walau tidak tepat waktu tapi ia bertekat, ‘tak ada yang bisa menghentikan Dushyant‘. Kalki dan Mritunjay berusaha menghalangi, mereka mendatangkan penduduk desa setempat. Kemudian dengan gaya dibuat ‘anggun’ mengingatkan Dushyant bahwa bagi calon raja Hastinapura tak ada yang lebih penting selain rakyat.

Shakuntala episoe 40 #39 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 40 #39, Dushyant merespon pernyataan Kalki bahwa itu sangat benar. Makanya sebagai seorang Pangeran Hastinapura ia memerintahkan Kalki untuk menjamu tamunya itu dengan baik, sementara dia akan menyelesaikan urusannya yang lain. Kalki tak bisa berkata-kata, hanya bisa saling pandang dengan kakaknya Mritunjay dengan mimik menahan kesal.

Dushyant melepaskan kalung bunga yang diterimanya dari kepala desa, menyerahkan ke temannya, kemudian undur diri dengan menaiki kudanya. Dushyant melirik Kalki yang terlihat menyembunyikan rasa kesalnya, ia kemudian memacu kudanya.

Shakuntala episoe 40 #39 01

Di kuil, Shakuntala sudah memulai ritual pemujaannya. Karan memperhatikan semua gerak geriknya. Selesai menyiramkan air suci ke simbol Shiwa, Shakuntala memberi salam doa, kemudian melangkah meninggalkan tempat pemujaan itu.

Teman-temannya melihat dengan matanya. Shakuntala berjalan ke luar kuil sambil terus mencari dengan matanya. Teman Shakuntala yang sedang melakukan pemujaan yang bingung, mendapat isyarat Karan biar dia aja yang keluar menemui Shakuntala.

Shakuntala episoe 40 #39 02

Di luar kuil, Shakuntala mulai terlihat kecewa, ia memelintir ujung selendangnya sambil terbayang ucapan Aditys sebelumnya ‘jika kau mau aku akan membawamu ke lembah biru sebelum pergi ke kuil dan ambil daun apel hutan. Kau bisa buat permohonan sebanyak yang kau inginkan’. Mata Shakuntala meredup, air mata mulai mengambang disitu, menahan kekecewaan.

Di pondok, Veer duduk menatap Gauri yang tertidur menyandar ke dinding pondok. Ia tersenyum melihat wajah Gauri yang terlihat damai dalam tidurnya. Bunyi jendela pondok tertiup angin membangunkan Gauri, Veer menundukkan pandangannya. Gauri melihat Veer yang salah tingkah dan menanyakan, “apa aku tertidur”.

Shakuntala episoe 40 #39 03

Veer malah menanyakan keadaan Tuan Putrinya itu. Gauri dengan lembut menatap Veer, “seharusnya, aku yang bertanya padamu. Kau lah yang sedang sakit, kenapa kau membiarkan aku tidur”. Veer bertanya lagi, “rasa sakit di kaki tuan putri apa sudah berkurang”.

Gauri melihat kakinya yang sebelumnya terluka, kini sudah terbalut dengan baik. Gauri kembali melihat Veer, “apa yang kau lakukan”. Veer menjelaskan, “kaki tuan putri terluka parah, jadi,, “, Veer menunduk. Gauri menjelaskan maksud ucapannya tadi, kenapa kau bersusah payah seperti itu, aku baik-baik saja. Gauri mau berdiri, ia mengaduh kesakitan.

Shakuntala episoe 40 #39 04

Veer memberitau, “jangan bangun dulu tuan putri, kalau tuan putri memaksakan diri, lukanya akan semakin dalam. istirahat saja disini, aku akan ambilkan makanan”. Veer bangun. Gaury sempat bingung dengan mengucapkan, “tapi makanannya,,”. Veer melanjutkan memasukkan bahan terakhir ke makanan di tungku. Gaury memperhatikan semua yang dikerjakan Veer.

Setelah jadi, Veer mengantarkannya ke Gauri, dan menyodorkan makanan dengan sikap hormat seorang pelayan, “silahkan”. Melihat wajah Veer, Gauri mulai tersenyum jail di matanya. Ia tertawa melihat Veer yang kebingungan. Veer tak terpengaruh dengan tawa Gauri, “makanlah”.

Shakuntala episoe 40 #39 07

Gaury mengambil sesuatu di kepala Veer yang membuatnya tertawa, dan memperlihatkan pada Veer dengan tetap tertawa. Veer dengan senyum samar mengambil daun yang tadi nemplok di kepalanya itu dari tangan Gauri.

Dushyant memacu kudanya dengan kencang.
Shakuntala sepertinya udah capek berdiri dan mencari sosok panglima Aditya. Ia duduk di semen bahu tangga dengan wajah sedih. Tangannya mulai menarik-narik bunga kalungnya satu-satu dan melemparkannya ke lantai dengan kesal.

Shakuntala episoe 40 #39 08

Shakuntala sedang menghapus air matanya saat Karan muncul, dan duduk di belakangnya. Karan memperhatikan Shakuntala dari samping. Shakuntala curhat ke Karan dengan wajah sedih menahan tangis, “kenapa ia lama sekali datangnya. Apa dia tidak tau kita sudah menunggunya sejak pagi”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Tuan Putri Kerajaan, Gauri & Panglima Veer

  1. Ping-balik: Shakuntala: Panglima Aditya Meminta Ma’af. Veer, ‘Gauri’, Tanpa Tuan Putri | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.