Saraswatichandra: Pria Idaman Kusum & Aku bersamamu Kumud


Episode sebelumnya, Kumud merasa bahwa dia sepertinya sudah tidak dibolehkan untuk tertawa dan tersenyum lagi. Baru sekali tertawa lepas, dia kembali dihadapkan dengan perjodohan Kusum yang membuatnya di hina oleh bibinya sendiri, ibunya Yash. Saras memberitau senyum adalah apa yang dibentuk bibir dan dipancarkan oleh mata, tak ada orang lain yang bisa membuat dan menghilangkannya, selain si pemilik wajah.

Saraswatichandra episode 180 181 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 180 dan 181, Kusum sedang asyik menyelesaikan gambar bulu merak di halaman rumahnya dengan pewarna. Kumari yang datang melihat, sangat terpesona melihatnya, “Wah Kusum, kau sudah membuat bulu merak yang sangat indah. Ini bagus sekali”.

Tak berapa lama, Kumud juga muncul dihalaman, “Wah Kusum, coba lihat ini, kau membuat bulu merak yang sangat indah”. Kumari mengiyakan penilain Kumud. Kumud jongkok lebih memperhatikan hasil karya adiknya itu, dia tersenyum, “sepertinya kau membuatnya dengan cinta ya”.

Saraswatichandra episode 180 181 02

Kusum tersenyum tipis, Kumari tersenyum lugu. “Ya, sudah, ayo-ayo, ayah,ibu juga bibi akan datang membawa pakaian, kita sudah harus selesai sebelum mereka datang”. Kumud berdiri sambil mengingatkan adik-adiknya itu.

Kumari memberi tau keinginannya, “kakak, aku hanya ingin duduk disini dan melihat bulu merak yang indah”. Kumud awalnya sedikit menautkan alis mendengar keinginan Kumari, kemudian memperhatikan bulu merak itu lagi dan tersenyum.

Kumari masih penasaran sama bulu merak hasil karya Kusum itu, “eh, tunggu dulu, Kusum apa ini pengaruh dari kisah Mira itu”. Kusum menoleh ke arah Kumari dengan sedikit kaget, ia kemudian menundukkan pandangan matanya. Kumari justru mengejarnya,”sama seperti dia kau juga tidak bisa melupakan Krisna”. Wajah Kusum tersenyum sumbang dan pura-pura melanjutkan pekerjaannya.

Kumari berdiri, berlari mendekat ke Kusum, “Baiklah Kusum, katakan sesuatu, seperti apa Krisna, maksudku seperti apa pria yang kau inginkan”. Kumari bersikap duduk dengan manis, menunggu informasi hati Kusum yang sangat penting.

Kumud memperhatikan percakapan dua adiknya itu sambil berdiri. Kusum salah tingkah dengan pertanyaan sepupunya itu, “Kumari aku tidak tau”. Kumari merasa aneh dengan jawaban yang diberikan Kusum, “hei,,”.

Saraswatichandra episode 180 181 03

Melihat itu, Kumud jongkok kembali di sebelah adiknya, “ya sudah, jangan bilang padanya, katakan padaku seperti apa pria yang kau inginkan”. Kumud juga memperlihatkan ekspresi wajah menunggu. Kusum protes di keroyok pertanyaan oleh saudaranya, “apa-apaan ini, kak”.

Kumari semakin penasaran, “Kusum, katakanlah”.
Kusum menarik nafas, tatap menerang, mulai memberikan gambaran tentang pria idamannya, “seseorang dimana kebenaran bisa terlihat dari matanya. Orang yang bisa mengubah arah setiap pagi hanya dengan keberaniannya, bisa mengerti tanpa harus dikatakan, yang menjaga cintanya begitu dalam sehingga dia tak akan pernah menyerah selama hidupnya”.

Saraswatichandra episode 180 181 04

Kumari mendengar gambaran pria idaman Kusum dengan tersenyum. Kumud mendengar sambil bertopang dagu, terlihat serius dan senyum-senyum, kemudian matanya beralih ke gerbang, di sana, Saras baru muncul sambil menatapnya. Mereka saling senyum.

Kusum yang menerawang, juga melihat Saras berdiri di gerbang, ia memandangnya dengan tatapan kagum. Kusum kemudian menambahkan gambaran pria idamannya, “yang tanpa mengharapkan apa-apa, dia akan terus mencintaiku”.

Kumud yang mendengar ungkapan isi hati Kusum di sebelahnya, matanya tersenyum penuh cinta ke arah Saras, Saras pun tersenyum.

Kumari merespon ungkapan hati Kusum itu, “jadi beritau kami bahwa kau ingin bayangannya Saras”. Bersamaan dengan selesainya Kumari membuat kesimpulan terhadap pria yang diinginkan Kusum, digerbang, dibelakang Saras sudah berdiri Danny.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan