Saraswatichandra: ‘Sorry’, Senyum adalah Apa Yang Dibentuk Bibir & Dipancarkan Mata


Cerita episode sebelumnya, orang suruhan Pramad salah melakukan order, yang seharusnya ditujukan pada Kumud malah yang kena Kusum. Guniyal tau kalau Kusum telah jatuh cinta pada Saras, dia kecewa. Kumud dan Saras saling sensitif. Kadang Saras tersindir oleh ucapan Kumud, kadang Kumud merasa Saras tak bisa mengerti dirinya. Intinya mereka sama-sama takut terhadap perasaan satu sama lain, takut kecewa lagi. Saras begitu karena ‘aku peduli padamu Kumud, sebaliknya Kumud juga merasa jauh lebih peduli pada Saras daripada kepedulian terhadap dirinya sendiri.

Saraswatichandra episode 178 179 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 178 dan 179, Kumud terlihat termenung di depan kelas, di meja guru, ia menopang kepala dengan sebelah tangannya. Kemudian ia menggerakkan jari telunjuknya menutup sebelah kelopak matanya, sementara mata sebelahnya seperti sedang memperhatikan murid-murid di depannya.

Padahal pikirannya sedang membayangkan kejadian semalam saat kepalanya bertumpu ke dada Saras menumpahkan tangis. Membayangkan adu argumen terakhir mereka dengan suara tinggi. Saras bilang ‘kenapa kau tidak mengerti juga Kumud, pertama kau berkeras ke rumah Pramad, sekarang ini’, ia juga membalas dengan suara tak kalah tingginya ‘kenapa kau tidak mengert,i seberat apapun kesalahanku aku takkan melupakannya’. Wajah Kumud yang masih di sangga sebelah tangannya itu semakin terlihat kusut.

Saraswatichandra episode 178 179 01

Tiba-tiba dia tersadar kalau sedang memeriksa buku seorang murid yang sedang berdiri di samping mejanya, mendadak bu guru Kumud memarahi muridnya itu karena salah melakukan tugasnya. Si murid minta ma’af. Kumud dengan sedikit emosi mengatakan apa gunanya minta ma’af.

Si murid dengan lugunya mengingatkan, “Ibu, bukankah ibu yang mengajariku untuk minta ma’af, semua orang membuat kesalahan”. Kumud merasa tersentil, wajah emosinya langsung berubah tenang, dengan mimik bersalah, dia minta ma’af pada muridnya itu. Si murid dengan wajah ceria menjawab, “tidak apa-apa Bu. Ibu juga mengajari kami untuk mema’afkan orang lain ketika mereka meminta ma’af”

Saraswatichandra episode 178 179 02

Kumud menyentuh pipi muridnya sambil tersenyum, ia seperti berpikir, mungkin ingat dengan lamunan sebelumnya. Matanya berpindah dari murid di sebelahnya, ke seluruh isi kelas. Dia heran, hanya ada satu murid lelaki yang persis di depan mejanya yang masih duduk di bangkunya, meja yang lain kosong, “aneh sekali, pada kemana anak-anak”.

Kumud berdiri, melihat ke luar kelas, murid-muridnya sedang membelakanginya, berdiri memperhatikan sesuatu, Kumud penasaran, ia berjalan melihatnya.

Saraswatichandra episode 178 179 03

Di sana, Saras sedang sibuk mengatur beberapa murid yang dipunggungnya tertulis beberapa huruf. Kumud terperangah sesaat. Murid yang menyaksikan aksi Saras, langsung tertawa melihat susunan huruf itu. Saras melihat ke Kumud dengan wajah tanpa dosa. Murid-murid melihat ke Kumud dengan tertawa.

Kumud melihat Saras, tetap dengan wajah manyun, Saras menunjukkan mimik memelas. Kumud menyuruh semua murid yang berdiri untuk masuk kelas. Mereka dengan tertawa-tawa mematuhi perintah ibu gurunya.

Saraswatichandra episode 178 179 04

Kumud melipat tangan di dada melihat Saras dan menunjuk dengan dagunya, “maksudnya apa ini”. Saras terlihat bingung, kenapa Kumud tak mengerti maksud susunan huruf yang dipunggung anak-anak? aneh sekali.

Kumud terlihat seperti membaca punggung anak-anak itu dengan jidat berkerut, Saras ikut melongok ke punggung anak-anak yang di aturnya berdiri, ekspresinya berubah, paham dengan sikap yang ditunjukkan bu guru Kumud.

Saraswatichandra episode 178 179 06

Guniyal yang sedang membersihkan beras dengan nampan, terlihat seperti berpikir dengan wajah sedih. Kusum melihat ibunya itu dan berjalan menemuinya dengan ragu.

Kusum yang masih berwajah sedih berbicara pada ibunya, “aku seharusnya tidak melakukan itu”. Guniyal dengan sedikit emosi dan wajah tetap sedih berkata, “Apa”. Ia menatap kepada putrinya itu, “ketika tradisi perjodohan Saras datang, Kumud menolaknya. Apa kau ingat apa yang kau katakan”.

Saraswatichandra episode 178 179 07

Kusum tetap dengan wajah sedih, membayangkan apa yang diucapkannya saat itu pada ibu dan ayahnya ‘kakak mungkin menolaknya, tapi jawabanku adalah Ya’.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

6 responses to “Saraswatichandra: ‘Sorry’, Senyum adalah Apa Yang Dibentuk Bibir & Dipancarkan Mata

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Pria Idaman Kusum & Aku bersamamu Kumud | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s