Saraswatichandra: Cinta Selalu Menang, Karena Aku Peduli Padamu Kumud


Sinopsis episode sebelumnya, Kumud menampilkan drama cinta tanpa syarat, cinta tanpa harapan, Mira dan Krisna di panggung pada acara ritual tanah untuk sekolah impiannya. Acara bisa menarik masyarakat untuk menonton berkat bantuan Danny, Kumari mengkoordinir anak-anak. Kusum, Saras dan Chandrika yang berperan dipanggung. Dengan berhasilnya satu tahap acara ritual tanah itu, Kumud mendapatkan surat cerai dari Pramad.

Saraswatichandra episode 176 177 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 176 dan 177, Pemimpin upacara memanggil Kumud untuk memulai ritual selanjutnya. Kumud menghadap Dugba, “Bibi, kalau kau mengijinkan, aku ingin, Saras yang meletakkan batu pertamanya disini”. Kumud melihat ke arah Saras.

Saras gelagapan dilihat Kumud, karena sempat marah pada Kumud sebelumnya.Saat ia begitu mencemaskan kehilangan Danny dari hidupnya, dan merasa Kumud lebih mementingkan persiapan untuk ritual hari ini. Dugba menjawab, “Tentu saja boleh sayang”. Dugba menoleh dengan senyum ke Saras, “Saras, bukalah papan nama sekolahnya sekarang, cepat”.

Saraswatichandra episode 176 177 01

Keluarga Kumud yang lain menatap ke arah Saras dengan penuh senyum. Saras masih terlihat tegang, tanpa tersenyum, sepertinya masih ada yang mengganjal perasaannya. Dengan langkah berat dia ke depan. Kumud tersenyum. Saras tak membalas, dia mencari tali penarik untuk membuka papan nama sekolah yang akan dibangun itu. Sebelum menarik talinya, Saras membuang nafas berat. Saras membuka tirai penutupnya tanpa melihat apa yang tertulis di papan tersebut.

Setelah papan terbuka, keluarga Kumud dan pengunjung bertepuk tangan. Saras tersenyum tipis. Untuk membuang perasaan jengahnya, ia menunduk, matanya melihat papan nama sekolah itu. Senyum tipisnya berubah kaget saat membaca nama sekolah yang tertulis disitu, nama ibunya, Saraswati.

Saraswatichandra episode 176 177 02

Saras menoleh pada Kumud dengan mata berkaca. Kumud membalasnya dengan senyum,”Bukannya aku sudah bilang Saras, ini bukan tentang kebencian antara aku dan Pramad, tapi tentang cinta antara ibu dan anak”. Saras tak bisa berkata-kata, karena matanya berkaca-kaca, “Kumud”.

Dengan masih tetap tersenyum Kumud berkata, “Dan sekarang penuhilah janji yang telah kau buat untuk ibumu, cahaya lampu pardana”. Saras semakin tak bisa berkata-kata. Dugba mengangguk kepadanya, Danny beranjak dari belakang Dugba, pindah ke depan menyerah korek ke Saras.

Saraswatichandra episode 176 177 03

Dengan menahan airmata, agar tak luruh, Saras menyalakan sumbu lampu. Orang-orang yang menyaksikan kembali bertepuk tangan. Pandangan Saras tertuju pada Kumud dengan perasaan campur aduk, tak bisa diucapkan lewat kata-kata, hanya lewat bathin kalau ia menyesal telah mengabaikan dan sempat meragukan kepribadian Kumud sebelumnya.

Pramad menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Di sampingnya duduk Kalika dengan cemas. Pramad ingat ucapan Kumud, saat membela Saras, “Kau tidak akan bisa mencelakai Saras selama aku masih hidup, aku takkan melakukan sidang apapun, sidang untuk orang yang suci dan baik, sementara kau, kau adalah binatang”. Pramad terbayang wajah Kumud yang penuh dengan kemarahan. Terbayang saat Kumud tak sekalipun gentar dengan ancaman yang diberikannya.

Saraswatichandra episode 176 177 04

Pramad menyetir semakin tak terkendali, ia berbelok dengan kecepatan tinggi, kemudian menghentikan mobil dengan mendadak, memukul setir dengan tangannya. Hidung Kalika kejedot ke depan, ia berteriak marah, “Ada apa dengan mu. Apa kau sudah gila!”.

Pramad yang matanya terus bergerak liar, dan geraham terkatup berkata, “aku belum melakukan apapun Kalika, tapi sekarang aku akan melakukannya! Satu langkah lagi dan semuanya akan selesai”. Kalika mengingatkan, “dengar, kita sudah gebedag-gedebug melaksanakan rencana dua kali. Aku merasa kita harus menunggu untuk beberapa waktu”.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Cinta Selalu Menang, Karena Aku Peduli Padamu Kumud

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: ‘Sorry’, Senyum adalah Apa Yang Dibentuk Bibir & Dipancarkan Mata | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s