Saraswatichandra: Cinta Tanpa Syarat, Tanpa Harapan


Sinopsi Saraswatichandra sebelumnya, Dugba memberitau Kumud, tidak mudah melupakan masa lalu, percaya diri dan waktu sebagai penyembuh. Kumud semangat dan mulai mewujudkan impiannya membangun SMU sebagai hadiah istimewa untuk Saras yang telah mengorbankan segala hal untuknya dan keluarganya.

Saraswatichandra episode 174 175 00

Episode serial Saraswatichandra episode 174 dan 175, sinopsisnya seperti berikut: Pramad menyetujui ‘undangan’ Kumud untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan sekolah SMU. Tanah tempat SMU itu rencana dibangun, yang coba disabotase Pramad dengan memberi harga lebih tinggi dari uang muka yang sudah dibayarkan Saras pada pemilik tanah.

Pramad dengan percaya diri menjawab tantangan Kumud itu, “Tinggal satu hari lagi, kau tidak akan menang walau sudah berusaha keras. Sampai jumpa ibu Kumud”. Pramad menatap rendah pada Kumud dan Saras. Pramad memasang kaca mata itemnya, menutup kedua tangannya di dada, berjalan ke mobil. Kemudian meninggalkan Saras yang terlihat menelan ludah dalam kesal, di samping Kumud.

Saraswatichandra episode 174 175 01

Di rumahnya, di sebuah ruang, Kumud berjalan hilir mudik, Dugba menghampirinya, “Kumud, sebaiknya istirahat dulu, nak”. Kumud malah mengeluh, “Bagaimana ini, bik. Cuman tinggal sehari lagi dan seluruh hidupku dipertaruhkan sekarang”.

Diruangan lain, Saras juga sedang berbicara dengan ayah Kumud, Tuan Vidya. Saras mengatakan kalau ia masih memiliki uang simpanan, tapi jumlahnya tidak setara dengan jumlah yang ditawarkan Pramad. Tuan Vidya bilang juga jika masih punya uang yang dari langganan di Dubai tempo hari, tapi takkan cukup juga.

Saraswatichandra episode 174 175 02

Tuan Vidya terlihat sedih, ia duduk di bangku, “bagaimana kita akan dapat uang banyak dalam satu hari. Aku tidak pernah tau, untuk memenuhi keinginan putriku sulit sekali rasanya bagiku”. Saras mendengar ucapan Tuan Vidya dengan terus berdiri dan seperti berpikir.

Kumud tetap mondar mandir. Dugba berceloteh, “kau lupa saat belajar dulu, aku jadi bingung. Apa kau berhenti karena tidak ada SMU di desa ini, tidakkan”. Kumud berhenti mondar mandir, melihat bibinya. Dugba terus menyampaikan apa yang ada dipikirannya, “tidak ada satu orangpun memikirkan jalan apa yang kau pilih, dan ini melihatannya memang sulit. Tapi kau memang harus bisa”. Dugba memegang pundak Kumud sebagai bentuk suntikan semangat.

Saraswatichandra episode 174 175 03

Saras sudah terlihat duduk di sebelah Tuan Vidya dengan wajah masih bingung. Tuan Vidya melanjutkan ucapannya, “ada satu masa ketika orang selalu meminjamkan dan meminjam uang dengan mempercayai kata-kataku. Mereka selalu berkonsultasi padaku. Jika seorang wanita mendapat perlakuan buruk, dan orang yang sama telah menunjuk jari padanya, harusnya aku berbuat lebih”.

Kumud mondar mandir lagi, Dugba masih ngoceh pada ponakannya itu, “Apa kau tidak ingat Kumud, setiap hari ayahmu selalu memberi peran guru padamu dan aku percaya suatu hari kau pasti akan menjadi guru, kami percaya padamu. Ratnanaghari akan berkembang dan punya guru berbakat sepertimu”. Kumud mulai berhenti mondar mandir saat bibinya mengingatkan peran guru. Perlahan wajah Kumud mengulas sebentuk senyum.

Saraswatichandra episode 174 175 04

Kumud dengan semangat berkata, “ucapan bibi benar, kalau Ratnanaghari ingin berkembang, maka bantuan harus datang dari Ratnanaghari sendiri”. Kumud tersenyum.

Tuan Vidya masih melanjutkan ucapannya tentang kehidupan bermasayarakat di desanya dulu, “seluruh Ratnanaghari selalu mengambil sikap dalam situasi yang sulit, *mengepalkan tangan*. Mendengar ucapan ayah Kumud yang barusan, sikap duduk Saras berubah tegak, matanya mulai berputar kesana kemari menandakan ia menemukan sebuah ide.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Cinta Tanpa Syarat, Tanpa Harapan

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Cinta Selalu Menang, Karena Aku Peduli Padamu Kumud | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s