Saraswatichandra: Melupakan Masa Lalu dan Mulai Mewujudkan Impian


Episode sebelumnya Kumud meminta Saraswatichandra jangan pergi, ia perlu dukungan, karena cinta bisa memberi kekuatan dalam menerima rasa sakit. Vidyachatur meminta Saras mencarikan orang untuk memaksimalkan produksi pabriknya yang terseok. Saras akan mengelola sendiri, sekaligus mencarikan orderan dari Dubai. Impian itu pupus saat pabrik terbakar. Pramad yang kembali mabuk, ingin menunjukkan dia bisa membuat Kumud menderita. Tapi Kumud tak gentar.

Saraswatichandra episode 172 173 00

Sinopsis episode 172 dan 173 serial Saraswatichandra dimulai dengan kepanikan Tuan Vidya untuk memenuhi order yang sudah di dapatkan Saras. Saras kemudian mengusulkan untuk membuat sample kain dengan cara konevensional. Mereka semua semangat lagi dengan ide itu.

Kumud terlihat sedikit cemas. Saras menanyakan apa yang dipikirkannya. Kumud menjelaskan kalau terjadi lagi kendala yang ditemui ayahnya, ia khawatir ayahnya takkan sanggup lagi untuk menampung semua beban hidup itu.

Dari rumahnya, Pramad menelpon Kalika untuk mengkoordinasikan rencana yang harus dijalankan selanjutnya. Rencana itu harus berhasil. Pramad kemudian memutuskan sambungan telpon dengan Kalika karena ibunya mendadak muncul. Seperti biasa, Pramad menunjukkan sikap merasa bahwa ia telah ‘teraniya’ oleh Kumud. Nyonya Soubhagya pun tetap tak bisa melihat putra kesayangannya itu sedih.

Saraswatichandra episode 172 173 01

Semua anggota keluarga Kumud terlihat sibuk dihalaman rumah. Ada yang memproses pewarnaan kain, ada yang merapikan bunga-bunga dan tanaman lain sebagai bahan pewarna alami. Semua bekerja dengan senang dan penuh semangat.

Kusum terlihat merontokkan kelopak-kelopak mawar segar dari tangkainya. Saras membantu memasukkan kelopak yang sudah di lepas itu ke wajan pembuat warna. Kusum mengaduh tertusuk duri. Saras memberinya semangat dengan senyuman. Saat mundur kebelakang, Saras malah bertabrakan dengan Kumud, kelopak mawar yang dibawanya dalam nampan berhamburan. Ada yang nemplok di kepala Kumud.

Saraswatichandra episode 172 173 02

Saras memberitau dengan isyarat, tapi Kumud ga ngerti apa yang dimaksudnya, Saras mengisyaratkan Kumud untuk melihat ke baskom yang berisi pewarna di depan mereka, mereka kayak mengulang masalalu saat saling melihat wajah masing-masing di air kolam. Kumud tau apa yang dimaksud Saras, menagmbil kelopak mawar dikepalanya. Mereka saling tatap dengan malu-malu lagi.

Saraswatichandra episode 172 173 03

Dugba memerintahkan untuk mencetak motif kainnya, Saras yang berdiri tak jauh dari tempat pewarna kena alat pencelup alat cetak motif yang sudah tercelup pewarna. Begitu melihat ke baju putih yang dipakainya, dia manyun sendiri, bajunya sudah penuh noda pewarna merah. Kumari mentertawakannya. Saras tetap berwajah serius, memperhatikan sekitar.

Semua tetap sibuk, ada yang memeras kain yang sudah diwarnai, kemudian mengangin-anginkannya di jemuran. Ada yang membuat motif kain, ada yang mengagumi hasil karya manual mereka. Semua ikut berpartisipasi. Dan wajah-wajah senang mulai terlihat saat hasil kerja keras mereka sudah mulai memperlihatkan hasilnya.

Kalika yang menyamar sebagai pembantu, berpenampilan wanita bongkok di rumah yang ditinggali Danny dan Saras, datang ke situ. Saat dia memperhatikan kesibukan orang-orang dari jauh, Kumud menyadari keberadaannya, Kalika langsung menutup wajahnya dan berpura-pura jadi wanita tua yang bongkok lagi. Kumud mendatanginya, “siapa kau?”.

Saraswatichandra episode 172 173 04

Danny yang tak jauh dari situ langsung mendatangi dan memberitau Kumud, “Oh ya, Kumud, dia adalah pembantu rumah tangga kami, dia datang membantu”.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Melupakan Masa Lalu dan Mulai Mewujudkan Impian

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Cinta Tanpa Syarat, Tanpa Harapan | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s