Saraswatichandra: Jangan Pergi. Cinta, Memberi Kekuatan Menerima Rasa Sakit


Episode Saraswatichandra sebelumnya menceritakan Pramad berteriak-teriak di depan penduduk desa kalau Kumud sudah melakukan sebuah dosa. Penduduk meminta sidang untuk Kumud sebagai pembuktian kemenangan dari kebenaran. Kumud memilih melaporkan Pramad pada polisi untuk semua kejahatan yang dilakukannya. Ibu Pramad lewat suaminya minta Kumud mencabut laporannya. Kumud menyanggupi, dengan syarat Pramad harus menceraikannya.

Saraswatichandra episode 170 171 00

Sinopsis episode 170 dan 171 dari serial Saraswatichandra dimulai dengan Saras yang terlihat menunjukkan wajah kurang semangat, sedang merapikan pakaian, di kamar yang akan ditempatinya setelah memutuskan keluar dari rumah keluarga Kumud untuk meredakan pergunjingan penduduk tentang dia dan Kumud.

Wajah Saras langsung berubah cerah, ia menemukan surat di koper pakaiannya dengan simbol senyum di sudut amplop, ia langsung tau itu surat dari Kumud.

Saraswatichandra episode 170 171 01

Saras langsung membuka dan membacanya, terdengar suara Kumud, “Jika kau pergi karena takut dengan pertanyaan orang-orang, maka aku punya jawabannya Saras. Sebuah layang-layang yang terputus yang terikat dengan benang yang sama yang menarikmu dari Dubai ke Ratnanghiri. Meskipun kau tolak tapi kau datang kembal,i dan tinggal di rumah mertuaku, meskipun aku menolakmu. Bahkan setelah putus, layang-layang dan benang mempunyai hati yang satu sama lain, yang memberimu wewenang untuk menyelamatkanku dengan mempertaruhkan hidupmu. Setinggi apapun layang-layang itu terbang, mereka akan jatuh ke rumah setelah terputus. Apakah aku harus menghentikanmu? Tidak bisakah kau tinggal jika aku tidak memaksamu?”.

Saraswatichandra episode 170 171 03

Saras menjawab surat Kumud dengan gumamannya, “inilah yang aku takutkan Kumud, kalau kau menghentikanku, maka aku takkan bisa pergi”. Saras menyentuh simbol senyum di amplop surat sambil tersenyum.

Di rumah keluarga Pramad, Nyonya Soubhagya sedang mengomel pada suaminya,”Kenyataannya dia tidak pernah menginginkan Pramad. Sekarang kau mengerti apa yang dia inginkan”.

Suaminya menjawab omelan istrinya itu dengan kalem, “tabahlah untuk menanggung kebenaran Soubhagyadevi. Sebenarnya, anakmu telah meninggalkan dia tanpa alasan lain. Inilah saatnya dia untuk bercerai”.

Saraswatichandra episode 170 171 04

Si istri tetap tak bisa menerima jalan pikiran suaminya, ia meminta suaminya untuk mencoba mengerti keadaan Pramad yang selalu dianggap tidak berguna. Alak yang menjawab protes Soubhagya itu, “Lalu apa yang ibu lakukan, selama ini ibu selalu saja menutupi dia”. Nyonya Soubhagya berteriak menghentikan Alak.

Alak tak mengindahkannya, “Cukup ibu. Selama ini, ibu sudah mengorbankan hidup putri ibu untuk menyelamatkan Pramad. Aku mohon bu, jangan mengorbankan Kumud untuk Pramad lagi”. Kemarahan dimata si ibu yang ada sebelumnya langsung sirna mendengar ucapan Alak.

Saraswatichandra episode 170 171 05

Alak mengambil hp di meja dan menyodorkan pada ayahnya, “Ayah, tolong bebaskan Kumud dari beban ini ayah”. Tuan Budhi mengambilnya, kemudian menelpon. Kumud menerima telpon ayah mertuanya dengan dada sesak. Kebebasannya sudah di depan mata.

Pagi hari, saat Kumud mau pergi mencabut laporan ke kantor polisi, ayahnya mencoba mengingatkan Kumud sekali lagi, “pikirkan tentang hal itu lagi. Kau tidak bisa percaya padanya”. Kumud menjawab ayahnya dengan mengatakan, “tapi aku percaya ayah mertuaku. Dia telah meyakinkan aku ayah, bahwa dia akan membantuku bercerai dari Pramad”. Tuan Vidya hanya bisa berpandangan dengan Guniyal dan Dugba.

Saraswatichandra episode 170 171 06

Akhirnya dengan sambil geleng-geleng kepala mempersilahkan Kumud naik kemobil untuk untuk meneruskan niatnya pergi ke kantor polisi. Ia sendiri yang mengantar putrinya itu. Sebelum masuk mobil, Kumud melihat ke ibu dan bibinya Dugba.

Kumari yang memperhatikan percakapan Kumud dan pamannya itu dari jendela rumah, langsung bergegas menuju meja telpon. Ia memberi tau Danny.

Saraswatichandra episode 170 171 07

Tak lama, Saras datang dengan mobil di depan rumah keluarga Kumud. Ia masuk halaman dengan terburu-buru. Kusum yang sedang menyiram tanaman sedikit heran.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Jangan Pergi. Cinta, Memberi Kekuatan Menerima Rasa Sakit

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Melupakan Masa Lalu dan Mulai Mewujudkan Impian | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s