Saraswatichandra: ‘Sidang’ untuk Kumud, ‘Kemenangan’ dari Kebenaran


Episode Saraswatichandra sebelumnya diceritakan kalau ikatan cinta yang kuat antara Saras dan Kumud bisa menyelamatkan Kumud dari niat jahat Pramad yang ingin ‘menghabisi’nya. Walau akhirnya lengan Saras terkena peluru Pramad.

Saraswatichandra episode 168 169 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 168 dan 169 yang tayang tanggal 11 Februari di awali dengan siumannya Saras di pagi hari, di pondok dekat hutan, setelah sebelumnya jatuh pingsan lagi, sesaat setelah peluru yang bersarang di lengannya berhasil di keluarkan Kumud.

Saras bangun, duduk di pinggir dipan, melihat ke sekelilingnya, tak menemukan Kumud. Ia termenung, terbayang kalau sebelumnya sempat meminta Kumud untuk pulang ke rumah.

Saraswatichandra episode 168 169 01

Saras berbicara sendiri, “sebaiknya kau memang pergi Kumud, dan aku berharap kau pulang dengan selamat”. Saras kemudian bangkit dari tempat tidur, membuka pintu pondok dengan wajah tertunduk.

Saat mendengar suara “Terima kasih sudah datang”, kepala Saras mendongak. Di depannya, berdiri Kumud sedang berbicara dengan seseorang. “Akan tetapi”, ucapan Kumud terhenti saat kemunculan Saras di pintu, yang menatapnya dengan tatapan sangat sulit diartikan maknanya. Dimata Saras ada senang, berbinar dan harapan, yang berusaha disembunyikannya, yang juga membuat Kumud berjalan mendekatinya dan tersenyum “kau sudah siuman, kau mau kemana”.

Saraswatichandra episode 168 169 02

“Aku pikir kau sudah pergi”, kata Saras. Kumud langsung mengingatkan Saras, “kemana aku harus pergi. Berapa kali aku menyuruhmu untuk pergi, apa kau pergi”. Mata Saras menunduk saat mendengar ucapan Kumud itu.

Dokter bersuara “Aku dipanggil untuk mengobatimu”. Saras melirik Kumud, kemudian duduk dibale-bale di halaman pondok. Dokter membuka kain pembalut luka, Saras sempat meringis menahan sakit. Saat dokter akan membuang kain putih yang sudah berubah warna tersebut, Kumud melarangnya “tidak dokter, tolong jangan membuangnya”. Kumud menerima kain tersebut, menggenggamnya erat. Air matanya keluar.

Saraswatichandra episode 168 169 03

Saras menatap Kumud dengan tatap sedih, terbayang lagi apa yang diucapkannya dulu, saat memberikan kain tersebut ke Kumud “Tetaplah seperti ini, aku akan kembali dengan tujuh warna, dan aku akan mewarnai selendang ini”. Kumud menggenggam selendang itu semakin erat, air matanya turun makin banyak dalam diam, ia membathin “warna apa yang akan kau terapkan Saras, akan lebih baik kalau tidak berwarna”.

Di rumah keluarga Kumud, Suara Vidyachatur terdengar dengan nada marah “kenapa Saras tidak mengatakannya padaku, katakan kenapa!”. Rupanya Danny sedang diinterogasi tentang informasi yang didapatnya dari Saras, di hadapan seluruh anggota keluarga Kumud. Tuan Vidya akhirnya berkata “sudah, ayo kita pergi semuanya”.

Saraswatichandra episode 168 169 04

Baru saja mereka akan melangkah keluar rumah, Pramad di dampingi kedua orangtuanya juga Alak, sudah masuk ruang tamu rumah mereka. Wajah mereka terlihat kesal. Ayah Kumud dan keluarganya berpandangan. Pramad langsung maju sambil berkata “Kumud dan Saraswatichandra”.

Ayah Kumud mengangkat tangannya mengisyaratkan Pramad menghentikan ucapannya “Jangan berani-beraninya menyebut nama putriku, katakan dimana dia sekarang!”. Pramad dan keluarganya terpana melihat reaksi ayah Kumud.

Tiba-tiba muncul Kumud dihadapan mereka semua, berkata “Ayah” *di susul kemunculan Saras dibelakangnya. Saras terlihat marah pada Pramad*. Kumud berjalan mendekati ayah dan keluarganya, diikuti Saras yang terus menatap Pramad dengan tajam.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: ‘Sidang’ untuk Kumud, ‘Kemenangan’ dari Kebenaran

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Jangan Pergi. Cinta, Memberi Kekuatan Menerima Rasa Sakit | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s