Saraswatichandra: Ikatan Cinta, Selamatkan Kumud dari Niat Jahat Pramad


Pramad sampai ditempat itu, juga dengan wajah tersenyum jahat “Kumud benar Saras *Kumud menoleh kaget* Kau tenang saja, karena sekarang aku akan membunuh kalian berdua *Pramad menodongkan senjata*. Saras berusaha untuk duduk.

Saraswatichandra episode 166 167 39

Dugba terlihat geram mendengar laporan Danny, ia berbicara sendiri “Ini penipuan besar. Apa benar, perubahan Pramad itu hanya berpura-pura saja. Coba, coba telpon lagi”. Dugba terlihat sangat cemas, meminta Danny menelpon lagi.

Danny berkata “Dari tadi aku sudah menelpon, tapi dia tidak menjawabnya, aku rasa aku harus pergi”. Dugba meminta Danny menelpon sekali lagi karena Dugba merasa, kali ini Saras pasti akan menjawab telponnya. Danny menoleh lagi ke Kumari. Kumari mengisyaratkan tak ada salahnya untuk dicoba.

Saraswatichandra episode 166 167 40

Saras yang berusaha duduk, akhirnya jatuh pingsan. Kumud memanggil namannya, mencoba membuat Saras tersadar. Hp Saras yang ada ditangan Pramad berbunyi. Pramad melihat layar hp, ia tertawa tak enak di dengar,’danny’. Kumud menoleh kearahnya.

Pramad mengangkat telpon sambil senjatanya tetap mengarah sasaran. Di ujung sana terdengar suara Danny yang cemas “kakak, kau dimana”. Pramad menjawabnya “kakakmu, Saraswatichandra sudah mati”.

Hp Danny di perkeras suaranya biar Dugba dan Kumari mendengar kalau telpon diangkat atau tidak. Begitu mendengar jawaban dari hp Saras yang dihubungi, mata Dugba dan Kumari terbelalak kaget, hp terjatuh dari tangan Danny.

Saraswatichandra episode 166 167 41

Setelah memberi jawaban ke Danny, Pramad melempar hp Saras yang ditangannya ke dekat Kumud. Wajah Kumud bercampur aduk. Pramad kembali fokus pada Saras “Apa kau pikir kau cukup pintar. Kau mencoba melarikan diri dengan istri berikut semua uangku. Kau sama, Kumud, kau bisa melihat pemakamannya, dan kau bisa melakukan upacara pemakamannya sendiri. Lagipula, tak masalah karena diantara kalian berdua tidak akan ada yang meratapi kematian satu sama lain, karena kalian akan mati bersama-sama”.

Saraswatichandra episode 166 167 42

Kumud menatap tajam Pramad. Pramad berkata lagi “jangan khawatir Kumud, dia belum mati, dia masih hidup. Tadinya aku ingin membunuhmu dan menyalahkan dia sebagai pelakunya. Tapi harus ku akui ikatan cinta kalian begitu kuat. Kau lihat dia sekilas terbakar tadi, sekarang kau akan lihat kematiannya tepat dihadapanmu”.

Kumud menangis mendengar semua ancaman Pramad. Ia menatap Saras yang tak sadarkan diri, tiba-tiba matanya tertuju pada arit pencari kayu bakar yang tergeletak disamping tubuh Saras.

Kumud yang hampir putus asa menatap wajah Saras. Kumud ingat semua dukungan yang diberikan Saras selama ini. Ingat Saras yang selalu mengingatkannya bahwa Pramad tidak memperlakukannya layak.

Kumud terbayang perlakuan Pramad padanya. Kumud ingat ucapan Saras ditangga rumah mertuanya saat ia terluka yang terakhir oleh Pramad, kalau ia sudah membuktikan Pramad tidak layak untuknya.

Terakhir, Kumud ingat saat dia menampar Saras yang sebenarnya sedang mencoba mengingatkannya. Dengan hati mantap Kumud mengambil arit tersebut.

“Aku akan menghabisinya dulu, setelah itu giliranmu”, Pramad mengokang senjatanya. Kumud menatap Pramad dengan geram, ia berdiri mengayunkan arit ditangannya “Pramad! *Pramad kaget* Selama aku hidup, kau tidak bisa menyentuh Saras *Pramad melirik arit di tangan Kumud yang dekat lehernya*.

“Kalau kau berani maka tembaklah aku *Kumud meraih tangan Pramad yang megang pistol, mengarahkan ke dirinya. Kemudian membuang tangan Pramad keras* Kalau kau berani maju, maka aku akan mencincang dirimu” *Kumud mendekatkan aritnya di leher Pramad*.

Ibu-ibu pencari kayu bakar yang ada disekitar situ mulai berbisik-bisik melihat keributan yang tak jauh dari mereka.

“Sampai saat ini kau hanya melihat kesabaranku. Tapi hari ini kau akan lihat keras kepalaku. Aku mengangkat tanganku pada Saras (menampar Saras) hanya demi dirimu. Tapi kau, kau mencoba membunuhku” *Kumud keluar airmata* *Pramad nunduk*

“Jika kau mencoba menyakiti Saras, aku sendiri yang akan membunuhmu. Aku takkan membiarkanmu mengambil nyawa Saras, tidak akan. Bahkan jika aku harus membunuhmu, sekalipun aku menjanda dan masuk penjara, aku takkan membiarkanmu membunuhnya “. Wajah Kumud terlihat penuh kemarahan dan keyakinan.

Saraswatichandra episode 166 167 43

Ibu-ibu yang sedang bekerja di hutan itu pada berteriak, bergegas mendekat mengerubungi Pramad “Hei lepaskan senjatamu, gadis itu tidak sendirian. Kami takkan membiarkanmu”.

Pramad melirik semua ‘alat kerja’ ibu-ibu itu sudah mengacung dekatnya semua. Pramad memutuskan sikap. Ia berkata dengan tetap menggertak “Sekarang aku akan pergi Kumud, tapi lain waktu, aku takkan melepaskan kalian”. Pramad pergi dari situ. Kumud sgera menghampiri Saras yang tak sadarkan diri, mencoba membangunkan Saras.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Ikatan Cinta, Selamatkan Kumud dari Niat Jahat Pramad

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.