Saraswatichandra: Tau Pramad Tak berubah. Persiapan ‘Malam Pertama’ untuk Kumud


Sinopsis Saraswatichandra episode sebelumnya, Kebenaran Saraswatichandra yang tak lain Naveenchandra terungkap. Ayah Pramad dan Alak awalnya terkejut, tapi akhirnya memahami. Ibu Pramad masih kesal, berhubung Pramad sepertinya bisa menerima ketidak terus terangan Kumud selama ini, si ibu akhirnya terpaksa ‘ikut’ juga.

Saraswatichandra episode 164 165 01

Episode serial Saraswatichandra episode 164 dan 165 yang tayang 9 Maret di Trans7 sinoposisnya lebih kurang sebagai berikut: Saras terlihat mondar mandir gelisah, ia merasa ada yang salah dengan sikap Pramad, tapi ia tak tau apa yang sedang direncanakan Pramad.

Danny datang menghampiri “Kakak apa yang kau pikirkan, Kumud sudah mendapatkan apa yang dia mau”. Saras menjelaskan “Danny aku memikirkan tentang Pramad, aku tidak yakin apakah Pramad benar-benar serius melepas istrinya dan dia ingin aku menikahi istrinya. Itu bukan cinta. Jika dia menyimpan perasaan suka pada Kumud dihatinya, walau hanya sedikit, dia tidak akan bersikap seperti itu hari ini. Aku yakin dia merencanakan sesuatu”.

Saraswatichandra episode 164 165 02

Kening Danny berkerut tak mengerti “Apa maksudmu”.
Saras menjelaskan lagi “Coba saja kau pikirkan, seorang pemabok seperti dia yang selalu saja melukai istrinya, hampir setiap hari. Apakah dia bisa berubah drastis hanya dalam beberapa hari saja *Saras terlihat emosi*. Dia bahkan tau aku Saraswatichandra, meskipun begitu, dia tak melakukan apapun, dia tetap seperti biasanya. Pasti ada yang tidak beres. Ada sesuatu yang tidak beres disini”. Saras berjalan, meninggalkan Danny yang sedang mencoba mengikuti pikiran kakaknya.

Saraswatichandra episode 164 165 03

Danny gelagapan melihat kakaknya pergi dengan wajah emosi “heh, mmaau kem,,,”. Saras sudah jalan dan tak mendengar. Danny hanya membuang nafas.

Pramad sedang berjalan ketika dihadapannya muncul Kalika, ada cahaya dimatanya yang berkelabat, ia bergegas berjalan mendekat. Kalika menatapnya, Pramad langsung mengekang mulutnya dengan tangan “Aku tidak mengerti kenapa kau selalu merusak rencanaku *Kalika ketakutan*. Ikut aku, aku ingin bicara denganmu”. Pramad memegang tangan Kalika dan menariknya hampir setengah menyeret kesatu tempat. Kalika agak memberontak.

Saras yang memang masih menaruh curiga pada Pramad sedang berpikir, menenangkan dirinya sendiri sambil berjalan-jalan dan mengawasi sekitar.

Di sebuah gudang, Kalika di dorong masuk oleh Pramad sampai terjajar, Pintu dituupu. Kalika coba bersuara “Sebenarnya aku hanya ingin bicara denganmu”. Pramad memegang bagian belakang kepala Kalika, menarik rambutnya dengan kasar, dengan membentak, mata meolot, ia berkata “Diamlah. Jawab apa yang kutanyakan padamu, kau mengerti *Kalika menggigil ketakutan* Apa kau sudah gila, kenapa kau menyerang Kumud dengan pisau itu”.

Saraswatichandra episode 164 165 04

Mendengar teriakan Pramad seakan membela Kumud seperti itu, Kalika mendorong Pramad, kemudian berteriak juga “Karena aku sangat marah, aku marah, saat aku melihat kalian berdua dikuil itu. Kau menunjukkan cintamu seakan diciptakan untuk bersama”.

Pramad tersenyum mendengarnya, ia mendekati Kalika, membelai sisi wajah Kalika *Kalika ketakutan, karena Pramad tak terduga dan susah ditebak*. Pramad menarik pipi Kalika sambil berkata “Kalika, kau pikir hanya kau yang bisa berpura-pura, Pikirkan dengan ini *Pramad mendorong kasar pipi Kalika, hingga kepalanya hampir terjedot*.

Saraswatichandra episode 164 165 05

Pramad terlihat tenang lagi “Jika kau cemburu karena aku menunjukkan cintaku padanya *duduk diban bekas dengan wajah lega* Kumud pasti jatuh dalam perangkapku”. Sambil tersenyum, Pramad melanjutkan “Dia sekarang percaya bahwa Pramad, sudah beerubah”.

Pramad berdiri lagi, menghadap Kalika, marah lagi “Dan saat aku menyuruhmu pergi, bukankah aku sudah menjelaskan semuanya padamu *Pramad kembali mendorong Kalika* Hah, apa kau tak ingat, apa aku harus mengingatkanmu lagi”. Kalika masih ketakutan, ia masih belum bisa mengendalikan Pramad.

Saras yang memang sedang menaruh curiga, lewat, mendengar teriakan Kalika.

“Lalu kenapa kau mengusirku dari rumah itu”. Mendengar apa yang diucapkan Kalika, Pramad memegang jidatnya, menendang tong yang ada disitu dengan geram, gemes pada Kalika, dengan urat leher hampir keluar dia berkata “Kadang aku merasa kau sangat pintar, jika aku tak mengusirmu, polisi akan menangkapmu, kau mengerti itu”. Kalika terbelalak.

“Sudah kubilang, Kumud dan Saraswatichandra harus terlihat berduaan di depan umum, itu saja kau tidak mengerti. Justru sebaliknya, kau membuatnya semakin sulit, semakin sulit aja”. Pramad menampar Kalika. Kalika bertanya apa tamparan itu karena ia sudah berlaku begitu juga pada istrinya, Pramad berkata bahwa itu untuk kebodohan Kalika. Pramad duduk diujung dipan tua yang ada disitu.

Saraswatichandra episode 164 165 06

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Tau Pramad Tak berubah. Persiapan ‘Malam Pertama’ untuk Kumud

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Ikatan Cinta, Selamatkan Kumud dari Niat Jahat Pramad | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s