Saraswatichandra: Pramad Berubah? Berusaha ‘Merebut Hati’ Kumud


Episode sebelumnya, Saras kehilangan semangat hidup, setelah sebelumnya Kumud dengan sangat berat hati, bahkan sampai tak sadarkan diri melaksanakan upacara kematian bagi jiwa Saraswatichandra.

Kelanjutan dari sinopsis serial Saraswatichandra episode 158 dan 159 kira-kira sebagai berikut: Saras masih di dekat tungku perapian upacara kematian sebelumnya, hpnya berbunyi. Ia mengusap air mata yang sempat keluar saat menyesali ‘kebodohan’nya tak mendengarkan Kumud saat membatalkan pernikahan.

Saraswatichandra episode 158 159 00

Wajah Saras sangat terkejut saat melihat hpnya. ‘Kumud, rumah Paman Vidya’, nomor telpon masuk yang tertera dilayar hpnya, ia mengangkatnya. Di seberang ternyata suara ‘ibunya’, Dugba yang tak bersahabat, terjadilah percakapan yang diawali rasa canggung, tapi akhirnya mulai mencair, sbb:

Dugba: “Jadi kau yang mengirim Danny kemari”. Saras: “Iya”.
Dugba: “Apa kau juga yang mengirim uang ke bank?”. Saras: “Iya”.
Dugba: “Kenapa? Siapa yang memintamu untuk melakukannya?”.
Saras: “Itu tugasku, aku tau aku sudah melakukan kesalahan, tapi apa aku tidak mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu. Tambahlah hukuman aku, tapi jangan mengabaikanku. Aku tidak ingin menjadi anak yatim lagi”.
Dugba mulai terlihat melunak dan berkaca-kaca saat mendengar ucapan Saras yang sudah dianggapnya anak sendiri itu. “Apa, uang yang kau kirim itu, uang ayahmu juga?”.

Saras: “Tidak, uang itu milikku, dan ibu punya hak atasnya. Aku tidak bisa memberi harga pada cinta, ibu memandikanku waktu aku masih kecil. Ini hanya upaya kecilku untuk mengurangi dosa-dosaku”.

Saraswatichandra episode 158 159 01

Dugba semakin menarik nafas dalam mendengar kata-kata Saras. “Aku selalu berdoa agar kau segera bisa untuk menebus semua ini. Sampai disini dulu telponnya”. Dugba memutuskan percakapan.

Saat berbalik, ia kaget melihat Chandrika sudah ada dibelakangnya. Kemudian Dugba menanyakan apa Danny masih ada diluar, saat Chandrika mengiyakan, Dugba menyuruh Chandrika meminta Danny membawa seluruh barang bawaannya ke dalam. Chandrika sedikit heran dengan perubahan sikap Dugba yang mulai melunak dengan tiba-tiba terhadap Danny.

Saraswatichandra episode 158 159 03

Tuan Budhi di dampingi istrinya memuji Pramad, ia bangga dengan sikap yang ditunjukkan Pramad yang mulai peduli terhadap lingkungannya. “Bagus sekali Pramad, tadi pagi aku berteriak padamu, tapi kau bukannya kau merasa buruk, tapi kau malah memikirkannya. Itu luar biasa sekali”. Pramad hanya tersenyum mendengar pujian ayahnya sambil melirik ibunya yang juga tersenyum.

Tuan Budhi menambahkan ucapannya “Kumud sudah menceritakan semuanya, itu saran yang luar biasa, apa yang kita lihat selain membangun sebuah sekolah untuk anak-anak kecil di tanah itu. Itu akan membantu sebuah desa, dan bagian terbaiknya adalah kau telah menyumbangkan santunan rupee”.

Saraswatichandra episode 158 159 05

Pramad yang sebelumnya terlihat bingung dengan pembicaraan ayahnya, mulai paham sekarang. Ia ingat, cek yang dilihatnya dimeja saat masuk, sebelum ia meminta Kumud untuk melaksanakan upacara kematian Saras sebelumnya. Tuan Budhi berkata lagi “Sekarang kau adalah anak yang aku inginkan sekali”. Pramad tersenyum mengambang mendengarnya.

Tuan Budhi kemudian memeluk Pramad “Aku sangat bangga padamu hari ini, nak”. Ibunya juga berkata “Pramad kau telah melakukan pekerjaan yang baik, semoga Tuhan memberkatimu nak”.

Saraswatichandra episode 158 159 06

Setelah menerima telpon dari bibi Dugba, Saras masih terduduk melamun di dekat bekas perapian upacara untuknya itu, walau Murakh Das sudah merapikan tungkunya. Ia duduk melamun, seperti ‘terputus’ kontak dengan dunia nyata di sekitarnya. Kumud datang dan melihatnya sambil merapikan sampah bunga yang masih tersisa.

Saraswatichandra episode 158 159 07

Kumud berkata pada Saras “Aku bisa mengerti” kemudian iya menarik nafas dengan berat. Biar air matanya ga keluar lagi, ia melihat simbol senyum ditangannya, baru melanjutkan ucapannya “Tapi aku sangat yakin, Tuhan akan mengabulkan doa-doa kita. Tuhan, tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi”, Kumud berkata seperti itu sambil menahan tangis. Tapi begitu dilihatnya wajah Saras sangat kosong dan kaku, Kumud berusaha terlihat semangat dan ceria.

Saraswatichandra episode 158 159 08

“Saras, masukan yang kau berikan tentang pembangunan sekolah untuk anak-anak, sangat disukai oleh ayah mertuaku, dan aku telah memberikan sumbangan seperti yang kau katakan. Ayah mertua sangat senang, bahkan iya memeluk Pramad”, wajah Kumud berusaha sangat senang mengucapkannya.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

3 responses to “Saraswatichandra: Pramad Berubah? Berusaha ‘Merebut Hati’ Kumud

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Lamaran Naveen Untuk Kusum & Kejutan Perubahan Sikap Pramad | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s