Saraswatichandra: Kumud Terluka, Kehormatan adalah segalanya.


Pada episode sebelumnya, Kumud tidak terima orangtuanya dihina oleh Pramad, ia bersuara keras meminta Pramad menghentikan ocehannya yang justru membuat Pramad mengamuk dan membuat Kumud sampai terluka.

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 154 dan 155 melanjutkan percekcokan Kumud yang membalas penghinaan Pramad, sementara Pramad melampiaskan kekesalannya karena Kalika kabur. Jidat, tangan dan kaki Kumud sudah terluka, tapi harga dirinya jauh lebih terluka, ia tetap tak gentar.

Saraswatichandra episode 154 155 00

Pramad mengancamnya sebelum pergi “suatu hari aku akan menghancurkan keberanianmu”. Kumud tanpa takut menjawab “apa yang akan kau lakukan, kalau seseorang melakukan hal yang sama, pada saudara perempuanmu”. Mendengar itu, Pramad hanya melengos sekilas, selanjutnya pergi.

Saraswatichandra episode 154 155 02

Setelah Pramad pergi, Kumud baru merasakan sakit dilukanya. Sambil terpincang-pincang dan meringis ia mencari pegangan untuk berdiri. Saras mendekati tangga dengan wajah cemas, dari tangga di bawah ia melihat Pramad pergi. Kemudian muncul Kumud yang kusut dengan wajah menahan sakit berpegangan pada pegangan tangga. Melihat itu, Saras terpana tak percaya “Kumud”.

Kumud berusaha berjalan sambil tetap pegangan, begitu melihat Kumud hampir terjatuh, Saras mengejarnya. Ia melihat Kumud terluka. Tapi batasan antara mereka membuatnya tak bisa langsung membimbing Kumud. Saras memposisikan dirinya hanya menjaga Kumud supaya tidak sampai jatuh di tangga.

Saraswatichandra episode 154 155 04

Dengan susah payah, Kumud menuruni anak tangga. Saras tak tega “Sudah cukup Kumud. Kau sudah menjalani ujian, tapi Pramad tidak pantas menerima ujian ini. Hari ini aku akan membunuhnya”, Saras mengucapkan dengan menahan amarah.

Saat Saras mau lari mencari Pramad, Kumud melarang “Tidak, kumohon jangan pargi. Akan kulakukan, apa yang harus dilakukan sekarang. Kumud hampir terjatuh, saat tangan Saras terulur untuk membantu, Kumud tetap dalam batasannya.

Ia menatap Saras “Ku mohon”, melanjutkan turun tangga, terbayang pembicaraannya dengan bibi Dugba dulu waktu ia memberitau kalau Pramad tak menerimanya dan sibibi mengatakan kenapa Kumud tak kembali pada hari yang sama.

Saraswatichandra episode 154 155 06

Saras melihat kalau kaki Kumud juga terluka. Ia terus mengikuti langkah Kumud turun tangga dari belakang. Kumud terbayang dengan kata ayahnya yang saat ia dan Pramad berpamitan pada kunjungan pertama setelah menikah dulu. Kumud ingat ucapan Saras yang memintanya untuk berjanji jika Pramad tak berubah, maka ia harus kembali ke rumah orangtuanya.

Dengan susah payah, Kumud akhirnya sampai juga dilantai bawah. Kumud berjalan dengan pincang sambil memegang kepalanya. Mendengar suara Kumud yang menahan sakit, ibu Pramad berlari memeluknya “Kumud, Kumud”.

Saraswatichandra episode 154 155 08

Kumud memanggil “ibu” sambil menangis. Ibu mertuanya bertanya “Apa yang terjadi?”. Kusum, Alak dan Tuan Budhi juga berlari datang. Sambil menangis Kumud berkata “Ibu, maafkan aku ibu, aku tidak bisa melewati ujian ini”. Mata ibu Kamad terlihat berpendar kaget mendengar ucapan Kumud itu.

Kemudian Kumud melepaskan pelukannya, mengatupkan tangannya didada sambil berkata “Aku mohon maafkan aku ibu, aku kehilangan segalanya, kumohon biarkan aku pergi dari sini”. Mata ibu Pramad berkaca mendengar permohonan Kumud, Saras juga.

Saraswatichandra episode 154 155 09

Kumud melanjutkan ucapannya sambil tetap menangis “Kumohon ibu biarkan aku pergi. Berikutnya, aku tidak akan bisa melindungi harga diriku ibu”. Ibu Pramad menggeleng-geleng. Kumud memohon “Tolong biarkan aku pergi”. Tuan Budhi seperti berpikir mendengar ucapan Kumud. Sementara ibu mertuanya hanya berkata “Kumud” sambil meraih Kumud kembali, seperi memberi kekuatan.

Tuan Budhi berkata “Aku rasa sudah cukup kita beri Pramad kesempatan memperbaiki sikapnya, tapi tidak ada harapan lagi. Berapa lama kita menahannya seperti ini, berapa lama ia akan bersabar menghadapi Pramad seperti itu. Apa kita punya hak untuk menghentikannya”. Ibu Pramad terlihat kurang setuju dengan keputusan suaminya itu.

Saraswatichandra episode 154 155 12

Tuan Budhi menambahkan “Pergilah Nak, jangan tinggal dirumah yang bisa mengacaukan hidupmu. Pergilah Nak, pergilah”. Kumud langsung memeluk Tuan Budhi sambil berkata ‘ayah’. Nyonya Budhi masih terlihat keberatan.

Saras menggeretakkan gerahamnya. Ia mundur dari situ, keatas. Kusum memperhatikannya. Tuan Budhi meninggalkan ruangan itu juga.

Saraswatichandra episode 154 155 13

Pramad sedang tersenyum puas penuh kemenangan di teras atas “Aku berhasil mengusirnya dari rumah, sebelum hari ini berakhir”. Pramad tertawa puas. Saras muncul dengan wajah marah.

Pramad melanjutakan tawanya sambil berkata pada Saras “hahah, ia ingin menjadi istriku bukan? Kau lihat, ia meninggalkan rumah ini, untuk, selamanya”. Pramad benar-benar terlihat puas.

Saraswatichandra episode 154 155 14

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Kumud Terluka, Kehormatan adalah segalanya.

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Janji Pramad & Upacara Kematian Saras | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s