Saraswatichandra: Kalika Kabur, Tak Mau Nikah & Pramad Mengamuk


Pada episode sebelumnya diceritakan kalau Tuan Budhi mengalihkan semua harta Praamd atas nama Kumud. Kalika yang sudah tau kalau Naveen adalah Saras juga belum bisa berbuat banyak untuk membuka rahasia itu, karena Saras juga tau kalau Kalika ‘mencuri’ banyak dari keluarga Tuan Budhi. Sinopsis lengkapnya baca ditulisan Saraswatichandra: ‘Kekalahan’ Pertama Pramad & ‘Penopang Kehidupan’ Kalika.

Saraswatichandra episode 152 01

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 152 dan 153 melanjutkan episode sebelumnya Kumud yang sedang memasak terlihat sedang memikirkan sesuatu, wajahnya suntuk. Saras yang sedang mengambil air minum bertanya apa yang dikuatirkan Kumud.

Kumud menjelaskan sekarang uang dan asset Pramad sudah atas namanya, ia merasa itu tidak benar. Saras menenangkan Kumud “jangan merasa terbebani karena itu, kau tidak memintanya, kau mendapatkannya, itu bagus. Jika Praamd tidak mempunyai uang, maka Kalika akan meninggalkannya”.

“Tapi aku juga ingin Kalika mempunyai masa depan yang baik” nurani Kumud sebagai pendidik tetap dikedepankannya.

Saras menegaskan ke Kumud “Kalika harus pergi dari sini, tidak peduli ia menikah atau tidak”. Mendengar ucapan Saras itu Kumud meminta ma’af padanya dan mengatakan “aku masih kuat karena kau bersamaku, kalau tidak aku sudah hancur”.

Saras mengingatkan Kumud setelah urusan pernikahan Kalika beres. Itu adalah kesempatan terakhir Kumud untuk memperbaiki Pramad, jika Pramad tidak berubah Kumud harus menepati janjinya, kembali ke rumah orangtuanya.

Dengan yakin Kumud berkata “Aku yakin itu akan terjadi, Aku tau Pramad akan berubah. Dan, kemudian kau juga bisa pergi dari sini, memulai hidupmu yang baru”. Saras meninggalkan Kumud.

Kumud kemudian melihat simbol patah hati di masakannya yang dibuat Saras, matanya kembali berkaca. *Cinta yang aneh ya, begitu melihat ada sedikit peluang akan kemungkinan perbaikan hubungannya dengan Pramad, saat bersamaan ia menyadari akan kehilangan Saras selamanya. Hati mereka ternyata belum bisa diajak kerjasama*

Saraswatichandra episode 152 153 02

Kalika yang sudah rapi terlihat sangat geram saat memikirkan Kumud menyuruhnya menikah, sementara Saras membantunya. Dengan menahan marah Kalika berkata sendiri “Aku akan membongkar siapa mereka berdua sebenarnya di depan semua orang”. Pramad yang baru keluar dari sebuah kamar melihat Kalika. Mereka saling tatap. Baru Kalika mau bersuara, datang Kumud.

Saraswatichandra episode 152 03

“Kalika, kau sudah siap? Mereka sudah menunggumu” Kumud mengajak Kalika menemui orang yang datang melamar. Kalika menatap Kumud tajam. “Kalika, kuharap kau mengerti, apa yang kulakukan ini yang terbaik untukmu”.

Dengan menatap tajam Kalika berucap “Kau akan mengerti apa permainanmu akan bermain, dan ingat, kau akan membayar untuk semuanya”. Kemudian Kumud mengajak Pramad juga untuk menemui tamu. Pramad hanya menatap.

Saraswatichandra episode 152 153 04

Kumud memperkenalkan Kalika pada orangtua laki-laki yang datang melamar. Dengan terlihat sangat sopan, Kalika menghidangkan teh untuk mereka. Nyonya Budhi memuji Kalika dihadapan tamunya.

Saraswatichandra episode 152 05

Kalika menawarkan teh ke pria yang akan melamarnya. Dengan senang hati si pria menerima teh pemberian Kalika, diluar dugaan, dengan gerakan seperti tak sengaja, teh tumpah mengenai pakaian si pria. Si pria kaget, semua orang kaget. Kalika menawarkan si pria untuk ke toilet membersihkan kekacauan yang dibuatnya.

Saraswatichandra episode 152 06

Saras menyuruh Kalika disitu aja, biar ia yang mengantarkan Vikas. Mertua Kumud membiarkan Kalika yang mengantar, supaya mereka berdua itu bisa saling bicara dan mulai mengenal satu sama lain.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Kalika Kabur, Tak Mau Nikah & Pramad Mengamuk

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Kumud Terluka, Kehormatan adalah segalanya. | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s