News

Shakuntala: Pangeran Dushyant Galau Dalam Penantian Jadi Raja


Raja menemui Gauri yang sepertinya sengaja menunggunya “Ada apa ini, ada yang khusus?. “Tidak ayah, hari ini Ayah hanya boleh makan bersama putri kesayangan ayah. Aku telah bawakan makanan kesukaan ayah, jua buah- buahannya”, Gauri menjelaskan dengan senyum.

Shakuntala episode 23 #22 01

Raja Puro membuka penutup nampan dan mengambil buah yang disediakan Gauri, “ini buahnya masih mentah” raja bertanya dengan bingung.

“Tidak ayah, nanti juga manis”, Gauri memberi alasan.
“Apa maksudmu Putriku, setiap buah memiliki siklus alami tersendiri. Ditanam, tumbuh lalu pohon itu berbuah, dan buah itu sendiri butuh waktu untuk matang putriku. Tapi ingat, jangan memetik buah sebelum matang ya, itu tidak baik untuk si buah, juga bagi orang yang memetik buah itu sendiri”, Raja menasehati Putri Gauri.

Shakuntala episode 23 #22 02

“Benarkah ayah. Memetik sesuatu sebelum waktunya adalah hal yang buruk” Gauri mempertegas pernyataan Raja. Raja mengiyakan dan menambahkan “menggunakan sebelum waktunya, itu adalah sikap yang tak menghormati alam”.

“Ayah seperti buah dan pepohonan, hidup kami juga berjalan seperti aturan alam. Lalu kenapa membebani kakak dengan tanggung jawab sebesar ini sebelum waktunya? Dan ia telah menghabiskan masa kecilnya di ashram. Dan saat dia kembali, ia langsung dinobatkan. Tidakkah itu terlalu terburu-buru ayah?”. Raja tercenung mendengar ucapan Gauri.

“Apa kakak cukup siap menanggung tanggung jawab sebesar itu. Ini sama dengan kita makan buah saat buahnya belum matang. Bisakah kita memberikan waktu buat dirinya untuk beberapa hari”. Raja meletakkan buah mentah yang diambilnya, ia memikirkan kata-kata Putri Gauri.

Di ashram, temannya sedang memberi obat pada tangan Shakuntala. “Emangnya kenapa kalau tanganku terluka, setidaknya itu membuktikan kalau aku mencoba belajar memasak”. Temannya mengingatkan Shakuntala nanti Pangeran Hastinapura ga suka.

Shakuntala episode 23 #22 03

“Ga ada hubungannya. Ia senang jadi Pangeran di Hastinapura, sementara aku, akan bersenang-senang memasak”. Temannya hanya saling tersenyum gimana melihat khayalan pemikiran Shakuntala. “Jadi silahkan aja ia memimpikan putri yang cantik, padahal ia sepanjang hari hidup di singasana. Sementara orang yang hanya menghargai kecantikan luar, bukan orang yang baik”, Shakuntala menjelaskan pendapatnya tentang pangeran dengan wajah dibuat manyun pada temannya yang tersenyum geli melihat ulahnya itu.

Shakuntala episode 23 #22 04

Rishi Kanva sampai di gerbang ashram. Begitu melihatnya, Shakuntala langsung bangkit dan menghampiri dengan mata berbinar “Ayah”. Ia mengambil tas kain ayahnya, “Ayah, bagaimana perjalanannya, seharusnya ayah menginap saja, jadi ayah tak terlalu lelah. Tapi aku senang ayah kembali, aku sangat merindukan ayah”. Rishi Kanva hanya mendengar dengan wajah berpikir.

Shakuntala juga bercerita kalau tadi ia memasak makan malam, makanannya lezat, semua orang senang, tapi ayahnya tak mencicipi. Ia juga memberi tau kalau tangannya terluka. Mendengar itu, Rishi Kanva langsung meraih tangan Shakuntala untuk melihat lukanya.

Shakuntala episode 23 #22 05

Wajah Rishi Kanva semakin terlihat menanggung beban berat, suara hatinya berkata, “luka ini tepat digaris nasibnya. Wah Dewa, ini pertanda buruk lainnya. Aku tak boleh menunda lebih lama lagi. Aku harus segera ke lembah himalaya untuk ritual tolak bala”. Rishi Kanva terbayang pesan gurunya.

Shakuntala telihat bingung. Temannya bermaksud mencairkan suasana, “Rishi Kanva apa menurutmu Shakuntala sudah siap untuk menikah? Bahkan ia sudah belajar memasak”, Teman yang satunya dan Shakuntala tertawa mendengar candaan temannya itu. Diluar dugaan mereka, Rishi Kanva malah marah mendengarnya, “cukup, hentikan itu”. Shakuntala dan temannya langsung berhenti tertawa.

Shakuntala episode 23 #22 06

Shakuntala bingung melihat sikap ayahnya, “Ada apa, ayah. mereka itu hanya bercanda. apa becanda satu kesalahan?”. Rishi Kanva tetap tidak tersenyum, ia langsung bergegas dari situ, masuk ke pondoknya. Shakuntala semakin bingung melihat ayahnya.

Di kamarnya, Pangeran Dushyant galau dalam penantian menjadi raja. Ia mondar mandir, pesan ayahnya bahwa ia harus mengerti tentang dewan istana dan aspek politiknya, terus terngiang dan terbayang, juga bahwa sebuah kerajaan tidak dibangun dengan peperangan tapi dengan perdamaian dan ketentraman.

Shakuntala episode 23 #22 10

Putri Kalki masuk menemuinya, berusaha ‘mengakrabkan diri’, menyuruh Pangeran Dushyant untuk istirahat karena ia lihat sudah sibuk dan capek dari pagi. Dushyant nurut aja dibimbing ke tempat duduk.

Dengan penuh kagum Putri Kalki menatap Pangeran Dushyant dan bilang terlihat sangat lelah. Pangeran Dushyant bilang, bukan, iya hanya berpikir tentang berkuda. Putri Kalki malah semangat akan menemaninya. “Ayo berkuda, kita bisa sambil jalan-jalan dan berbicara”.

Shakuntala episode 23 #22 11

“Berbicara? tentang apa?”, Dushyant mempertanyakan maksud ucapan Kalki tersebut. Duduk Kalki semakin mendekat dengan Dushyant sambil mengatakan kalau mereka sudah lama tidak bertemu, banyak hal yang ingin ia tau, apa yang disuka dan tidak disuka oleh Dushyant.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan  kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Shakuntala: Pangeran Dushyant Galau Dalam Penantian Jadi Raja”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.