Saraswatichandra: Hutang Cerita Masa Lalu & Menepati Janji Cinta


Kusum yang sedang menuju telpon rumah untuk memberi kabar ke rumahnya, diangkat Dugba bibinya. Sebelum langkahnya mencapai tempat Saras yang sedang ngobrol dengan salah satu tamu, Saras melangkah meninggalkan ruang itu. Kusum tak bisa bercerita banyak dengan bibinya karena suara berisik pesta. Ia janji akan menelpon lagi nanti.

Saraswatichandra episode 130 131 00

Kumud dan Pramad yang turun ke ruang pesta dengan wajah tegang. Di tangga turun, Kumud sempat terpeleset, untung tangannya diraih Pramad. Pramad mengingatkan untuk hati-hati, karena kalau Kumud sampai jatuh, ia yang akan dituduh mendorongnya. Pramad juga mengingatkan Kumud tentang hutangnya memberitau cerita masa lalu, siapa itu Saraswatichandra, seusai pesta.

Semua keluarga tersenyum lega melihat kehadiran Pramad dan Kumud. Saras walau dengan perasaan campur aduk, tetap terlihat tenang. Pesta ini salah satu usahanya untuk menepati janji cinta pada ibu dan orang yang dicintainya. Kalika yang sangat geram melihat kebersamaan Pramad dan Kumud. Ia meninggalkan ruangan menuju kamar Naveen.

Kalika curiga dengan hubungan Kumud-Naveenchandra, tapi ia tak tau mereka itu menyembunyikan apa. Saat itu adalah kesempatannya mencari bukti kesalahan dua orang itu. Setelah membongkar beberapa tempat, ia tak menemukan bukti apapun. Kemudian Kalika ingat, saat beberes sebelumnya, sebelum kepergok Naveen dan diusir keluar kamar, ia sempat melihat ‘ikat pinggang’ di tas Naveen. Kalika berusaha mencari tas tersebut.

Ia tersenyum puas saat menemukannya. Dengan senyum licik, Kalika bergumam,”Tuan Naveenchandra, jika kau memberi tanda cinta kepadaku, tak kan ku bongkar. Tapi, jika tidak, lihat aja nanti”.

Kusum setelah menelpon, kembali ke ruang pesta. Saat memutari ruangan, ia berpapasan dengan Saras. Mereka berdua saling tatap, kaget. Saras terlihat gugup, begitu banyak yang harus dijelaskan, sementara waktunya kurang pas. Sementara Kusum, seperti mau ‘menelan’ orang dihadapannya itu hidup-hidup, saking emosinya. Untung datang Alak.

Alak memperkenalkan mereka, yang walau direspon dengan cara yang ‘aneh’, sepertinya Alak kurang memperhatikan, karena sibuk berbicara tentang ibunya yang akan menjodohkan Kusum dengan Naveen. Kusum dan Naveen juga tak menggubris ucapan Alak, mereka berdua terlalu sibuk dengan yang ada dipikiran masing-masing. Sebelum Alak menaruh curiga, Kusum berucap,”Hai, apa kabar” pada Saras. Saras tersenyum sumbang.

Alak berusaha mencairkan sikap kaku mereka dengan mencoba bercanda kalau sebenarnya pesta ini dibuat untuk menyambut kedatangan Kusum bertamu dirumah ini. Tapi sepertinya sudah berubah menjadi pestanya Pramad. Keputusan setiap orang sepertinya bisa berubah termasuk Pramad.

Kusum yang mendengar ucapan Alak itu langsung menjawab,” Kakakku itu bisa mengubah keputusan siapapun, asal orang yang membuat keputusan itu, hatinya tidak terbuat dari batu”. Saras tau betul kalau kata-kata Kusum itu ditujukan untuknya.

Saat Alak mengajak Kusum mengambil makanan, Kusum mempersilahkan Alak duluan. Ketika mulut Kusum dan Saras mau bicara, muncul Kalika yang menyampaikan pesan kalau Naveen dipanggil. Naveen beranjak dari hadapan Kusum, dengan diikuti oleh tatapan gusar Kusum, serta tatapan curiga Kalika.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat kumpulan foto dan membaca kelanjutan kisahnya ya kawans 🙂

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Hutang Cerita Masa Lalu & Menepati Janji Cinta

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Terluka & Tak Mendengarkan Suara Hati | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s