Saraswatichandra: Menyerah Pada Takdir & Melupakan Cinta?


Pada episode sebelumnya, Pramad yang pulang dalam keadaan mabuk dan ribut dengan Kumud, telah membangunkan seluruh keluarga. Baca cerita lengkapnya ditulisan yang ini :

Lanjut ke sinopsis serial Saraswatichandra episode 126 dan episode 127 yang tayang pada tanggal 10 Februari di Trans7.

Saraswatichandra episode 126 127 00

Semua kaget. Salah satu bibi Kumud mengingatkan untuk memanggil dokter. Ayah Kumud mencegahnya, dan menegaskan ke semua anggota keluarganya yang hadir, keadaan Pramad yang seperti itu, beritanya tidak boleh sampai keluar rumah, jangan sampai orang lain tau.

Kumud memutuskan memapah Pramad ke kamar. Setelah menyelimutinya, ia menarik nafas dalam untuk menenangkan diri kemudian kembali menemui ayahnya.

Ayahnya langsung menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa gagal menjadi ayah yang baik. Salah dalam mengambil keputusan penting dalam hidup putri kesayangannya, sekarang ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, semua sudah terlanjur.

Kumud berusaha menenangkan ayahnya. Semua yang terjadi pada hidup dan pernikahannya bukan salah ayahnya mengambil keputusan. Tetapi semua itu putusan takdir. Ayahnya tetap punya hak untuk memikirkan kesejahteraannya walau ia sudah menjadi menantu di keluarga lain.

Ayah Kumud tetap tergugu dalam sesal, kenapa anaknya yang harus menanggung semuanya dan harus mengorbankan hidupnya hanya demi kehormatan keluarga.

Dengan percaya diri, Kumud meyakinkan ayahnya, bahwa ia belajar dari semangat ayahnya, saat menghadapi masa genting keluarga, mempertahankan keluarga tetap utuh. Menjaga hubungan yang sudah ada, dan ia pasti akan melakukan hal yang sama.

“Aku akan kembali dengan Pramad, ayah. Cinta dan kesabaranku pasti bisa merubah Pramad. Walau aku menyerah pada takdir, tapi aku akan berusaha memenangkan hidupku. Aku janji ayah, sekarang yang ku minta hanya restu dan do’a ayah”.

Melihat ketegaran wajah Kumud untuk tetap kembali bersama suaminya, walau resiko yang akan dihadapinya sangat besar, ayahnya merestui dengan syarat Kumud tak boleh menyembunyikan apapun dari ayah dan keluarganya lagi.

Ayah Kumud kemudian keluar kehalaman. Ia diikuti istrinya dan Dugba. Vidyacatur menangisi kekeliruannya yang selalu tergesa-gesa mengambil keputusan pada anggota keluarganya yang perempuan.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutan kisahnya ya kawans 🙂

Iklan

6 responses to “Saraswatichandra: Menyerah Pada Takdir & Melupakan Cinta?

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: ‘Nyanyian Hati’ & Memperbaiki Hubungan Tanpa Cinta | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s