Fase Cinta Yang Dialami Manusia Dalam Hidup


Fase Cinta yang akan saya catatkan disini adalah cinta umum yang terjadi antara dua anak manusia yang berbeda jenis. Seperti yang kita ketahui Cinta itu sebenarnya sangat ruwet untuk bisa diurai secara terperinci, karena hanya perasaan, yang terlibat di dalamnya, semua logika lumpuh olehnya. Bahkan mereka yang bijak pun tak berdaya bila sudah terserang ‘virus cinta’ ini 😳 .

Legenda cerita cinta yang abadi di tengah-tengah masyarakat selalu mengabadikan kisah, bagaimana seseorang bisa menyerahkan segalanya, termasuk nyawa, demi sebuah cinta. Cinta itu bisa melahirkan kehidupan baru, tapi juga bisa menghancurkan. Cinta mempunyai banyak wajah, ia bisa muncul dengan semua keindahan yang dimilikinya, tapi bisa juga tampil dengan sosok yang sangat mengerikan.

Begitu banyak kisah cinta yang berujung lara. Sebut saja kisah cinta Romeo dan Juliet, Laila dan Majnun, kisah cinta Kleopatra dan Julius Caesar serta Mark Anthoni, kisah dibalik pembangunan Taj Mahal, sampai hikayat cinta Sangkuriang yang membuatnya ‘buta’ terhadap sebuah kebenaran.

Duh cinta! Ibarat bunga yang sedang mekar, cinta takkan pernah habis untuk dikupas kelopak per kelopaknya, karena selalu aja muncul rasa takjub baru yang ditemui.

Fase Kelopak Bunga Cinta

Jika kau sudah mulai mengenal ‘virus’ cinta, kau harus hati-hati menyikapinya kawans. Kalau tidak kau bisa terbakar hangus olehnya dan yang tersisa hanya debu. Karena sepanjang tarikan nafas masih mengalir di nadi kita, selama itu juga kita akan berurusan dengan yang namanya cinta ini kawans πŸ˜‰ .

So, fase cinta yang di alami dua anak manusia dalam hidupnya:

Cinta Monyet
Cinta yang singgah dihati dua anak manusia yang belum aqil balikh. Cinta yang kalau ketemu penuh dengan malu-malu, tapi kalau ga ketemu sehari aja, rasanya dunia bakal ‘kiamat’ πŸ˜› . Ntar kalau putus, seringnya jadi musuh πŸ˜† .

Cinta Buta
Kalau kau kena virus cinta jenis ini, apapun omongan orang tentang ‘pujaan’ hatimu saat itu, kau takkan dengar. Kau akan selalu mencari pembenaran sendiri kalau disodorkan ‘kesalahan’ orang yang sedang kau cintai itu. Logika mu benar- benar lumpuh olehnya. Biasanya kau akan tersadar, jika sudah ‘lumpuh’ dan berdarah-darah olehnya, yang tersisa hanya sesal. Kau akan mempertanyakan rasa cinta dan sepi yang tak berkesudahan.

Cinta Pertama
Perasaan suka terhadap lawan jenis yang timbul pertama kali. Semua yang ada di lawan jenis itu akan kau sukai dan terima. Cinta ini akan terus teringat sampai kapanpun, walau nantinya kau tak berjodoh dalam pernikahan. Ceritanya akan selalu menyunggingkan sebaris senyum di bibirmu.

Cinta Kedua
Kata mereka yang pernah mengalaminya, pada fase usia tertentu, sebenarnya kau akan mengalami saat-saat jatuh cinta untuk kedua kalinya. Beruntung kalau kau jatuh cinta pada orang yang telah menjadi pasangan hidupmu. Tetapi akan berakibat fatal jika kau jatuh cinta untuk kedua kalinya itu pada sosok lain. Urusannya bisa sangat ruwet. Ia mungkin menyapamu tanpa sengaja pada pandangan pertama disatu waktu. Kau mengaku mencintai cinta pertama mu, tapi merasa tak bisa hidup tanpa cinta kedua mu, puyengkan?

Cinta Sejati
Cinta yang telah teruji oleh berbagai rintangan cinta. Ia tetap kokoh berdiri di singasana hati mu, tak tergantikan oleh apapun. Menerimanya dalam keadaan bagaimanapun.

Cinta Abadi
Tidak ada di dunia ini, karena dunia dan segala isinya adalah fana, termasuk cinta di dalamnya. Jadi, kalau ada yang ngaku-ngaku kau adalah cinta abadinya, tentu aja itu hanya gombal, emangnya kalian hidup sudah bukan di dunia lagi?

Cinta itu bisa datang dan bisa juga pergi. Ia perlu pupuk yang bernama kasih sayang supaya tetap tumbuh subur. Kawans, fase cinta yang manakah yang sudah pernah menyapa dan singgah dalam hidupmu? Atau, kau sudah mengalami semua jenis cinta diatas, kawans?

Iklan

4 responses to “Fase Cinta Yang Dialami Manusia Dalam Hidup

  1. Ping-balik: Efek Fatal Cinta Buta, Bertepuk Sebelah Tangan | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.