Saraswatichandra: Tetap Berbohong Demi Kebahagiaan Keluarga


Kumud masuk rumah dari kuil, bergantian dengan Saras. Di ruang keluarga, ibu, ayah mertua dan Alak sedang berkumpul. Ibu mertuanya menanyakan ia darimana, kenapa wajahnya begitu Kusut, apa ada yang mengganggu pikirannya?

Saraswatichandra episode 122 123 00

Kumud bilang iya baru dari kuil. Saat ditanya mana persembahan untuk mereka, Kumud sempat gelagapan, kemudian memberi alasan ia lupa membawanya pulang. Kalika datang membawakan minuman dan menawarkan ke Kumud, Kumud menolak.

Ayah mertuanya langsung menggoda, sebentar lagi wajah Kumud yang kusut itu akan cerah, karena ayahnya barusan telpon, meminta kepadanya supaya Kumud dan Pramad diijinkan berkunjung ke rumah mereka, untuk merayakan penyambutan kedatangan anak perempuan pertamakali pulang ke rumah orangtuanya bersama suami. Kumud awalnya menyembunyikan kegembiraannya.

Ketika ibu dan ayah mertuany bilang,”kami tau kau bahagia mendengar kabar akan berkunjung ke keluargamu, tak usah malu-malu, besok kau sudah harus berangkat kesana. Kami senang kalau kau senang”. Kumud langsung tersenyum bahagia dan berterima kasih dengan memberi hormat pada mertuanya.

Sementara itu, Saras yang masuk rumah beberapa saat setelah Kumud, menahan langkahnya saat mendengar pembicaraan keluarga tersebut. Ia langsung gelisah.

Kumud dengan wajah senang, penuh semangat, lalu mempersiapkan makanan untuk keluarga suaminya di dapur. Alak masuk dan mengajak Kumud berbicara, “Kau sangat rajin memasak, aku tidak berbakat, walau ibu memintaku terus terusan untuk belajar memasak. Katanya kau adalah anak kesayangan dan kebanggaan ayahmu, kau juga berbakat mengajar, seharusnya kau tak harus melakukan ini. Aku akan ngomong sama ayah supaya kau bisa mengajar di sini, pasti diijinkan. Tapi kalau Pramad yang ngomong, beliau tak bakal mengijinkan. Walau sebenarnya ayah juga mendukung Pramad, tapi aku yang menguasai keputusan beliau. Ibu tidak banyak tau percakapan kami”. Kumud tersenyum mendengar pembicaraan Alak.

“Iya, ayah selalu mengandalkanku, ia tak bisa apapun, terutama masalah berhitung. Kadang aku memberikan manisan tanpa sepengetahuan ibu, karena ayah sebenarnya dilarang makan manisan”.

“Kalau kau hebat berhitung, kenapa kau salah hitung soal Pramad? Lukamu tak bisa terus kau tutupi dengan vermallion. Apa kau sanggup menutupi semua ulah Pramad dihadapan keluargamu? Apa kau berpikir bisa menyelesaikan semua masalah sendiri tanpa melibatkan keluarga?, Alak beranjak meninggalkan Kumud.

“Alak, jika kau tau aku berbohong, kenapa kau tak bertanya padaku?”, Kumud berusaha menahan Alak.

“Kadang beberapa pertanyaan akan tetap baik, jika ia tetap pada status pertanyaan. Aku tak pernah bertanya kenapa pernikahan pertamamu gagal. Aku tau, kalau aku bertanya, luka yang sangat menyakitkan bagimu akan muncul lagi. Biarlah itu menjadi rahasiamu. Tapi hubunganmu dengan Pramad kalau kau anggap sebuah kompromi jalan keluar kebahagiaan keluarga. Kau harus tutupi kesalahan Pramad dari orangtuamu”. Alak kemudian meninggalkan dapur, Kumud tercenung.

Saraswatichandra episode 122 123 04

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutan kisahnya ya kawans 🙂

Iklan