Saraswatichandra: Derita Cinta itu Semakin Terasa Perih


Saras kemudian menceritakan kalau sebenarnya ia sudah datang di hari pernikahan mereka. Ia sudah sampai di depan rumah Kumud saat inspektur polisi itu menghentikannya. Tau-tau ia terbangun sudah di rumah mertua Kumud.

Kumud yang mendengar semua penjelasan Saras, semakin tergugu. Ia ingat saat meninggalkan rumah setelah resmi menikah dengan Pramad, di halaman menemukan benda punya Saras. Sakit Cinta itu semakin terasa perih.

Saras mengatakan ke Kumud kalau ia tak sanggup melihat Kumud terluka sendiri. Saras kemudian mengambil pulpen dan melukai tanggannya sendiri. Jika Kumud tak juga menghentikan tindakan Pramad yang semakin keterlaluan, Saras akan terus melukai tangannya. Setiap kali ia melihat Kumud di sakiti Pramad, Saras juga akan melukai tangannya itu.

Kumud tak tega melihat Saras terluka, ia berlari mengambil perban dan obat luka, kemudian menarohnya di depan Saras. Saras menolaknya. Luka itu tak seberapa dibanding sakit yang dirasakan Kumud.

Kumud membujuk Saras dengan berjanji tidak akan mengabaikan kata-kata Saras, asal, Saras mau mengobati luka dan membalutnya. Saras akhirnya nurut. Ia menahan sakit saat perban yang ada obat luka itu menempel. Saras dan Kumud
sama-sama terbawa lamunan saat dulu mereka masih mesra dan Saras juga
terluka, Kumud yang merawat dan membalut lukanya.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutan kisahnya ya kawans 🙂

Iklan