Saraswatichandra: Harga Diri Seseorang yang Saling Mencintai


Kumud gelisah ga jelas dikamarnya. Ia ingat kata-kata Saras yang mengingatkannya untuk ‘bangun’,  kembali ke jati diri yang sesungguhnya. Ia rada geram dianggap ga punya jati diri *cewek kalau udah marah, ternyata ga selesai- selesai yak 😆 *.

Saraswatichandra episode 116 117 01

Sementara Saras di kamarnya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen untuk santunan korban banjir. Ia perlu pulpen, rogoh saku tasnya, tanpa sengaja ia menemukan aksesoris pinggang milik Kumud yang masih ia simpan *ngelamun masa-masa indah bersama Kumud dah 😛 , “takdir memisahkan kita tapi perasaan kita tidak bisa dipisahkan”.

Saraswatichandra episode 116 117 02

Kumud yang merasa harga dirinya tersinggung oleh ucapan Saras, datang menemui Saras, minta ijin masuk. Saras yang sedang ngelamun udah senang aja, eh ga taunya masih kena semprot oleh ucapan Kumud:
“Naveenchandra, aku masih orang yang sama. Tidak pernah hilang keberanian ataupun harga diri. Kau tak usah ikut campur lagi dengan kehidupanku. Pergilah menjauh dari hidupku”.

“Aku hanya mendengarkan kata hatiku, dan melakukan apa yang menurutku tepat. Aku belajar semua itu darimu, Kumud. Aku takkan mengganggu hubunganmu dengan suamimu. Aku akan pergi, jika yakin kau aman tinggal di keluarga ini”. Kumud terdiam mendengar ketegasan Saras, kemudian keluar meninggalkan Saras.

Saras kemudian bergabung dengan Alak dan ayahnya yang sedang menerima telpon dari kantor polisi, tentang anak orang kaya yang hilang yang bernama Saraswatichandra. Saras yang mendengar itu langsung tegang, menunggu dan melihat, apa yang akan terjadi selanjutnya. Ternyata tuan politisi mengatakan informasi tersebut bisa mereka jadikan bahan untuk kampanye menarik simpati masyarakat. “Anak-anak sekarang main kabur seenaknya tanpa mempertimbangkan perasaan orangtuanya. Kalau kau pasti membuat kedua orangtuamu bangga Naveenchandra”. Saras menghembus nafas lega dan tersenyum kecut. *dalam hati ia sepertinya bergumam, selamt- phiuf*.

Sementara itu Sunny mendapat telpon dari kantor polisi tentang laporannya mengenai orang hilang. Ia kemudian menghubungi Kusum supaya bisa ikut ke kantor polisi, mungkin informasi keberadaan Saras sudah ada. Kusum menyanggupi, ia membantu mencari keberadaan Saras hanya sebatas ikatan kemanusiaan.

Sesampai di kantor polisi mereka kecewa karena ternyata tidak ada titik terang tentang Saraswatichandra yang hilang. Sunny yakin kalau Saras tidak akan meninggalkan tempat itu sebelum berbicara pada Kumud. Maka satu- satunya cara untuk mengetahui keberadaan Saras, mereka harus menemui Kumud di rumah mertuanya. Kusum harus merayu ibunya agar bisa memberi izin menunjungi Kumud.

KLIK “ANGKA”  Halaman, dibawah  artikel “TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutan kisahnya ya kawans 🙂

Iklan