Saraswatichandra: Jangan Hanya Diam Melihat Ketidakadilan, Bersuaralah!


Kumud menegaskan kepada adiknya Kusum melalui telpon supaya bisa menegaskan kepada Ayahnya, bahwa apapun yang di dengarnya tentang Pramad jangan sipercaya, itu hanya gosip. Ia baik-baik aja di keluarga suaminya, tidak kekurangan apapun.

Kemudian Kumud menyudahi telpon dengan alasan ia mau jalan keluar sama suaminya, setelah itu berkaca-kaca mendekap hp pemberian Saras yang sudah diberi selotip disana sini karena sudah terbanting berkali-kali, *ia boong, boro-boro jalan, wong bertemu selalu berantem dalam keadaan mabuk dan dilarang bersuara*.

01 Saraswatichandra episode 114 115

Di ruangan kerja ayah Pramad, Naveenchandra ikut pertemuan politik membicarakan ganti rugi bencana korban banjir. Alak kakak perempuan Pramad sudah mempersiapkan proposal ganti rugi, tapi si Naveen alias Saras ngoceh kalau ganti rugi harus dilipat gandakan jumlahnya. Mereka yang sudah jadi korban harus dibantu secepatnya, tidak cukup dengan pidato permintaan ma’af dan minta ampun aja, harus dengan tindakan nyata, secepatnya, biar mereka pulih. Mereka tidak akan lupa walau mereka bisa menyesuaikan dengan keadaan. Nantinya justru kita yang akan kehilangan mereka.

Alak tidak setuju, itu akan menggerogoti dana kampanye ayahnya. Ia memarahi Naveen kalau memberi usulan itu jangan pakai perasaan tapi logika. Si Naveen minta ma’af, tapi Ayah Pramad justru bisa mempertimbangkan usulan Naveenchandra, saat sekarang membantu kesusahan rakyat tempat target kampanye yang utama. Di lain waktu Naveenchandra sempat berteriak ke Alak saat ia dipersamakan dengan Pramad. Untungnya ia cepat tersadar dengan posisinya.

Saat kembali ke kamarnya, Saras mempertanyakan dirinya sendiri, kenapa ia jadi melibatkan emosi saat meeting tadi. Ia hanya ingin membantu Kumud untuk bersuara dan memberitau keluarga mertuanya tentang pernikahannya. “Kau boleh menutup kelakuan suamimu terhadap mu dari semua orang, tak masalah, tapi semua orang di keluarga ini harus tau apa perlakuan apa yang kau terima”.

Silahkan “KLIK ANGKA  HALAMAN“, dibawah  “artikel TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutannya ya kawans 🙂

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Jangan Hanya Diam Melihat Ketidakadilan, Bersuaralah!

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Harga Diri Seseorang yang Saling Mencintai | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s