Saraswatichandra: Penderitaan Bathin dan Luka, oleh Ketakberdayaan Cinta


Saras tak peduli dan balik mengancam Kalika, “bilang aja sama Pramad, kau juga akan lihat amukan amarahku”. Duh cinta.

Foto-foto berikut setidaknya juga bisa mewakili emosi yang diperlihatkan pemeran serial Saraswatichandra kali ini :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

***
Sementara di rumah keluarga Kumud. Ayahnya sudah mendapat informasi dari temannya bahwa benar iparnya itu orang terhormat, tapi ternyata Pramad adalah seorang pencandu minuman keras. Tapi mereka berusaha berpikir positif kalau itu hanya fitnah dari orang-orang yang tak suka pada keluarga itu, cemburu pada status sosial yang keluarga ayah mertua Kumud miliki.

Obrolan Ayah dan ibu Kumud serta Kusum itu berlanjut membahas Saras yang telah membohongi dan menipu cinta Kumud.

Sunny, sahabat saras berkunjung lagi dan membela Saras,”Saras memang orang baik, ia tak bisa tipu siapapun. Semua karena ulah ibu tirinya, Guman. Sehingga Saras jadi kehilangan pegangan hidup saat itu”.

Kusum adik Kumud, marah mendengar pembelaan Sunny itu. Kusum mengatakan kalau ia sampai ikut tak mempercayai cinta lagi gara-gara sikap Saras pada kakak dan keluarganya.

Esok harinya Sunny berkunjung lagi, tapi tidak untuk membela Saras. Untuk minta tolong sama keluarga Kumud supaya mencari tau keberadaan Saras. Karena ia sudah menghubungi semua relasi Saras di Dubai dan tak satupun yang tau keberadaan Saras. Ia yakin Saras masih di sekitar situ, maka keluarga Kumudlah yang bisa mencari informasi keberadaannya. Ibu Kumud dan Kusum menyanggupinya.

Kusum menelpon Kumud dan memberitau kalau ayah mereka telah mendapat informasi bahwa Pramad adalah seorang pemabuk. Kumud gelagapan.

Begitulah sinopsis serial Saraswatichandra episode 112 dan 113 yang tayang pada tanggal 30 Januari di Trans7. Penasaran melihat ketakberdayaan Kumud dan Saras dalam menyatukan cinta mereka.

Oiya, kisah sebelum ini baca di sinopsis dengan judul: Sulitnya ma’af untuk yang mengabaikan hati & cinta.

***
Cinta dan benci itu benar-benar satu fisik dengan dua rupa ya. Saat kau mengabaikan cinta, benci datang menghampiri. Saat kau begitu membenci seseorang, diam-diam cinta datang menyelinap 😳 .

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Penderitaan Bathin dan Luka, oleh Ketakberdayaan Cinta

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Jangan Hanya Diam Melihat Ketidakadilan, Bersuaralah! | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s