Saraswatichandra: Penderitaan Bathin dan Luka, oleh Ketakberdayaan Cinta


Pramad yang mabuk dipapah oleh Kumud ke kamarnya. Sesampai di kamar bukannya istirahat, si Pramad malah minum lagi dan sempoyongan mau keluar kamar. Kumud melarangnya, malah di dorong oleh Pramad, jidatnya terbentur kusen pintu. Kumud tak mempedulikan darah yang mengalir dari lukanya itu. Ia keluar kamar dan tak berdaya menatap Pramad yang sedang mabuk pergi.

18 Kumud tetap cantik dalam luka

Secara bersamaan, Saras yang mau meninggalkan rumah sambil melamun melihat Pramad yang keluar, tertegun. Saat itulah darah dari jidat Kumud yang berdiri dalam satu garis lurus dengannya dilantai dua, jatuh mengenai tangannya. Saras mendongak dan melihat Kumud yang sedang menangis.

Saras berlari keatas mengejar Kumud. Kumud membentaknya sambil mengingatkan bahwa pantangan masuk ke kamar istri orang lain di malam hari saat suaminya tidak ada di tempat. Saras tak menghiraukan dan tetap bertanya siapa yang menyebabkan luka di jidat Kumud itu. Dengan menahan marah Kumud menjawab kalau luka itu disebabkan oleh seseorang yang bernama Saraswatichandra.

Saras geram dan akan membalas Pramad atas perbuatannya itu. Kumud dengan emosi melarangnya dengan mengatakan, “Kau tak boleh menyentuh Pramad, mengatakan apapun padanya, aku melindunginya dibawah sumpah pernikahan. Aku tak rela suamiku dihina oleh orang yang tak menghormati cinta dan diriku. Suamiku tak memberikan cinta palsu”. Ia mengusir Saras. Mendengar kata-kata Kumud itu, Saras langsung tak berdaya melihat penderitaan bathin yang dialami Kumud.

Pagi harinya, Kumud membuat pemujaan dan berdo’a. Ayah dan ibu mertuanya senang melihatnya, dan berpesan:

suka duka dalam hidup yang dijalani, harus ikhlas menerimanya“.

Kemudian menyuruh membagikan persembahannya itu untuk semua orang. Karena fisik dan pikiran Kumud sedang tidak berada dalam satu gelombang, ia tak menyadari kalau Saras sudah berdiri dihadapannya dan dan menarok tangannya di api persembahan yang sedang dipegang Kumud. Mereka saling tatap. Yang satu dalam tatap minta ma’af yang lain menahan emosi marah. Mereka tak sadar kalau tangan Saras sudah dikenai api. Kumud kemudian melengos pergi meninggalkan Saras.

Saras hanya bisa membathin,”Luka bakar ditanganku ini tak ada apa-apanya Kumud. Aku juga sakit melihat kau terbakar setiap waktu dan aku tak percaya itu terjadi padamu”.

Melihat Kumud tetap menyimpan rapat semua ulah suaminya, di depan keluarga besarnya, termasuk luka fisik yang ditutupi dengan menggunakan penutup kepala, tidak mau makan bersama, dengan alasan kalau ia sedang melakukan ritual puasa selama beberapa hari.

Mana Saras juga melihat sikap Pramad yang tetap tanpa berasa bersalah dengan sok ngebos, semua pekerja dirumahnya harus menundukkan kepala kalau berhadapan dengannya. Saras semakin geram, tapi tak berhak ikut campur karena sudah diperingatkan Kumud.

Merasa bahwa semua penderitaan dan ketidak adilan yang ditanggung Kumud itu karena kesalahannya, maka Saras bersumpah untuk membantu Kumud supaya bisa membuka mulutnya. Dan ia takkan meninggalkan rumah itu sebelum Kumud diperlakukan layak oleh suaminya.

Ketidakberdayaannya menepati janji terhadap cintanya kepada Kumud akan dibalas dengan setidaknya mengurangi penderitaan bathin dan luka fisik yang di dapat Kumud dari suaminya.

Si Kalika asisten rumah tangga ikutan mau menggoda Saras dan menakutinya kalau tidak tunduk padanya, jika ia lapor ke Pramad, tak ada yang bakal selamat dari amukan amarah Pramad.

SilahkanKLIK ANGKA  HALAMAN“, dibawah  “artikel TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutannya ya kawans 🙂

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Penderitaan Bathin dan Luka, oleh Ketakberdayaan Cinta

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Jangan Hanya Diam Melihat Ketidakadilan, Bersuaralah! | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.