Saraswatichandra: Ritual ‘Pemakaman’ Kenangan, Pernikahan Kumud-Pramad


Hari ini tanggal 22 Januari, Serial Saraswatichandra episode 98-99. Jika bingung, baca dulu cerita sebelumnya: Membatalkan pernikahan lewat telpon. Kumud masih sangat syok mendengar pembatalan pernikahan yang dilakukan Saras. Ia menangis dalam guyuran hujan, sama saat dulu dia juga lari bahagia ditengah hujan saat Saras akhirnya bilang menyukainya. Jika dulu dengan wajah penuh kebahagian, sekarang dengan wajah penuh air mata kemarahan.

Setelah puas menjemput kenangan yang tersimpan di setiap pojok pikirannya, Kumud kemudian menghapus air matanya dan berkata,”Bulan bukan hanya menjadi saksi cinta kita, tapi juga saksi perpisahan kita. Mulai hari ini aku akan melupakanmu. Aku melupakanmu bukan karena kau meninggalkanku, tapi karena kau tak layak atas cintaku!”. Adiknya Kusum datang mengajak Kumud kedalam rumah.

Sementara itu Ayah, Ibu dan bibinya membicarakan mimpi dan masa depan putri
mereka yang sudah hancur. Mereka saling menyalahkan diri masing-masing, karena telah mempercayai Saras, padahal sebelumnya sudah menolak Kumud. Ayahnya tiba-tiba mengatakan jika putrinya pantas mendapatkan pria yang lebih dari Saras, putra sahabat yang telah mengecewakannya itu. Sekonyong-konyong Kumud muncul di tengah percakapan mereka, ia menyanggupi menikah dengan pria manapun pilihan ayahnya. Semuanya terkesima melihat keputusan tegas Kumud itu.

Kumud bersedia melanjutkan pernikahannya dengan pria lain

Bibinya berusaha meyakinkan Kumud atas keputusannya itu, ‘mimpi yang membuat mempelai bisa tidur”. Jangan sampai dia mengalami penyesalan yang sama dengan dirinya. Kumud tetap dengan keputusannya,”Aku sudah tidak punya mimpi lagi,Bi. Luka dihatiku tidak akan pernah sembuh. Tapi itu takkan menghentikan langkahku. Aku akan membalutnya dengan perban biar ia tertutup”. Ibunya juga menanyakan hal yang sama, ia hanya ingin kebahagiaan putrinya. Kumud tetap dengan keputusannya,”kebahagian keluarganya adalah prioritasnya saat ini”.

Ibunya Kumud menanya kesiapan Kumud

Sementara Saras di Dubai mulai berpikir jernih tentang keputusannya. Ia menyadari kekeliruannya dan berusaha menelpon hape Kumud, yang sebelumnya sudah hancur saat mendengar kabar pembatalan darinya. Saras panik, bagaimana jika terjadi apa-apa dengan Kumud. Ia mulai menyadari tidak bisa hidup tanpa Kumud. Ia memutuskan untuk terbang ke India, berharap belum terlambat untuk meminta ma’af, keputusannya sangat di support oleh sahabatnya. Perjalanan menuju Kumud ternyata tidak semulus biasanya. Saras merasa itu sebagai sebuah hukuman atas tindakannya dan ia berharap sambil menatap foto Kumud,”semoga kau masih berada ditempat aku meninggalkanmu”.

Saras akan menemui Kumud

Di India, Kumud mengosongkan lemarinya yang penuh dengan benda-benda kenangan bersama Saras: layangan, surat-surat Saras, Sari hadiah dari Saras dan tembikar hasil buatan Saras. Ia tanpa ekspresi kemudian membakar semua benda-benda tersebut disaksikan adiknya, Kusum dan Kumari yang tak bisa berbuat apa-apa. Ia menamakannya dengan ritual pemakaman kenangan, “Semua harus terbakar dan berubah menjadi abu. Seolah tak pernah ada, dan memang seperti itu seharusnya”.

Ritual pembakarang kenangan Kumud

Persiapan prosesi pernikahan yang seharunya Saras-Kumud, berubah menjadi Kumud dengan Pramad, pilihan ayahnya.

Saat semua keluarga melihat foto yang akan menjadi calon suaminya. Kumud dengan wajah tanpa ekspresi tidak mau melihatnya,”Aku sudah pernah melihat dengan mataku, dan aku mempercayainya. Tapi itu yang menghancurkanku. Keputusan hidupku tidak jadi milikku lagi. Aku hanya mengikuti takdirku”.

Saat sudah dalam balutan pakaian pengantin, Kumud baru menyadari kalau cincin pertunangan dari Saras masih menempel dijari manisnya. Ia melepas dan melemparkannya persis saat ayahnya akan masuk ke kamarnya.

Ayahnya mengerti kesedihan putrinya dan berkata,”Kumud, kehormatan ayah dan keluarga memang penting, tapi kebahagiaanmu jauh lebih penting. Jika kau masih ragu dengan keputusan ini, kau masih punya pilihan dan kesempatan untuk
mundur”.

Ayah Kumud meyakinkan Kumud

Kumud meyakinkan ayahnya,”Aku sudah tidak punya mimpi lagi Ayah, tapi setidaknya dengan keputusan ini, aku bisa berbakti sebagai anak kepada Ayah. Harga diri dan kehormatan keluarga tidak bisa ditawar-tawar. Aku belajar semuanya darimu Ayah. Dan bersedia menikah dengan lelaki pilihanmu”. Kemudian ayah dan anak itu berangkulan. Ritual prosesi pernikahan Kumud-Pramad terus berlangsung.

Saras mendarat di India dan harus naik bus menuju kampung Kumud, karena semua taksi sedang melaksanakan aksi mogok. Di tengah jalan ia melihat orang-orang ramai menuju satu tempat, ternyata mau menghadiri pernikahan Kumud. Kecemasan semakin melandanya. Saras semakin galau.

Berikut ini foto-foto serial Saraswatichandra tayang di Trans 7, tanggal 22 Januari :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

***
Duh, Saras kenapa kau tidak mengikuti saran temanmu untuk menelpon ke telpon rumah keluarga Kumud, untuk memberitahukan kedatanganmu. Sehingga Kumud tidak harus menjalani ritual pernikahan dengan oranglain dengan melupakan kebahagiannya sendiri, demi harga diri dan kehormatan keluarga.ย Kalau itu terjadi, the end dong serial Saraswatichandra ๐Ÿ˜† .

Iklan