Aturan (Adab) Pemberian Nama Anak dan Nama Yang Dilarang


Bagi kawans yang muslim dan ilmunya masih terbatas, sebaiknya membaca informasi dengan cermat saat akan memberikan nama pada bayinya yang baru lahir, dengan mencari referensi yang banyak.

Sebab pemberian nama pada anak bukan hanya sebatas bernuansa islami, enak di telinga, mengandung makna yang baik, tapi sebaiknya juga mengikuti aturan yang sudah dianjurkan.

Walau William Shakespeare pernah bilang,’apalah arti sebuah nama‘, setidaknya orangtua tidak turut andil dalam memberikan kebingungan kepada anak, jika kelak dia besar dan mempunyai ilmu pengetahuan agama lebih baik dari orangtuanya. Walau ia tau, orangtuanya selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Orang lain juga tidak bertanya-tanya dengan kasak kusuk dibelakangnya, tentang nama yang disandangnya.

Aturan Pemberian Nama

Berikut aturan (adab) pemberian nama anak yang dianjurkan :

  • Memperhatikan kesesuaian
  • Memilih nama yang paling disukai dengan bersungguh-sungguh
  • Lebih baik menggunakan huruf sedikit dengan makna optimal
  • Mudah diucapkan oleh lisan dan indah di dengar serta diingat.

Sedangkan Nama-nama yang dilarang diberikan pada seorang anak  adalah :

  • Nama yang menunjukkan penghambaan kepada selain Allah. Misalnya seperti nama: ‘Abdur Rasul = hambanya rasul, ‘Abdusy Syams (hambanya matahari), ‘Abdul Husen = hambanya Husen.
  • Nama-nama Allah (Asmaul Husna), seperti Ar Rahman, Al Khaliq, Ar Rahim, dst.
  • Nama yang menunjukkan ‘pembabtisan’ dalam agama tertentu, agar tidak membuat bingung. Karena setiap agama punya koridor sendiri dalam pemberian nama dan ‘nama kehormatan’ pada setiap individu.
  • Nama berhala, seperti ‘Uzza, Isaf, Latta, Nailah dan Hubal.
  • Nama syaithan, misalnya Al Walhan, Al ‘Awar, Al Ajda, Hinzab, dst.Nama yang mempunyai arti, yang mana arti yang dikandungnya itu tidak dimiliki oleh si penyandang nama. Misalnya: Sayyidun Nas = pemimpin seluruh manusia, Sittun Nisa’ = penghulu seluruh wanita, Malakul Amlak = raja diraja, Sulthanus Salathin = sultan segala sultan, Hakimul Hukkam = hakim segala hakim.

Ada juga nama yang sebaiknya tidak dipergunakan (Makruf) karena mengandung arti/makna negatif. Seperti:

  • Nama yang membuat hati bisa menjauh dari si anak, secara nama adalah sebuah panggilan, sudah tentu akan sering diucapkan. Misalnya seperti nama berikut, Fadhih (membuka aibnya), Fahith (terancam bahaya), Harb (perang), Khonjar (pisau besar), Murroh (pahit), Nadiyah (jauh dari air), dst.
  • Nama yang mengundang syahwat saat mendengarnya, apalagi jika disematkan kepada seorang anak perempuan. Misalnya: Ahlam (lamunan), Arij (perempuan berbau semerbak), ‘Abir (perempuan yang baunya harum), Ghodah (perempuan lemah gemulai/genit), Fathin (pembuat fitnah).
  • Nama hewan yang dikenal karena sifat ‘kotor’nya, seperti Hanasy (ular berbisa), Himar (keledai), , Kalb (anjing), Kulaib (anjing kecil), Qunfudz (landak), Qunaifadz (landak kecil), Qirdani (kutu binatang).

Pemilik kebenaran dan yang paling tau salah benar itu adalah DIA. Jika memang ada nama yang memang tidak dianjurkan karena mengandung arti atau makna negatif, sebaiknya memilih nama dari kata-kata lain yang mengandung makna positif. Tapi semua kembali kepada keyakinan diri masing-masing, carilah informasi sebanyak mungkin.

Untuk informasi lebih lengkapnya tentang tuntunan islam dalam pemberian nama, silahkan berselancar mencari berbagai referensi. Biar inspirasi untuk nama bayinya idenya semakin cemerlang.

Iklan

11 responses to “Aturan (Adab) Pemberian Nama Anak dan Nama Yang Dilarang

  1. Sekedar pembuka pikiran saja. Apakah nama harus “selalu” diartikan? Adakah arti dari Abu bakar Umar, Ustman, Ali, Hamzah, Bilal, Khadijah. Sebelum beliau-beliau dilahirkan, adakah terpikirkan untuk mengartikan namanya? Begitu juga nama-nama jawa, jepang, cina, amerika, eropa, india pasti punya nama-nama sendiri yang artinya pun tidak ada atau tidak ditemukan.

    Suka

    • Tidak selalu sih Pak Mandor.
      Tapi bagi sebagian orang, untuk zaman sekarang, dengan mudahnya akses informasi, tidak ada salahnya juga mencari tau makna yang terkandung dibalik nama yang akan disandangkan ke bayi mereka.
      Umumnya nama-nama jawa bukannya mengandung arti (dalam bahasa Jawa juga). bahkan masyarakat Jawa yang lebih gigih menghitung semuanya dalam memulai sesuatu.
      Semua kembali ke diri masing-masing orangnya.
      Saya disini hanya mencatatkan apa yang sempat saya baca 🙂

      Suka

  2. Ping-balik: cara memberi nama anak – Site Title·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s