Saraswatichandra: Membatalkan Pernikahan Lewat Telpon?


Telpon ternyata bukan hanya berfungsi untuk menyambungkan tali silaturrahim, melepaskan rindu dengan menyatakan cinta lewat suara bagi mereka yang terpisah jarak. Ternyata telpon juga bisa difungsikan untuk membatalkan pernikahan. Duh!

Mana pembatalannya dilakukan sehari sebelum hari-H lagi, tapi ini terjadinya di Saraswatichandra episode 96-97, tayang 21 Januari. Eh, tapi di dunia nyata saya juga pernah saksikan dan dengar juga. Jodoh memang susah di tebak kapan ia benar-benar bermuara pada orang dan waktu yang tepat.

Cerita sinopsis Saraswatichandra saat Saras membatalkan pernikahannya dengan menelpon Kumud :

Saras yang sedang linglung dan merasa sendiri, diingatkan temannya Sanny untuk memberi kabar pada Kumud.

Sementara di India, keluarga sangat senang saat baju pengantin wanita sudah selesai dijahit dan sangat pas dibadan Kumud. Bahkan Kumud terlihat semakin mempesona. Tapi raut wajahnya tetap sedikit berkabut karena Saras sudah dua hari tidak memberi kabar. Danny yang melihat itu mengatakan jika Saras sudah bisa dihubungi dan akan menelponnya. Kumud senang dan berlari ke kamarnya untuk menerima telpon Saras.

Ia langsung nyerocos memarahi Saras yang tak memberinya kabar. Ia sangat rindu sekaligus kuatir. Kumud mengabarkan tangannya yang sudah menggunakan hena dan sekarang sedang mempas baju pengantin yang baru selesai dijahit. Ia tak sabar menunggu kedatangan Saras untuk membawanya dan hidup selamanya.

Saras yang tak diberikan kesempatan oleh Kumud untuk menjelaskan situasi yang dialaminya, ga kuat, akhirnya memotong pembicaraan Kumud dan mengatakan kalau ia membatalkan pernikahan besok. Ia yang sekarang lebih parah dari ia yang dulu sebelum bertemu Kumud.

Sekarang ia tak bisa berkomitmen dan tidak akan menikah. Kumud tidak perlu menunggunya. Ia bukan siapa-siapa, hanya seonggok daging tanpa harapan hidup, sama aja dengan mayat. Ia tak mau membawa Kumud kedalam kehidupannya yang seperti itu.

Kumud awalnya mengira Saras bercanda dan mencoba mengingatkan, kalau Saras sudah berjanji untuk bersamanya sampai darah penghabisan. Pernikahan bukan hanya tentang dua orang, tapi ikatan dua keluarga besar. Keluarganya akan hancur dan takkan sanggup menerima tindakan Saras itu.

Saras malah membalas penjelasan Kumud dengan mengatakan kalau pernikahan itu tidak akan terlaksana, karena saat ini ia hanya sendiri, ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Namanya hanya Sasrawatichandra tanpa Laxminandan Vyas di belakangnya!

Kumud dengan berurai air mata meyakinkan Saras, kalau ia memilihnya karena ia mencintainya, bukan karena yang lain, Saras adalah nafasnya. Ia siap kemanapun dibawa oleh Saras dan dalam keadaan apapun. Jika Saras berada dalam lorong kegelapan sendirian tapi tak mau menerima uluran tangannya, itu sama aja membiarkan ia hidup dalam kesepian yang panjang.

Saras yang seperti sedang kehilangan jiwa itu hanya meminta supaya Kumud mema’afkannya, kemudian ia menutup telpon. Tinggallah Kumud di kamarnya meraung dalam balutan baju pengantin yang sedang dicoba.

Sementara keluarganya, dibawah, sedang sibuk mempersiapkan kelengkapan pernikahannya. Bahkan mereka akan menggoda Kumud saat turun ke bawah nanti dengan mengatakan,”ayah Saras menelpon bapaknya dan pernikahannya ditunda beberapa hari kedepan karena mereka ada pekerjaan penting”.

Saat Kumud muncul, ayahnya melontarkan candaan yang sudah dipersiapkan itu. Kumud menangis sejadi-jadinya, kemudian mengatakan, “bukan ditunda tapi dibatalkan oleh Saras lewat telpon”. Keluarga awalnya mengira Kumud bercanda, tapi begitu melihat kondisi Kumud. Mereka percaya dan terkejut dengan kenyataan itu. Tawa canda berubah menjadi air mata dan amarah.

Ayah Kumud menelpon Saras untuk meminta pertanggunga jawabannya, telponnya ga tersambung. Menelpon calon mertua Kumud yang juga sahabatnya, diangkat dan diminta pertanggung jawabannya saat mendampingi putranya untuk melamar putrinya. Laxminandan terkejut, kemudian berganti marah. Ia mengatakan ke ayah Kumud kalau Saraswatichandra sudah meninggalkan rumah dan ia menganggap anaknya itu sudah mati, kemudian telpon ditutup.

Guman yang menguping percakapan suaminya, tersenyum puas. Semua rencananya berjalan lancar, memisahkan ayah dan anak, membatalkan pernikahan Saras- Kumud, memisahkan persahabatan sudah terjalin puluhan tahun.

Emosi, pikiran kalut yang tak bisa dipakai buat berpikir secara jernih, menghancurkan semua hubungan baik.

Beberapa foto kesedihan akibat pembatalan pernikahan tersebut.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Baca juga episode sebelumnya yang sempat dituliskan di blog ini:

Iklan

3 responses to “Saraswatichandra: Membatalkan Pernikahan Lewat Telpon?

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Ritual ‘Pemakaman’ Kenangan, Pernikahan Kumud-Pramad | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s