Surat Kejujuran Hati: Sinopsis Saraswatichandra


Tulisan ini ditujukan pada penggemar Serial India khususnya Saraswatichandra ya. Yang enggak pada suka, diabaikan aja, ga usah diambil pusing, apalagi dicibir. Ini hanya masalah selera, tak bisa dipaksakan, semua punya kebebasan yang sama 😉 .

Sinopsis Saraswatichandra tanggal 7 Januari di Trans 7.

Saya lebih suka memberikan judulnya ‘Surat Kejujuran Hati‘. Cerita singkatnya begini: 

Setelah Kumud melanggar batasan cinta pada episode sebelumnya, dia sangat gelisah. Setelah mendengar cerita lengkap Kumud tentang ritual yang telah mereka lakukan, sebelum batasan itu mereka lampui, ibunya berusaha menenangkannya. Ibunya mengatakan tidak akan menghukum Kumud, karena jiwa Kumud sudah jauh menderita akibat rasa bersalah yang muncul. Tapi Kumud juga harus ingat, bahwa dia dan Saras sebelumnya sudah melakukan 7 ritual janji pernikahan.

Di kebudayaan yang mereka anut, secara ritual Saras sudah berhak sepenuhnya atas diri Kumud, begitu sebaliknya. Hanya secara teknis hal itu melanggar kebiasaan umumnya.

Saras dan Kumud Mesra

Saat curhat ibu anak ini, Ibu tiri Saras, Guman, mendengar pembicaraan ini. Mana malam sebelumnya do’i juga ngintil langkah Kumud, hanya saja kehilangan jejak. Do’i curiga, tapi harus mengumpulkan bukti kongrit. Secara kalau hanya omongan aja, ia ga bakal dipercaya. Betapa mahalnya nilai sebuah kepercayaan ya 😀 .

Kumud yang sudah bisa berpikir jernih, mulai menyadari. Dia tidak perlu marah-marah dan memojokkan Saras atas semua yang telah mereka lakukan. Maka untuk menenangkan Saras sekaligus meminta ma’af, ia menulis surat. Di dalam surat ia menyatakan, kalau sebenarnya ia tidak menyalahkan Saras atas kejadian malam itu. Ia hanya marah kepada dirinya sendiri. Ia minta Saras memaklumi. Kemudian diakhiri ‘salam cinta’ *so sweet*.

Surat itu kemudian di letakkan diatas meja, dibawah vas, dikamar Saras. Guman yang selalu memonitor gerak gerik Kumud, langsung mengambil itu surat.

Guman kemudian menggunakan surat itu untuk mengintimidasi Kumud. Dia bilang akan menghancurkan Kumud, karena putri kebanggaan keluarga yang selalu mereka percayai, tak lebih seorang wanita murahan yang telah menjebak anak lelakinya untuk menikahi. Padahal sebelumnya sudah ditolak. Kumud tak berdaya, hanya bisa menangis.

Guman kemudian mendatangi ibu Kumud dan dengan pongahnya mengeluarkan kata-kata, ibu Kumud harusnya menjaga anak gadisnya yang sedang kasmaran. Jangan dibiarkan berkeliaran dan bertemu dengan anak lelaki orang secara diam-diam. Bikin malu keluarga aja. Kemudian Guman menyodorkan surat pengakuan Kumud untuk dibaca ibunya itu. Ibunya Kumud menolak, dan mengatakan anaknya tak pernah merahasiakan apapun darinya.

Guman mengancam akan memberi tau ayahnya Kumud, Vidiacatur. Saat akan meninggalkan ibu Kumud yang kebingungan itulah masuk Saras dan membantah ibu tirinya itu.

Ibu tirinya itu dan semua orang boleh menyebut Kumud sebagai istrinya setelah perayaan pernikahan mereka. Tapi bagi Saras, sejak malam itu Kumud adalah istrinya. Kejadian itu tak mengurangi kesucian Kumud dimata Saras. Jika ibu tirinya itu menghina Kumud, itu sama saja dengan menghina dirinya. *Jika di dunia nyata semua lelaki bersikap gentle begini, para cewek akan meleleh dan langsung bertekuk lutut nih, weleh-weleh*.

Kumud yang kebetulan juga nguping pembicaraan diruangan tersebut, semakin lega dan semakin cinta sama Saras ❤ .

Trik jahat Guman untuk memanfaatkan surat Kumud sebagai senjata untuk menghancurkan keluarga Kumud sekaligus memisahkan ia dari Saras, masih gagal total.

***

Pelajaran moral dari episode ini: Lakukan ritual pernikahan seperti yang kebanyakan dilakukan atau sesuai ketentuan umum yang berlaku di tengah masyarakat. Tentunya harus sesuai dengan ‘keyakinan’ yang kau anut.

Jika ingin melakukan permintaan ma’af untuk sebuah kesalahan yang sifatnya ‘rahasia’, jika ditulis di sebuah surat, mbok ya langsung kasih ke yang bersangkutan. Sekaligus dipesan, itu harus dibaca langsung, ga boleh pakai penerjemah 😛 . Kalau tidak, harus bicara langsung, biar aman. Ingat dinding aja sekarang bertelinga!

Iklan

5 responses to “Surat Kejujuran Hati: Sinopsis Saraswatichandra

  1. Ping-balik: Rasa Rindu Ini Menyiksa | Dizaz·

  2. Ping-balik: Saraswatichandra: Ibu Tiri Membuat Ayah & Anak Bermusuhan | Dizaz·

  3. Ping-balik: Saraswatichandra: Membatalkan Pernikahan Lewat Telpon? | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s