Melanggar Batasan Cinta: Sinopsis Saraswatichandra 6 Januari


Ide tulisan ini muncul setelah menonton serial Saraswatichandra pada hari ini 6 Januari. Gile, dua pemeran utama serial ini, Saras dan Kumud chemistrynya benar-benar dapat. Gaya jatuh cinta yang ditampilkan, benar-benar jatuh cinta malu-malu tapi menggoda iman 😆 . Berani taruhan cewek-cewek yang pada nonton sepertinya ikutan tersipu-sipu malu di depan tv :mrgreen: .

Sinopsis cerita Saraswati 6 Januari:

Kumud Saraswatichandra Cewek Manis

Foto milik India Forums.

Ditengah-tengah kesibukan acara resepsi pernikahan anak sahabat ayahnya itu. Saras minta ijin sama ibu Kumud untuk memanggilnya ‘Ibu Mertua’. Ibu Kumud mengijinkan dan berpesan agar Saras mencintai Kumud dalam keadaan apapun, senang ataupun sedih. Jika itu dilakukan Saras, ibunya menjamin Kumud akan melakukan segalanya demi kebahagiaan Saras. Saras berjanji akan membahagiakan dan mencintai Kumud dalam keadaan apapun.

Sementara diruangan lain, Kumud yang sedang berbunga-bunga hatinya, juga disamperin ayahnya Saras. Beliau berterima kasih pada Kumud yang telah membuat hubungan Ayah-Anak itu dekat, membuat Saras berani mencintai seseorang dan membuat sebuah komitmen. Kemudian dia meminta Kumud jangan memanggilnya ‘Paman’ lagi tapi mulai membiasakan dengan panggilan ‘Ayah Mertua’. Dia juga meminta Kumud untuk terus mengisi semua ruang hati Saras yang kering kasih sayang dan cinta selama ini, penuh oleh cinta Kumud. Kumud menyanggupinya.

Guman si Ibu tiri semakin gusar.

Saras dan Kumud diselimuti cinta. Ditengah upacara pernikahan anak sahabat ayah mereka itu, diruang bagian belakangnya, Saras dan Kumud juga saling tukar mengalungkan bunga dan beberapa ritual pernikahan lain. Mereka larut dalam buaian cinta sampai akhirnya melanggar batasan cinta.

SilahkanKLIK ANGKA  HALAMAN“, dibawah  “artikel TERKAIT” untuk melihat foto dan membaca kelanjutannya ya kawans 🙂

Iklan

6 responses to “Melanggar Batasan Cinta: Sinopsis Saraswatichandra 6 Januari

    • Pukul 5 sore-an, saya ngelirik pas seketemunya aja, Pemerannya ceweknya jinak-jinak merpati sih, gambaran lain perempuan desir angin kayaknya hihihi.
      Tenang Pak, enggak vulgar kok,tapi ya tetap bukan peruntukan untuk tontonan anak-anak sih!

      Suka

  1. Ping-balik: Surat Kejujuran Hati: Sinopsis Saraswatichandra | Dizaz·

  2. Ping-balik: Saraswatichandra: Membatalkan Pernikahan Lewat Telpon? | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s