Puisi Perempuan, Milik Rangga di AADC dan Dizaz


Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) sepertinya bakal masuk salah satu film cinta sepanjang masa. Di awal kemunculannya pada tahun 2012 lalu, film ini mampu membangkitkan perfilman Indonesia yang sedang mati suri. Pada waktu itu, mereka yang menonton film ini, khususnya anak muda, akan merasa menjadi tokoh utama di film tersebut. Penonton cowok merasa menjadi Rangga dan yang perempuan merasa menjadi sosok Cinta, jiahh.

Setelah 12 tahun, film ini tetap mempunyai penggemar setia, malah sepertinya juga mempunyai penggemar baru, anak muda generasi sekarang yang sedang pada jatuh cinta. Ini di tandai dengan banyaknya yang mencari puisi cinta, kata mutiara  Rangga-Cinta di AADC tersebut.

Salah satunya puisi yang di tulis Rangga di diarynya, saat mau pindah sekolah ke Newyork. Puisi dengan judul Perempuan itu ditujukan buat Cinta. Puisi yang bisa membuat Cinta mengembangkan senyum bahagia.

Perempuan – Rangga

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga
Dari mata seorang hawa
Ada apa dengan Cinta

Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja…

Apakah kau juga sedang mencari puisi diatas kawans? Atau kau boleh mempertimbangkan puisi Perempuan karya Dizaz berikut ❤ .

Puisi Perempuan

Perempuan by Dizaz

Perempuan itu karya indah-Nya
Disanjung dan dikagumi
Begitu perasa, harus selalu dijaga
Suka tersakiti oleh para lelaki tak setia
Akibat main mata dengan kaum hawa lainnya

Penuh pesona, selalu dipuja
Membuat tergila-gila
Hati pun merana oleh cinta yang tak bermuara
Tak ada kembang lain yang bisa membukanya

Surganya dunia serta anak-anaknya
Energi terbesar para suami
Harta tak ternilai Ayah dan Bunda
Bidadari dalam setiap mimpi

Kecantikannya bak ular berbisa
Membunuh dan membuat merana
Menghancurkan penguasa dan raja yang bertahta
Semua itu milikmu wahai wanita.

Betapa beruntungnya kau kau perempuan. Ingatlah bahwa kau adalah tulang rusuknya lelaki mu 🙂 .

Iklan