Kata Mutiara Untuk Ayah


Kata Mutiara Untuk Ayah mungkin menjadi urutan kesekian yang muncul dikepala kita. Kadang bahkan terasa sulit untuk mengungkapkan apa yang dirasa dalam bentuk kata-kata kepada sosok Ayah.

Kita akan sangat lancar mengucapkan beribu terima kasih kepada seorang ibu, sahabat, teman dan pacar. Tapi akan sedikit terbata-bata untuk mengatur sebaris kata untuk sang ayah.

Kata Mutiara Untuk Ayah

Mungkin ini disebabkan oleh sosok ayah yang lebih diam, ayah memperlihatkan segala hal dalam bentuk tindakan. Beliau dengan tanpa lelah akan mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Tapi sosok diam seorang ayah itu adalah sosok ayah dulu. Sosok ayah sekarang
mempunyai kontribusi suara yang sama dengan ibu di telinga anak-anaknya. Baik dalam bentuk nasehat maupun gurauan.

Tak dapat dipungkiri kedua sosok orangtua berdampak pada keseimbangan jiwa yang sangat baik, atau bahkan sebaliknya, bagi tumbuh kembang seorang anak, sepanjang hidupnya.

Dengan mengamati sikap seorang anak, kita akan mendapatkan gambaran sosok orangtua yang sudah membesarkannya. Kalau sekarang ditambah dengan sikap ‘Nanny‘ yang mengasuhnya :mrgreen:

Ayah selain kepala keluarga, juga sebagai idola bagi anak perempuannya dan panutan bagi anak laki-lakinya.

  • Kami anak-anak mu mungkin jarang mengungkapkan cinta dalam bentuk kata-kata mutiara indah kepada mu ayah, tapi percayalah, rasa sayang dan cinta yang kami miliki sama besarnya dengan rasa cinta kami kepada ibu.
  • Aku belajar sungguh-sungguh selain untuk masa depanku nanti, juga ingin melihat gurat kebanggaan di wajah mu itu ayah.
  • Kau tak banyak menunjukkan ekspresi dengan ucapan, tapi tepukan ringan di pundak ku atau jabat tangan erat dan kokoh sudah cukup memberitahu, kau sangat bangga pada ku, ayah.
  • Ayah, cara mu bersikap terhadap ku, tidak sama dengan ibu. Tapi justru itu yang membuat ku tumbuh utuh sebagai pribadi.
  • Walau kau jarang mencek langsung keberadaan ku, tapi aku tau, kau lah yang selalu mengingatkan ibu untuk menelpon ku.
  • Kau tak pernah merepet sepanjang hari seperti ibu, kalau aku berbuat kekeliruan. Tapi tatapan tajam mu sudah cukup memberitahukan kalau kau kecewa dan tak setuju dengan tindakan ku itu.
  • Kau selalu mengingatkan kami untuk selalu rukun dan menjaga hati ibu, tapi tidak pernah meminta kami untuk mempertimbangkan hati mu.
  • Ayah, kau selalu mendorong kami untuk melesat jauh meninggalkan langkah mu saat ini. Kau selalu ingin anak mu jauh lebih baik dari apa yang dulu kau dapatkan.

Berbahagialah yang masih memiliki seorang Ayah. Hmmm,, Jadi ingin menyanyikan lagu Ayah.

Iklan

16 responses to “Kata Mutiara Untuk Ayah

  1. Ping-balik: Kata-kata Indah Pengingat Kedua Orangtua | Dizaz·

  2. Ping-balik: Kata Mutiara Tentang Sosok Ayah | Dizaz·

  3. Ping-balik: KATA-KATA INDAH PENGINGAT KEDUA ORANGTUA | salam kemenangan·

  4. Aku punya tman, lebih jlasnya pacar…
    Dari kecil dia di tinggal ayahnya.
    Skarang dia uda dwasa dan pengen bngat ktmu ayahnya…
    Tapi di takut untuk ktmu, dia takut gak di anggap..
    Mnrut kalian aku harus gmana, aq pengen bangat buat dia ktmu sama ayah kandungnya..

    Suka

    • diajak aja ketemu, dengan catatan, apapun reaksi yang nanti di dapat harus siap menerimanya,
      apalagi udah pada dewasa, setidaknya harus bisa memahami alasan dua orang yg sudah menikah kemudian memilih berpisah dan hubungan dengan si ayah tidak begitu lancar *mungkin si ayah jg sungkan utk ngaku ayah pd anak yg ditinggalkannya dr kecil, ato dia punya alasan lain*. tp kalo ketemu hanya akan memperburuk dan membuat sakit banyak pihak, mending jalani aja apa yg selama ini dan terus berdoa yg terbaik.

      Suka

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s