Cewek Nakal dan Cowok Cengeng


Cewek Nakal dan Cowok Cengeng kalau bersatu, ternyata hasilnya sebuah kegembiraan dan derai air mata. Ga percaya? Baca aja kelanjutan postingan berikut :mrgreen: .

Cewek Nakal

Anak-anak kecil kalau lagi bermain itu seru banget, dunia mereka seakan isinya
tawa semua. Wajah-wajah lugu penuh kedamian itu selalu membuat iri mereka yang telah meninggalkan masa-masa itu. Setidaknya membuat sesungging senyum saat melihatnya, terkenang masa-masa indah waktu kecil dulu.

Sore itu, saya lagi bersehin kura-kura dan rumah kaca kecil tempat saya memeliharanya di depan rumah, di temenin si Mama. Tak berapa lama, datang tetangga dan anak laki-lakinya, usia 4 tahun, yang terlihat masih agak tersedu- sedu *sebut aja namanya Doni*.

Sore-sore kok nangis, mana udah cakep gini?”, si Mama langsung ajak ngobrol sambil usap-usap kepala Doni. Doninya diam aja dengan sesugukan sisa-sisa tangisnya.

Kemudian si Mama nyuruh saya untuk melibatkan Doni dengan kesibukan saya *bantuin lihat apa yang saya kerjakan 😛 *.

Kemudian dua ibu-ibu itu terlibat pembicaraan, yang mau tak mau terdengar oleh saya :mrgreen: .

Berantem sama Tania” *bukan nama sebenarnya*
Tania nyamperin ke rumah, ngajak Doni main. Entah karena dari rumah dia jengkel sama adeknya yang umur satu tahun itu. Saat rebutan mainan sama Doni, dia langsung mukul. Doni kaget, dan langsung nangis sambil ngadu ke saya. Saya tanya ke Tania, dia dengan kesal bilang Doni ga mau meminjamkan mainan yang dia mau. Doni juga bilang, semua mainan dia dan udah dipinjam semua, masa yang di pegang di minta juga“, Bundanya Doni menjelaskan sambil narik nafas berat.

Sepertinya Tania tidak di persiapkan dengan baik sama Ayah Bundanya, saat menyambut kelahiran adeknya waktu itu“, si Mama mengomentari sok bijak.

Iya, pelampiasannya ke teman bermainnya. Doni yang paling akrab, jadi yang sering kena. Mau di larang main, ya kasihan juga. Harus sering ngawasin mereka“.

Tania, cewek nakal yang suka pukul-pukul“, tetiba Doni ikut bersuara 😆 .

Kamu apa dong“, saya iseng menggodanya. “Cowok Cengeng?”.

Doni memanyunkan mulutnya,”aku ga mau teman lagi sama Tania, selamanya!!!”.

Hah??!! Saya melongo mendengar ultimatum itu. Kurcil-kurcil itu ternyata ocehan kosa- katanya canggih-canggih.

Kemudian Doni sibuk nanya saya untuk apa melakukan ini itu, tangis yang tadi, sepertinya sudah ga berbekas lagi.

Si Mama juga asyik ngerumpi sama Bundanya Doni.

***
Beberapa saat kemudian, anak cewek imut-imut yang gowes sepeda roda tiga, nyamperin.

Doni, main sepeda, yuk“.

Hayuk

Kemudian Doni mengajak Bundanya pulang, untuk ngambil sepeda roda tiganya. Diikuti Tania.

***
Sore itu sekitar pukul 5 sore, 20 menit dari sedu sedan pertama. Cewek nakal dan cowok cengeng bermain bersama lagi 😆 .

Iklan