Berenang Bersama Ikan di Umbul Ponggok Klaten


Berenang Bersama Ikan di Umbul Ponggok Klaten sempat saya lakukan sekitar bulan Juli kemaren, saat sempat main ke Jawa Tengah *cerita udah lama si*. Secara penasaran waktu lihat liputannya di salah satu stasiun tv, “Tak perlu jauh-jauh menyelam ke laut kalau hanya sekedar merasakan berenang di antara ikan-ikan :mrgreen: “.

Ikan Berenang di Umbul

Ikan Berenang di Umbul

Saking penasarannya, browsing dan cari tau cerita tentang umbul ponggok ini. Terdamparlah di blog ini. Dari blog tersebut dapat gambaran kalau umbul ponggok itu merupakan sumber mata air alami.

Umbul Ponggok ini terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Untuk mencapainya sebaiknya memakai pemandu yang sudah kenal daerah Klaten dan sekitarnya biar tak muter-muter. Secara di sekitar sini lumayan banyak terdapat tempat pemandian dengan sumber mata air alam.

Pohon Rindang dan Instalasi PDAM

Pohon Rindang dan Instalasi PDAM

Pemandiannya sendiri terdiri dari kolam bermain air untuk anak-anak dan kolam dari sumber mata air langsung, yang juga di isi ikan berbagai jenis. Sekaligus di manfaatkan sebagai sumber mata air PDAM.

Kolam untuk anak-anak main air

Kolam untuk anak-anak main air

Airnya bisa bikin gigi gemerutuk saking dinginnya. Tapi seru. Sensasi menyelam sambil lihat ikannya, dapet *padahal berdiri di pinggir kolam, dasar umbul dan ikannya juga terlihat 😛 *. Sewa sepatu katak dan perlengkapan lainnya cuma 20 ribu rupiah. Tiket masuk dan lain-lainnya *untuk bilas* sekitar 5 ribu rupiah.

Sungguh sebuah wisata alam sumber mata air murah meriah yang bisa di jadikan alternatif tempat mengisi akhir pekan *bagi yang dekat*.

Sumber mata air di desa tersebut tidak pernah kering dalam cuaca apapun. Mungkin karena di daerah tersebut masih banyak terdapat pohon-pohon gayam yang besar dan berumur.

Wajar kalau di sekitar desa tersebut juga dimanfaatkan dengan pembudidayaan ikan nila, gurame dan ikan mas. Tetapi yang menjadi primadona sepertinya ikan nila.

Di sekitar area kolam juga ada penjual makanan ringan, untuk sekedar mengganjal perut setelah kedinginan bermain air. Kalau masih laper dan pengen ngerasin ikan bakar atau goreng hasil budi daya petani ikan, tinggal nyari tempat pemancingan yang ada lesehan tempat makannya. Tapi rata-rata ikan bakarnya terlalu manis untuk ukuran lidah saya, tapi terbantu dengan ikan segar yang di gunakan.

Sekali jalan dua wisata terlaksana, wisata alam dan wisata kuliner. Blog Dizaz pun punya bahan postingan 😀 .

Iklan