Pengalaman Menikmati Ayam Geprek, Menu Makan Siang Kekinian. Ga Semua Bikin Nagih!


Menikmati ayam geprek sebagai lauk makan atau menjadikannya pilihan lauk makan siang bukanlah sesuatu yang asing. Sebab menu satu ini sempat menjadi salah satu jenis kuliner kekinian. Sehingga gerai yang menjualnya sangat mudah ditemukan berserak di berbagai tempat. Saat mencicipi menu ayam geprek ini, walau namanya sama, ternyata memberikan berbagai pengalaman rasa yang berbeda di lidah.

Menikmati Ayam Geprek Yang Bikin Nagih Dizaz

Sama-Sama Ayam Geprek Tapi Ga Semua Bikin Nagih

Di sekitar tempat tinggal saya sangat banyak yang menjual ayam geprek ini. Nama menunya ada yang diberi berdasarkan nama pemilik usaha, ada yang berdasarkan tingkat kepedasan sambalnya, ada yang berdasarkan tingkat kegaringan tepung yang membalut si ayam. Baca lebih lanjut

[Tontonan] Film Terminator: Dark Fate, Cinta, Benci, Bisa Menjadi Kekuatan


Dark Fate Poster pertama

Poster Film Terminator: Dark Fate

[Tontonan] sekuel terbaru Film Terminator: Dark Fate ini simpulan ceritanya menurut versi saya adalah, rasa cinta ataupun benci bisa menjadi sebuah kekuatan dalam menuntaskan apa yang harus dijalani dalam hidup. Terlepas itu sebuah takdir. Tapi bentuk tanggungjawabnya harus tetap diselesaikan dengan usaha maksimal.

Saya ikutan menonton film Terminator ini karena menemani lelaki remaja yang sudah dari awal tayang minta nonton.

Bagi yang penggemar film baru, tapi tidak mengikuti film Terminator sebelumnya, dan ingin menonton film ini, tak perlu khawatir, akan tetap bisa menangkap ceritanya, karena menyajikan kisah cerita masa depan yang kesemuanya baru, hanya dua tokoh legend yang masih hadir yang menghubungkannya dengan cerita Terminator sebelumnya, yaitu Terminator 2: Judgement Day. Baca lebih lanjut

Kesan Menonton Film Maleficent: Mistress of Evil Melampui Ekspektasi


Kesan menonton film Maleficent

Awalnya, aku mau diajak menonton film Maleficent: Mistress of Evil tanpa ekspektasi apapun. Padahal film pertamanya aku juga nonton nemenin si Mama. Dan termasuk film Disney yang aku suka juga. Nah, yang Maleficent 2 ini aku agak kurang bersemangat pergi ke bioskopnya, bahkan hingga awal-awal pemutaran filmnya aku masih bersuara (baca:menggerutu) pada si Mama, “Gimana ini yang katanya film untuk semua usia? Awalnya aja udah ada adegan kayak gini”.

“Hush. Walaupun ini film keluarga, jangan lupa, yang namanya anak-anak ke bioskop itu harus tetap dengan pendampingan orang tua. Tonton aja dulu, baru nanti buat kesimpulannya. Ok?”

Untung aja, setelah menonton film ini aku dibuat terpesona oleh animasi, suara, dan musik yang ada di film ini. Baca lebih lanjut